• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Ahli Sebut Selisih Anggaran Pembebasan Lahan Bandara Bontang Masuk Kerugian Negara

by Redaksi Bontang Post
20 Desember 2024, 14:41
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Samarinda menyimak paparan ahli terkait dengan kasus dugaan mafia tanah pengadaan lahan Bandara Perintis, Bontang Lestari. (ADHIEL K/KP)

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Samarinda menyimak paparan ahli terkait dengan kasus dugaan mafia tanah pengadaan lahan Bandara Perintis, Bontang Lestari. (ADHIEL K/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Sidang terdakwa dugaan mafia tanah pengadaan lahan Bandara Perintis, Bontang Lestari, Sayid Husen Assegaf, kembali digelar, Rabu (18/12/2024). Kepala Kejaksaan Negeri Bontang Otong Hendra Rahayu mengatakan agendanya ialah pemeriksaan ahli dari jaksa penuntut umum (JPU).

“Kami menghadirkan ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang Prija Djatmika melalui aplikasi zoom,” kata Hendra kepada Kaltim Post, Kamis (19/12/2024).

Menurut ahli, tidak adanya kesepakatan secara langsung antara pemilik lahan dengan penerima kuasa (terdakwa) merupakan sebuah kesalahan atau fraud. Kemudian telah terjadi kesepakatan dengan pemiik lahan senilai Rp35.000 per meter persegi, namun terdakwa melaporkan kepada Pemkot dengan harga Rp85.000 per meter persegi.

Baca Juga:  Kajari Bontang Bantah Penanganan Perkara Tipikor Lamban

“Selisih tersebut merupakan kerugian negara,” ucapnya. JPU juga menghadirkan ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Dayby Febriana Putri di ruang sidang Pengadilan Tipikor Samarinda. Menurut ahli atas perhitungan yang dilakukan terdakwa menyebabkan kerugian negara sekira Rp2 miliar.

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda telah memeriksa saksi yakni Rendy Irawan dan Marmin. Keduanya merupakan terpidana dengan kasus serupa. Selain itu, hakim juga telah mendengarkan keterangan dari saksi yang merupakan pemilik lahan.

Saksi Sakka menyatakan sebelum dilakukan pembebasan tanah telah diadakan rapat. Berkenaan harga tanah yang akan dibebaskan. “Ada enam yang hadir saat rapat tersebut. Meliputi Saing, Saddiah, Bahar, Guru Kaseng, Marmin, dan Husain,” tutur dia.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi di SMA 3, Polisi Beber Keterlibatan Kepsek dan Bendahara

Kala itu, Husain mengatakan jumlah ganti rugi yakni Rp20.000 per meter persegi. Sementara Saing justru meminta besaran ganti rugi meningkat yaitu Rp50.000 per meter persegi.

Selanjutnya ada proses negoisasi yang dilakukan. Bahkan Husain mengubah jumlah ganti rugi menjadi Rp35.000 per meter persegi. “Besaran itu disetujui peserta rapat lainnya,” ucapnya.

Saksi Sakka juga menerangkan bahwa ia memiliki tanah di RT 11. Berbatasan dengan Jalan Tambang, Saing, Bahar, dan Gani. Tanah tersebut tidak dijual tetapi diberikan kuasa kepada terpidana Marmin. Karena mengetahui akan dilakukan ganti rugi oleh Pemkot Bontang. Sebagai akses jalan menuju rencana pembangunan bandara dan pembebasan lahan untuk sirkuit.

“Pembayaran tanah tersebut dilakukan melalui terpidana Marmin. Tepatnya 2 Januari 2013 sebesar Rp325.500.000. Sesuai dengan bukti transaksi melalui Bankaltimtara,” tutur dia.

Baca Juga:  MA Tolak Permohonan Kasasi Mantan Direktur PT BME

Pada saat menjual tanah tersebut tidak ada paksaan. Hanya Husain menetapkan harga ganti rugi tersebut ternyata tidak sesuai dengan besaran yang telah ditetapkan pemkot, yakni Rp85.000 per meter persegi.

“Akhirnya ia merasa dibohongi dengan adanya kejadian tersebut karena hanya mendapat ganti rugi sebesar Rp35.000 per meter persegi,” pungkasnya. (*) 

Tags: kasus korupsilahan bandara bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jumlah Penduduk Balikpapan Utara Setara Bontang, Pemkot Kaji Pemekaran Kecamatan Baru

Next Post

Enam Pemuda di Tanjung Laut Kedapatan Minum Tuak, Ada yang Masih Sekolah

Related Posts

Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan
Bontang

Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan

24 Oktober 2026, 13:10
Empat Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Ajukan Kasasi Usai Vonis Banding Diperberat
Kriminal

Empat Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Ajukan Kasasi Usai Vonis Banding Diperberat

15 Desember 2025, 16:57
Hasil Survei KPK Tempatkan Kutim Daerah Paling Rentan Korupsi di Kaltim, Ini Kata Bupati
Kaltim

Hasil Survei KPK Tempatkan Kutim Daerah Paling Rentan Korupsi di Kaltim, Ini Kata Bupati

12 Desember 2025, 19:05
Sikapi Survei KPK, Wawali Bontang; Evaluasi Secara Menyeluruh
Bontang

Sikapi Survei KPK, Wawali Bontang; Evaluasi Secara Menyeluruh

12 Desember 2025, 11:11
Hasil SPI KPK 2025 Kaltim; Pemkab Kutim Paling Rentan Korupsi, Berikut Peringkat Bontang
Kaltim

Hasil SPI KPK 2025 Kaltim; Pemkab Kutim Paling Rentan Korupsi, Berikut Peringkat Bontang

10 Desember 2025, 21:36
Kasus Korupsi RPU di Kutim Mengemuka, Bupati Pilih Tidak Berkomentar
Kriminal

Kasus Korupsi RPU di Kutim Mengemuka, Bupati Pilih Tidak Berkomentar

7 Desember 2025, 14:25

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.