bontangpost.id – Hingga saat ini kasus stunting di Kota Bontang masih menjadi perhatian khusus pemerintah.
Hal itu terlihat dalam gelaran diskusi bertajuk rembuk stunting di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (25/8/2022).
Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Hukum Sigit Alfian saat memimpin jalannya diskusi mengatakan kegiatan ini digelar sebagai upaya pemerintah kota untuk mempercepat penurunan jumlah kasus stunting di Kota Bontang.
Tidak hanya pemerintah saja yang memiliki kewajiban untuk menurunkan stunting. keterlibatan dan komitmen seluruh OPD, masyarakat, lembaga masyarakat, hingga corporate social responsibility (CSR) dibutuhkan untuk menuntaskan masalah stunting.
Terlebih peran PKK, posyandu dan lainnya yang bertatap muka langsung dengan masyarakat juga sangat dibutuhkan.
“Pada kesempatan baik ini kami sampaikan kepada seluruh pihak untuk berkontribusi dalam upaya penurunan stunting,” ungkapnya.
Dalam rembuk tersebut, Sigit menyebut tiga penyebab stunting yaitu rendahnya pola asuh yang tepat dan benar, kurangnya perhatian pola makan dan gizi seimbang sejak masa kehamilan serta kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang higienis.
Menurut survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementrian Kesehatan angka stunting di Kota Bontang per juli 2022 mencapai 20,21 persen. Presentase tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yakni 19,6 persen.
“Maka dari itu, target 2024 stunting di Bontang harus turun menjadi 14 persen,” sambungnya.
Pada tahun ini, pihaknya memetakan lima kelurahan yang menjadi lokasi fokus (Lokus) stunting. Yakni Kelurahan Loktuan, Kelurahan Berbas Pantai, Kelurahan Beerbas Tengah, Api-Api dan Kelurahan Gunung Elai.
“Untuk sementara kami fokus dengan lima kelurahan itu karena tingkat stunting terbilang tinggi,” ucapnya.
Dikatakan Sigit, upaya pencegahan dan penurunan stunting dimulai dari pemberian seribu hari pertama kehidupan melalui pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil, pemberian vitamin untuk ibu hamil dan remaja putri.
Selain itu, pemberian makanan untuk bayi dua tahun ke bawah, pemantauan tumbuh kembang, dan lain lain.
“Dengan kerja sama seluruh pihak, saya yakin tahun ini bisa mencapai target nasional dalam penurunan stunting,” tandasnya. (Adv Kominfo)







