• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pakai GPS saat Berkendara, Bisa Didenda

by M Zulfikar Akbar
14 Februari 2019, 16:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
MEMECAH KONSENTRASI: Seorang pengemudi menggunakan aplikasi GPS di ponselnya. FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST

MEMECAH KONSENTRASI: Seorang pengemudi menggunakan aplikasi GPS di ponselnya. FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

Satu lagi aturan yang bakal membuat pengendara garuk-garuk kepala. Undang-Undang 22/2009. Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Diyakini bakal membuat gerah angkutan berbasis aplikasi daring. Juga bagi pengguna jalan yang tidak yakin arah tujuannya, mudah tersesat, atau mencari kemudahan menemukan arah menggunakan global positioning system (GPS) di telepon seluler.

Beleid ini sudah diterapkan sepekan. Polisi menyebut, siapa saja yang mengoperasikan GPS di ponselnya saat berkendara, bakal disanksi. Denda Rp 750 ribu. Atau kurungan badan tiga bulan.

Tak ayal, banyak yang menginginkan aturan ini direvisi. Terutama mereka yang merasa pro perubahan. Aturan dianggap menghambat kemajuan zaman.

“Kok saya tidak tahu (soal penerapan UU 22/2009),” kata Widi Hartoyo alias Yoyo, Senin (11/2) lalu.

Yoyo sudah empat tahun menjalani profesi pengojek online. Setiap menerima order, telepon pintarnya selalu standby. Merekat seperti gurita di kaca spidometer. Atau kaca helm yang diapit kedua pahanya. Aplikasi pertama yang dibuka tentu GPS. Untuk menentukan jalur yang lebih dekat.

Baca Juga:  Hari Ini, Driver Ojek Online Demo

“Kalau bawa penumpang enak. Bisa tanya. Kalau orderannya barang atau makanan kan sulit,” sebutnya.

Rata-rata dalam sehari, sekira 5 menit baginya untuk menatap layar GPS. Diperkirakan perlu minimal 10 detik untuk memastikan tujuan sudah tepat. Maklum, dia ogah tersesat. Apalagi jika berada di kawasan padat. Seperti permukiman atau perumahan.

“Paling sering pakai di daerah Batakan ke Manggar (Balikpapan Timur). Saya tak hafal kalau masuk-masuk ke jalan-jalan perumahan di sana,” tutur Yoyo.

Untuk melihat GPS, Yoyo memilih cara aman. Menepi lalu berhenti setiap akan melewati simpangan. Meski diakui tak jarang langsung melirik dalam kondisi berkendara. Memang mengganggu konsentrasi. Namun, semua bergantung situasi.

“Seperti melirik spion saja. Kan itu juga mengganggu konsentrasi,” ujarnya.

Manfaat GPS sudah kerap dirasakan. Sering tersesat tanpa petunjuk jalan. Tak ada orang yang ditanya. GPS solusinya. Sekali dia berkendara di dalam kompleks perumahan. Bermodal insting, akhirnya tersesat. Tak tahu jalan keluar. “Muter-muter. Capek sendiri,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hari Ini, Orgatrans Demo Dishub

Narasumber lainnya, Adi, pun begitu. GPS sudah menjadi bagian pekerjaannya. Sebagai sopir, ponsel menemani setiap mengemudi. Keputusan berbelok ketika di persimpangan menjadi hal yang krusial. Mengingat tersesat dengan roda empat dianggap lebih melelahkan dibandingkan roda dua. “Wah, kalau sudah tersesat, pusing bawaannya,” ungkapnya.

Adi punya pengalaman buruk saat mengoperasikan GPS. Dua pekan lalu, dia sedang berkendara menjemput pelanggan. Melintas di Stal Kuda, Jalan Jenderal Sudirman, depan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim. Saat mengecek lokasi di layar ponsel, tiba-tiba mobil di depannya berhenti mendadak. Karena tak sigap, dia lambat menginjak pedal rem.

“Langsung menabrak. Untung tidak parah. Jadi damai di tempat,” sebutnya.

Bagi Adi, aturan melarang penggunaan GPS saat berkendara memang memberatkan. Melihat GPS seperti melirik ke spion. Sama-sama memecah konsentrasi. Namun, kembali kepada diri masing-masing pengemudi.

“Keberatan tentu. Tapi, sebaiknya harus ada sosialisasi terlebih dulu. Agar kami paham aturan mainnya,” sebut Adi.

Lalu, apakah aturan ini sudah diterapkan di Balikpapan? Kasat Lantas Polres Balikpapan AKP Noordhianto mengamini. Sebab, memang secara regulasi, pihaknya bisa melakukan penindakan terhadap pengendara yang terganggu konsentrasinya. Salah satunya mengoperasikan ponsel. Termasuk di dalamnya GPS.

Baca Juga:  Tarif Baru Ojol Diberlakukan, Segini Tarifnya

Noor menekankan, penggunaan GPS bisa ditoleransi. Selama penggunaannya mengaktifkan mode suara. Sehingga pengendara tak perlu melihat layar ponsel. Berbeda jika ponsel digenggam, mata terfokus, hingga jemari bermain di atas layar saat berkendara. Termasuk mengobrol via sambungan udara. Tentu hal ini yang dilarang.

“Teknologi GPS sifatnya memudahkan dalam berkendara. Tidak masalah selama menggunakan fitur suara,” ujarnya.

Untuk melakukan penindakan, petugas juga harus mampu melakukan pembuktian. Untuk bisa menilang, calon pelanggar benar-benar harus tertangkap basah. Jika tidak, yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan.

“Selama tidak terbukti langsung maka yang bisa kami berikan adalah teguran dan imbauan,” kata Noor.

Meski dinyatakan sudah diterapkan, namun hingga kemarin (13/2), belum ada data dan catatan terkait penindakan terhadap pelanggaran penggunaan GPS. (*/rdh/dwi/k15/kpg)

Tags: global positioning systemgps dilarangojek online
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Banjir Terparah! Ratusan Rumah Terendam di Kubar, Tak Ada Anggaran Penanganan di Paser

Next Post

Banjir Guntung Minim Disinggung, Warga Minta Turut Diperhatikan

Related Posts

Pelaku Order Fiktif di Tanjung Laut Indah Bontang Ditangkap Driver Ojol Maxim
Bontang

Pelaku Order Fiktif di Tanjung Laut Indah Bontang Ditangkap Driver Ojol Maxim

23 Agustus 2025, 21:02
Tarif Transportasi Online di Kaltim Direvisi, Dishub; Untuk Melindungi Kepentingan Konsumen
Kaltim

Tarif Transportasi Online di Kaltim Direvisi, Dishub; Untuk Melindungi Kepentingan Konsumen

6 Juni 2025, 13:23
Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada
Nasional

Tarif Baru Ojol Diberlakukan, Segini Tarifnya

3 September 2019, 12:30
Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada
Nasional

Tarif Baru Ojek Online sudah Berlaku di 133 Kota

12 Agustus 2019, 14:56
Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada
Nasional

Kaji Aturan Sepeda Motor Sebagai Angkutan Umum

27 Maret 2019, 13:30
Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada
Bontang

Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada

11 Februari 2019, 19:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.