• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Banjir Terparah! Ratusan Rumah Terendam di Kubar, Tak Ada Anggaran Penanganan di Paser

by M Zulfikar Akbar
14 Februari 2019, 16:00
in Kaltim
Reading Time: 4 mins read
0
BANJIR MELUAS: Banjir di Bentian Besar terus meluas. Ratusan rumah terendam banjir ketinggian hingga empat meter. Sementara banjir di Long Ikis, Paser, disebut lantaran sedimentasi sungai dan berkurangnya daerah resapan. ISTIMEWA

BANJIR MELUAS: Banjir di Bentian Besar terus meluas. Ratusan rumah terendam banjir ketinggian hingga empat meter. Sementara banjir di Long Ikis, Paser, disebut lantaran sedimentasi sungai dan berkurangnya daerah resapan. ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

SENDAWAR – Selain Paser, banjir juga menerjang Kutai Barat (Kubar). Tepatnya di Kecamatan Bentian Besar. Sejak tiga hari terakhir. Sedikitnya 150 rumah terendam. Belasan unit sepeda motor dan mobil tidak sempat diselamatkan. Ketinggian air antara 3-4 meter.

Banjir terparah di Kampung Jelmuk Sibak, Suakong, Panarong, dan ibu kota Kecamatan Bentian Besar; Kampung Dilang Puti. Selain rumah warga banjir juga menggenangi rumah ibadah, sekolah, markas Koramil, dan Mapolsek.

“Ini banjir terbesar sejak puluhan tahun terakhir. Yang menyedihkan, banjir kali ini sangat cepat sekali air naik,” kata Charles, tokoh pemuda Bentian Besar, kepada media ini, kemarin.

Musibah ini pun sangat merugikan masyarakat. Banyak kendaraan dan alat elektronik tidak berhasil diselamatkan. Termasuk pakaian dan perlengkapan di rumah lainnya. Bahkan sarana pendidikan juga ikut terendam. Seperti buku-buku dan lainnya.

“Banjir ini juga memutuskan akses jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Bentian Besar. Banjir kali ini yang terparah dalam sejarah,” kata Kapolsek Bentian Besar AKP Lorensius Balak.

Akses jalan Trans Kalimantan saat ini ada tiga titik yang tergenang air dengan ketinggian 2,5 meter. Sehingga praktis kendaraan tak bisa melintas. “Bagi warga yang hendak melintas di jalan Trans Kalimantan agar selalu waspada dan berhati-hati,” imbaunya.

Hal senada dikatakan Danramil Bentian Besar, Kapten Arf Samsul. Menurut dia, banjir tersebut yang terparah akibat curah hujan yang tinggi hampir setiap hari. Dia mengatakan bahwa sudah hampir sepekan air menggenangi wilayah tersebut dan ketinggian air setiap harinya terus naik. Sehingga semakin banyak rumah warga yang tergenang.

Baca Juga:  Banjir di Tanjung Laut Indah Sepaha Orang Dewasa, Warga Sebut Terparah

Lahan pertanian warga pun rusak. Selain curah hujan yang tinggi dalam sepekan ini, banjir juga disebabkan pendangkalan sungai-sungai serta minimnya drainase. Sehingga tidak bisa menampung volume air yang datang saat musim hujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar telah menyalurkan bantuan sejak Selasa (12/2) llau. Lantaran akses jalan terputus, BPBD tidak bisa mencapai pemukiman penduduk. Hampir satu kilometer jaraknya ke pemukiman penduduk.

“Ketinggian air mencapai 2,5 meter. Jadi tim kami tidak bisa mencapai sasaran,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kubar Jenton. Agar bantuan tetap tersalurkan, dititipkan di Mapolsek Bentian Besar.

“Tapi kami akan tetap melanjutkan peninjauan dan menyerahkan bantuan lagi besok (hari ini). Termasuk membuat dapur umum,” katanya.

Bantuan yang diserahkan berupa mi instan, beras, minyak goreng, air mineral, dan beberapa jenis sembako lainnya. Data BPBD Kubar, empat kampung yang terendam banjir. Atau sekitar 702 jiwa jadi korban. Mulai dari Kampung Dilang Puti, Penarung, Suakong, dan Jelemuq Sibak. Dengan ketinggian rata-rata sepinggang orang dewasa. Akibat banjir ini pun, pihaknya akan koordinasi dengan dinas terkait di provinsi. Agar bantuan, khususnya sembako, bisa tersedia.

BANJIR PASER

Banjir juga menimpa Paser, terutama di Kecamatan Long Ikis, sejak beberapa hari terakhir. Sekolah-sekolah sempat diliburkan karena tergenang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser Bachtiar Effendi mengatakan, saat ini pemkab belum menganggarkan pengendalian banjir.

