SANGATTA – Tiga bulan menuju perayaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Kutim, merupakan waktu yang singkat untuk seluruh cabor dalam memaksimalkan performa masing-masing. Tidak terkecuali cabor tenis meja yang terus berlatih hingga ke luar negeri.
Dikatakan oleh Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kutim, Agus Aras. Ia menyampaikan sebelum pertandingan, dirinya menyiapkan segala hal. Baik dari fisik maupun teknik. Tak tanggung-tanggung, sejumlah atlet dikirim ke Jerman untuk memantapkan persiapan.
“Kami cabor tenis meja sangat siap dan optimistis menuju porprov ini. Semua yang bisa dilakukan, akan tetap dilaksanakan. Selagi itu untuk kemajuan anggota,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dengan anggaran yang diupayakannya, ia memberangkatkan atlet putra untuk berlatih selama enam bulan lamanya. Terhitung sejak pertengahan 2018 lalu, hingga saat ini atletnya masih berada di luar negeri. Menurutnya, ia akan memulangkan atlet-atlet tersebut pada November mendatang.
“Persiapan harus digalakan sejak jauh hari, kami memilih ke sini, karena di sana susah latihan, tidak ada lawan tanding. Nanti sebulan sebelum porprov, mereka baru pulang,” tuturnya.
Dirinya mengaku masih menunggu anggaran dari KONI yang digadang-gadang akan cair, terlebih pengajuan berkas telah dia lengkapi. Namun dalam waktu yang semakin sempit jelang pelaksanaan, dana sekira Rp 50 juta yang ditunggu tak kunjung diterima.
“Belum cair anggaran, ya saat ini pakai uang yang diusahakan saja dulu,” pungkasnya.
Sebanyak delapan orang atlet yang dibinanya, ia menargetkan dua emas untuk Kutim. Hal itu dirasa cukup dalam persiapan pertandingan selaku tuan rumah.
“Atlet kami ada delapan orang, terbagi dari empat putra dan empat putri. Semoga saja mereka bisa mengharumkan nama Kutim di kancah provinsi, dengan usaha yang selama ini mereka lakukan,” tandasnya. (*/la)







