bontangpost.id – Tes urine massal secara mendadak di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bontang disetop sementara.
Alasannya, alat untuk tes urine habis. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang Agustinus Widdy Harsono.
Adapun alat tes disiapkan oleh Pemkot Bontang dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Sementara pelaksana yakni BNNK.
“Nanti akan dilanjut lagi kalau alatnya sudah ada, itu yang siapkan pemkot,” ujarnya.
Adapun tes narkoba telah menyasar 9 OPD. Saat ini telah ada 15 orang yang positif menggunakan narkoba jenis sabu. Terdiri dari 13 honorer dan 2 PNS. Terinci, 9 orang dari Disdamkartan, 1 personel Satpol PP, 1 orang pegawai Dinas Perhubungan, 1 honorer di Dispopar, 1 orang dari BPKAD, dan 2 TKD di Bapenda.
Rata-rata mereka sudah mengonsumsi sabu selama bertahun-tahun, bahkan ada yang sudah menggunakan obat terlarang selama 11 tahun terakhir. (*)