Faktor alam dan tingginya curah hujan beberapa pekan terakhir menjadi penyebab tenggelamnya sebagian RT di Kelurahan Long Ikis. Meskipun tiap tahunnya Sungai Sekurau di sekitar lokasi memang kerap meluap. Hal ini, kata Bachtiar, disebabkan pengikisan sungai dan sedimentasi.

Baca Juga:  Boltim Diterjang Banjir

“Itu kiriman dari hulu dan sungainya sudah tidak bisa menampung lagi. Ditambah pendangkalan. Galian sirtu (pasir dan batu) di sekitar sungai sekitar juga cukup banyak. Selain itu banyak kebun di wilayah atas aliran sungai. Hutan belantara sudah banyak ditebas yang fungsinya untuk daerah resapan air hanya dipenuhi pohon kelapa sawit, jadi mana daerah yang rendah itu lah yang terkena dampaknya,” kata Bachtiar, Rabu (13/2).

Salah satu solusi agar banjir di Long Ikis bisa teratasi adalah pembangunan Bendungan Lambakan. Sebab, bisa menampung luapan air dari hulu dan mengalirkan ke Muara Telake. Namun, harus bersabar karena pembangunan diperkirakan baru dimulai 2020.

Saat ini, selain Long Ikis, ibu kota Kecamatan Tanah Grogot juga sedang waswas dilanda banjir. Meskipun hanya beberapa jam setelah hujan deras. Belum lama ini, Pemkab Paser menggelar rapat bersama seluruh instansi terkait.

“Untuk banjir di kota pun kita tidak ada anggaran khusus, hanya Rp 200 juta tahun ini untuk pembuatan parit di Jalan Cipto Mangunkusumo. Sebab, tidak ada yang memperkirakan curah hujan tinggi di tahun ini,” tuturnya.

Berbeda tahun lalu, setelah 2017 Kota Tana Paser cukup sering dilanda banjir dadakan, DPUTR Paser menganggarkan Rp 3 miliar untuk pembersihan dan pembuatan drainase di tiga titik saluran air yang rawan buntu menuju ke Sungai Kandilo. Warga pun diminta rajin menggelar gotong royong, membantu membersihkan parit di sekitar pemukiman masing-masing. Khusus parit di pinggir jalan, DPUTR bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser sempat menurunkan alat berat agar bisa membukanya.

Baca Juga:  Sejumlah Wilayah di Bontang Masih Terendam Banjir

“Khusus saluran drainase di ibu kota, sebenarnya sudah ada masterplan-nya di Bappeda. Kami pun pada 2018 lalu menganggarkan berdasarkan masterplan tersebut,” lanjutnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser Romif Erwinadi menuturkan, semakin banyak pemukiman dan tidak berimbanganya daerah resapan air di ibu kota, menjadi salah satu penyebab banjir saat curah hujan tinggi.

Dia menyayangkan mudahnya diterbitkan izin kawasan perumahan tanpa mempersiapkan faktor lingkungan. Seperti penyediaan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST). Sebab, sumbangan sampah rumah tangga yang berujung ke parit, sangat berdampak pada aliran air. Di samping itu pengecoran fondasi yang menghilangkan tanah sebagai daerah resapan air turut menjadi penyebab.

“Apalagi banyak rumah yang sekarang dibangun di daerah rawa. Solusinya, ya, mungkin pembersihan parit lingkungan masing-masing, atau pembuatan folder semisal di kawasan Perumahan BTN Jone yang paling parah kondisinya,” ujar Romif.

Rapat OPD pada 8 Februari lalu menghasilkan beberapa poin. Seperti, camat Tanah Grogot, lurah Tanah Grogot, dan kepala desa yang wilayahnya terdampak banjir agar aktif bergotong-royong membersihkan saluran air.

Kemudian, akan dilakukan normalisasi saluran air oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser. Lalu, penganggaran normalisasi saluran air mengacu masterplan drainase kota Tana Paser akan dilaksanakan untuk tahun Anggaran 2020. ( rud/jib/dwi/k18/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: banjirKubarpasersendawar
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bawaslu Bontang Cari Ratusan Pengawas TPS yang Bisa Operasikan Android

Next Post

Pakai GPS saat Berkendara, Bisa Didenda

Related Posts

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase
Bontang

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase

10 Maret 2026, 08:00
Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon
Bontang

Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon

6 Maret 2026, 14:03
Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan
Bontang

Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan

17 Februari 2026, 18:29
Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak
Bontang

Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak

14 Februari 2026, 18:21
Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar
Nasional

Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar

11 Januari 2026, 08:00
Ratusan Guru Kutai Barat Mogok Mengajar, Tuntut TPP Setara Pegawai Struktural
Kaltim

Ratusan Guru Kutai Barat Mogok Mengajar, Tuntut TPP Setara Pegawai Struktural

18 September 2025, 16:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.