• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Anak Tidur Mendengkur, Orang Tua Perlukah Waspada?

by M Zulfikar Akbar
28 Januari 2019, 18:00
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Mendengkur pada orang dewasa merupakan hal lazim yang biasa ditemui pada kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi lain cerita jika anak yang tidur mendengkur.

Beberapa orang tua mengaku bahwa buah hatinya memiliki hobi mendengkur. Apakah Anda salah satu orang tua yang termasuk di antaranya?

Mendengkur atau ngorok adalah suara yang dihasilkan oleh getaran saluran napas atas ketika ada hambatan pada pergerakan udara saat seseorang berbaring atau tidur. Pada orang dewasa, mendengkur jarang menjadi tanda bahaya dan lebih banyak dikaitkan dengan leher yang besar atau tonsil yang jatuh ke belakang saat posisi berbaring. Namun pada anak, mendengkur sering dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan yang wajib diwaspadai.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa menjadi cikal-bakal mendengkur pada anak:

Infeksi saluran napas
Saat anak batuk pilek atau mengalami reaksi alergi, sumbatan pada sinus-sinus yang terdapat di hidung dapat menjadi penyebab timbulnya suara dengkuran saat tidur. Sumbatan tersebut menyebabkan pergerakan udara di hidung mengalami hambatan, sehingga si Kecil akan melakukan refleks untuk bernapas melalui mulut. Alhasil, timbulah suara mendengkur.

Baca Juga:  Cemas Berlebih Akibat Pemberitaan Coronavirus, Ini Efek Sampingnya

Pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid
Ini adalah penyebab paling sering mendengkur pada anak. Kelenjar-kelenjar yang membengkak dapat menyebabkan anak sulit bernapas normal, sehingga menimbulkan gangguan tidur di malam hari. Gangguan tidur tersebut perlu segera diatasi, karena berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kognitif saat anak beraktivitas.

Deviasi septum hidung
Deviasi septum adalah adanya ketidakseimbangan aliran udara pada cuping hidung bagian kanan dan kiri. Keadaan ini menyebabkan proses bernapas melalui hidung menjadi lebih sulit, karena aliran udara di salah satu lubang hidung lebih kecil daripada lubang hidung lainnya.

Obstructive sleep apnea (OSA)
Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh adanya sumbatan penrapasan berulang, baik total maupun parsial, saat tidur. OSA dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Kendati begitu, OSA pada anak sepatutnya segera ditindaklanjuti karena dapat menyebabkan gangguan perilaku dan kognitif saat anak beraktivitas. Hal ini berbeda dengan OSA pada dewasa, yang biasanya hanya menyebabkan ngantuk berlebihan saat siang hari.

Baca Juga:  Kutim Miliki Dua RSUD

Penyebab utama OSA pada anak adalah pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid. Kondisi ini dapat diatasi dengan pengangkatan kelenjar yang mengalami pembesaran dan observasi setelahnya.

Sebagai orang tua, ada beberapa hal yang dapat Anda perhatikan sebagai petunjuk kapan saatnya waspada dan memeriksakan anak ke dokter jika ia mendengkur:

  • Saat malam:Anak mendengkur hampir setiap hari (3 malam atau lebih dalam seminggu).
  • Napas anak terganggu dengan tersengal, tersedak, atau berhenti sesaat lebih dari 10 detik saat tidur.
  • Anak sampai terbangun akibat gangguan napas tersebut.
  • Anak berkeringat banyak saat tidur.
  • Anak tampak tidur tidak nyenyak dan terlihat kepala berada pada posisi yang tidak biasa.
  • Anak sering mengompol.
  • Saat siang:Anak terlihat mengantuk, misalnya saat bermain atau di sekolah.
  • Anak sulit bangun di pagi hari.
  • Anak sering jatuh tertidur atau terlihat bengong di siang hari.
  • Anak mengalami gangguan belajar dan perilaku.
  • Anak mudah marah atau tersinggung.
  • Anak terlihat bernapas lebih banyak menggunakan mulut.
Baca Juga:  Periksa Kesehatan Jangan Hanya Pada Saat Sakit

Hal yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu mengurangi anak tidur mendengkur adalah menghindarkan si Kecil dari paparan alergen, khususnya jika ia mengalami alergi. Anda juga bisa menidurkan anak dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi menggunakan bantal tambahan. Jika tidur mendengkur pada anak mulai mengganggu aktivitasnya, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).(NB/RVS/klikdokter)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: anak mendengkurkesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ini 7 Makanan yang Baik Dikonsumsi Usai Olahraga

Next Post

Ahmad Dhani Divonis Bui 1,5 Tahun karena Ujaran Kebencian, Hakim Minta Langsung Ditahan

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.