• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Bekerja untuk ‘Amal Jariah’, Kerap Diundang Jadi Penyuluh

by M Zulfikar Akbar
27 November 2017, 11:18
in Kaltim
Reading Time: 5 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kisah Edi Sukamto Mengajar Ilmu Keperawatan

TENTANG EDI

DOK PRIBADI Edi Sukamto

Nama: Edi Sukamto, SKp, Mkep

TTL: Samarinda, 21 April 1968

Status: Menikah

Jumlah anak: Tiga

Pekerjaan: Dosen Poltekkes Kemenkes Kaltim

Jabatan: Lektor Kepala (Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan)

Pangkat/golongan: Pembina Tk.I. IV/b

Pendidikan:

  • SDN 001 Samarinda
  • MTsN Samarinda
  • Sekolah Perawat Kesehatan Depkes Samarinda
  • SMA Muhammadiyah 1 Samarinda
  • D-III Keperawatan Akper Pajajaran Bandung
  • S-1 Keperawatan Universitas Indonesia
  • S-2 Manajemen Keperawatan Universitas Indonesia
  • Program S-3 MSDM Unmul Samarinda (dalam proses)

Diklat:

  • Akta Mengajar III IKIP Bandung
  • Akta Mengajar IV UNM Makassar
  • PEKERTI Universitas Terbuka – Dirjen Dikti
  • Applied Approach Kopertis Wilayah XI Kalimantan
  • Beragam Diklat teknis dan fungsional

Riwayat luar negeri:

  • Tim Kesehatan Haji Indonesia Saudi Arabia
  • Psychiatric Nursing on disaster setting Hyogo Institute Kobe dan Japanese Nursing Association Tokyo
  • Nursing Care Management and Remuneration system for Nurses National University Hospital Singapore
  • Technical Vocational Schools and Association of Philippines

Riwaya

t organisasi:

  • Tim Penggerak PKK Kaltim
  • Palang Merah Indonesia Kaltim
  • Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kaltim
  • Dewan Kesehatan Kaltim
  • DPD Indonesia Anti Narkoba Kaltim
  • Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI Kaltim
  • AIPViKI Pusat

 

Niat tulus menolong orang lain membawa Edi Sukamto menjadi seorang perawat. Bukan hanya merawat pasien, pria ramah ini juga membagikan ilmunya dengan menjadi dosen di sekolah keperawatan hingga di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kaltim.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

KEINGINAN Edi untuk menjadi perawat berawal dari latar belakang yang menarik. Rupanya saat masih belia, Edi tinggal di lingkungan dekat rumah sakit. Karenanya dia akrab dengan pemandangan hilir-mudik para perawat yang khas dengan seragam putih. Dari situlah perlahan timbul keinginan Edi untuk memilih perawat sebagai profesinya.

“Saya melihat pada perawat memakai baju dinas mereka. Menolong orang lain, bisa menyuntik, bisa mengkhitan, dan bisa menangani kecelakaan,” ungkap Edi memulai kisah.

Kepada Metro Samarinda, Edi menyebut langkahnya belajar ilmu keperawatan juga dipengaruhi nasihat kedua orang tuanya. Kata dia, sang ibu sempat menasihatinya untuk menuntut ilmu di bidang keperawatan. Ini didasari kiprah sang ayah yang menjadi pegawai di Rumah Sakit Selili kala itu sejak 1950.

Nasihat sang ibu dan keakraban dengan dunia keperawatan tak pelak membuat Edi mengikuti tes di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Depkes, Samarinda. Di satu sisi, prestasinya sebagai peringkat satu saat MTs membuat Edi diterima masuk SMA 2 Samarinda tanpa tes. Edi pun dihadapkan pada pilihan masuk sekolah umum atau sekolah keperawatan.

“Pada akhirnya saya mengikuti nasihat ibu untuk sekolah di keperawatan dan lulus tes,” sambung anak kedelapan dari sepuluh bersaudara ini.

Edi menuturkan, kala itu masuk di sekolah keperawatan terbilang realistis. Pasalnya ketika diterima bersekolah di sana, selain biaya pendidikan gratis, juga mendapat tunjangan dinas setiap bulan. Pun begitu, para siswa mendapat fasilitas asrama. Edi termasuk satu dari 120 mahasiswa yang beruntung diterima di sekolah keperawatan tersebut.

“Karena itu saya benar-benar memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin. Alhamdulillah saya masuk peringkat satu ketika baik ke tingkat dua dan ke tingkat tiga. Ketika lulus yudisium, saya juga peringkat pertama,” beber Edi.

Lulus di tahun 1987, Edi diminta menjadi calon guru di almamaternya tersebut. Terbilang aktif di bidang kesiswaan, dia lantas direkrut menjadi staf di sekolah dengan harapan dapat membina adik-adik kelasnya. Saat menjadi staf itulah Edi memutuskan untuk kembali sekolah di SMA guna menambah keilmuannya.

“Maret 1988 saya bersekolah lagi di SMA Muhammadiyah. Jadi di pagi hari saya bekerja, sorenya saya sekolah,” jelasnya. Pendidikan SMA-nya tersebut ditempuh hingga lulus tahun 1990. Sehingga Edi memiliki dua ijazah sekolah menengah atas yang berbeda.

