• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Alasan Batal Transfer DBH Dipertanyakan 

by BontangPost
10 Januari 2018, 11:01
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
MEMPERTANYAKAN: Ketua DPRD Kutim Mahyunadi saat diwawancara wartawan, Selasa (9/1) kemarin.(MASDIN FOR SANGATTA POST)

MEMPERTANYAKAN: Ketua DPRD Kutim Mahyunadi saat diwawancara wartawan, Selasa (9/1) kemarin.(MASDIN FOR SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – KETUA DPRD Kutim Mahyunadi menilai kebijakan yang dikeluarkan pusat terkait menurun dan tertundanya Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah  khususnya Kutim terbilang aneh.

Pasalnya, semua pemasukan daerah untuk pusat terpenuhi seluruhnya. Salah satunya  produksi  baru bara yang saat ini tengah meningkat.

Tentu saja hal tersebut menjadi pertanyaan tersendiri. Baik dari legislatif, eksekutif maupun para kepala desa serta masyarakat umum.

Sebab, apa yang terjadi  berpengaruh besar bagi daerah. Tidak hanya berdampak pada pembangunan akan tetapi menjalar hingga menimbulkan gejolak di masyarakat.

Ini terjadi lantaran, masyarakat menilai jika pemerintah Kutim kurang peduli dan peka terhadap persoalan yang tengah viral saat ini. Salah satunya masalah desa.

Padahal, semua masalah murni  bersumber dari pusat. Pusat yang menahan sementara dana untuk desa. Pemkab Kutim yang saat ini memanen getahnya.

“Inikan transfer pusat yang tertunda. Tetapi apapun itu, saya juga heran kenapa DBH kita turun. Padahal produksi batu bara naik, produksi meningkat,” kata Mahyunadi, saat memimpin rapat pertemuan antara DPRD dengan Asosiasi Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kutim, Selasa (9/1) kemarin.

Baca Juga:  Teroris dan Ketidakadilan

Makanya salah satu hal yang patut dikejar saat ini soal alasan pemangkasan DBH. Apalagi sikap pemerintah pusat yang seenaknya mengubah besaran alokasi dana dari pusat ke daerah.  Di tahun ini saja pemerintah pusat merevisi jumlah anggaran yang dikirim ke Kutim. Dampak paling besar adalah tidak tersalurkannya transfer dana triwulan VI sebesar Rp 340 miliar.

“Kita kurang hati-hati apa coba menyusun APBD,  sudah terus dikurangi berdasarkan PMK (Peraturan Menteri Keuangan PMK) yang terbit. Tapi nyatanya pusat tidak transfer. Makanya yang perlu dikejar adalah alasan pengurangan dana yang kita dapat, jangan seenaknya,” tegasnya.

Akibat keanehan inilah, desa menjadi korban. Gaji dan insentif kades serta tenaga pembantu tak kunjung cair, operasional desa tersendat dan lainnya.

Wajar, timbul gerakan kecil. Salah satunya adanya ancaman penghentian pelayanan desa di Kutim. Tentu saja, siapapun tidak menghendaki hal tersebut. Namun apa daya, semua terpaksa dilakukan.

Baca Juga:  Sebut Langgar Aturan, Plt KONI Kutim Disoal

“Ya sesuai dengan surat Apdesi,  akan dilakukan penghentian sementara pada akhir Januari ini jika belum ada pencairan,”  katanya.

Apa yang dilakukan Apdesi tentu sah sah saja. Akan tetapi bijaknya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga pencairan. Terlebih, sudah mendapatkan janji dari Pemkab Kutim jika dana  tersebut akan cair dalam waktu dekat ini.

“Terserah saja. Mau dihentikan silahkan. Bagaimana mau memberikan pelayanan kalau tidak ada dana untuk pelayanan. Beli kertas, pulpen bayar listrik dan lain lain.  Itu semua dari ADD. Mau buka silahkan juga. Rakyat juga yang menilai. Karena keterlambatan ini sudah  berdampak sistemik bagi masyarakat,” katanya.

Pesannya, kedepan dana sesa bisa menjadi prioritas utama. Terlebih desa merupakan tiang utama untuk percepatan pembangunan. Sesuai dengan tujuan pemerintah yakni desa membangun.

“Kami harap upaya cepat cepat perhatikan masyarakat semua. Termasuk kades. Prioritaskan dana desa,” katanya.

Baca Juga:  Anak Harusnya Dilibatkan di Musrembangdes 

Sementara itu, Agusriansyah menduga lambannya pencairan da terjadinya pemotonga ini karena kurang seriusnya pemerintah dalam bersikap.

“Daerah harus berikan ‘perlawanan’ terhadap pusat. Sebab kita sudah memberikan besar bagi pusat. Kami minta ADD didahulukan. Bayar cepat,” pinta Politisi PKS itu.

Mastur Jalal, senor anggota DPRD juga turut angkat bicara. Dirinya memberikan solusi untuk mengantisipasi agar hal ini tidak terulang kembali.

“Pertama harus bentuk tim ekonomi yang baik. Kedua, Bawa bukti ke pusat terkait  masalah di daerah, dan terakhir dinas pemberdayaan masyarakat dan instansi terkait terlibat aktif,” pesannya.

Sementara itu di dalam rapat kemarin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) mengatakan, pihak pemerintah daerah telah mempertanyakan alasan pembatalan transfer triwulan IV. Salah satu alasan yang diterima adalah karena kondisi keuangan negara.

“Alasan yang kami terima, pemotongan dilakukan karena alasan kondisi keuangan negara,” ujarnya. (dy)

Tags: DBHdprd kutimSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pecahkan Masalah Pertanian, Buat Dam Parit

Next Post

Kutim Ajukan 1.000 Formasi CPNS 

Related Posts

DPRD Kutim Bakal Laporkan Dugaan Pelanggaran PT AWS ke Gakkum LHK
Kaltim

DPRD Kutim Bakal Laporkan Dugaan Pelanggaran PT AWS ke Gakkum LHK

7 Maret 2026, 17:00
KPK Tanggapi Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah, Respons Keluhan Pemprov Kaltim
Kaltim

KPK Tanggapi Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah, Respons Keluhan Pemprov Kaltim

11 September 2025, 14:29
Ingin Dikirimi Tolak Angin, Ini Penjelasan Ketua DPRD Kutim
Kaltim

Ingin Dikirimi Tolak Angin, Ini Penjelasan Ketua DPRD Kutim

17 April 2025, 20:48
DPRD Kutim Ribut Soal Panja, Faizal; Ketua Jangan Merasa Super Power, Saya Kirim Tolak Angin
Kaltim

DPRD Kutim Ribut Soal Panja, Faizal; Ketua Jangan Merasa Super Power, Saya Kirim Tolak Angin

17 April 2025, 12:52
PKS Rebut Kursi Ketua DPRD Kutim
Kaltim

PKS Rebut Kursi Ketua DPRD Kutim

7 Maret 2024, 15:30
PAD Bontang 2019 Lebihi Target, Capai Rp 218,74 Miliar
Bontang

DBH Bontang Melorot, OPD Diminta Inovatif

13 Oktober 2020, 14:52

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.