Di tahun 1994, Edi mendapat tugas belajar di Akademi Keperawatan (Akper) Padjadjaran Bandung. Sebagaimana prestasi yang dia torehkan sebelumnya, di akademi ini dia menjadi mahasiswa terbaik peringkat ketiga. Setahun kemudian, Edi pulang ke Samarinda dan menikah. Dia melanjutkan kariernya sebagai guru di SPK.

Keberuntungan seakan tak mau jauh dari Edi. Tahun 1996, dia diamanahi tugas dari pemerintah untuk bergabung dengan tim kesehatan haji Indonesia Saudi Arabia. “Saya merasa beruntung sekali waktu itu. Karena saya baru sekali dan langsung dipanggil untuk terlibat di tim kesehatan haji,” kisah Edi.

Setiap keberhasilan yang didapat selama menjalani karier bukan lantas membuat pria kelahiran Samarinda, 21 April 1968 ini jemawa. Malahan, keberhasilan tersebut menjadi sarananya untuk selalu bersyukur kepada Allah atas anugerah yang diberi. Edi sendiri mengaku heran dengan keberuntungan yang terus-menerus menghampirinya.

“Dari situ saya menganalisa. Keberhasilan saya ini mungkin dikarenakan doa dari orang-orang yang saya tolong saat saya melakukan praktik keperawatan,” tuturnya.

Tahun 1997, Edi melanjutkan pendidikan tingkat S1 Keperawatan di Universitas Indonesia (UI) dan lulus tahun 1999. Selang empat tahun kemudian, di 2003 dia melanjutkan pendidikan S2 dengan konsentrasi manajemen keperawatan. Mendapat nilai tertinggi di fakultasnya, Edi dipercaya menjadi wakil wisudawan dalam wisuda yang digelar 2005.

“Saya didaulat membacakan janji wisudawan mewakili ribuan wisudawan di hadapan sidang terbuka senat akademik Universitas Indonesia,” tambah Edi.

Selain pendidikan formal, ayah tiga anak ini juga mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan (diklat) keperawatan. Sederetan proses pendidikan inilah yang lantas berperan penting dalam keilmuan yang Edi miliki. Bukan disimpan sendiri, ilmu-ilmu keperawatan ini diajarkannya serta digunakannya untuk membantu orang lain.

Bercerita tentang pengabdian, Edi telah berkiprah sebagai pegawai negeri sipil (PNS) selama 29 tahun. Selain bekerja di sekolah keperawatan dan kini dosen di Poltekkes Kaltim, Edi juga sempat bekerja di rumah sakit Islam (RSI). Menariknya, sebelum mendapat SK pengangkatan PNS, Edi pernah ditawari bekerja untuk LNG Badak.

“Saya dihadapkan pada pilihan antara bekerja untuk LNG Badak atau di sekolah keperawatan. Tawaran dari LNG Badak waktu itu terbilang lebih menggiurkan. Tapi saya lebih memilih untuk tetap di sekolah keperawatan,” kenangnya.

Hidup adalah pilihan, itulah yang diyakini Edi. Bagi Edi, kiprahnya di  bidang keperawatan bukan sekadar mencari penghidupan. Melainkan dijadikan ladang pengabdian untuk beramal jariyah. Baik dalam kapasitasnya sebagai tenaga kesehatan maupun melalui jalur pendidikan. Motivasi untuk beramal jariyah dan melayani masyarakat itulah yang menjadi jalan hidupnya hingga kini.

“Saya menjadi dosen sejak 2001, waktu itu dosen kesehatan jiwa. Mata kuliah yang saya ajarkan hingga saat ini di antaranya ilmu kesehatan jiwa, manajemen kegawatdaruratan, keperawatan profesional, etika, keperawatan jiwa, pengembangan kepribadian, dan komunikasi keperawatan,” urai Edi.

Di luar tugasnya sebagai tenaga pendidik dan juga manajemen pendidikan, Edi aktif dalam unit pengabdian masyarakat yang ada di Poltekkes. Pria yang hobi menulis ini menjadi konselor penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zak adiktif lainnya (Napza). Dia juga melayani konseling gangguan kejiwaan.

“Layanan yang saya berikan berupa psikoterapi dan terapi keluarga. Terutama untuk mahasiswa. Pasien dan klien saya bukan hanya dari Samarinda, tetapi juga daerah-daerah lain di Kaltim. Bahkan ada juga yang datang jauh-jauh dari Jawa,” terang Edi.

Nama Edi memang cukup dikenal di lingkungan keperawatan di Indonesia. Dia kerap diundang menjadi penyuluh dan narasumber dalam berbagai kegiatan ilmiah. Baik di Kaltim, Kaltara, dan juga berbagai daerah di nusantara.

Edi dipercaya memberikan penyuluhan tentang narkoba, kesehatan jiwa, dan pengembangan karakter mahasiswa. Pun begitu, beberapa perguruan tinggi di luar negeri pernah dikunjunginya.

“Pernah juga saya diundang ke Hyogo Institute di Jepang dalam kegiatan psychiatric nursing on disaster,” beber pria yang pernah menyandang gelar dosen berprestasi tahun 2004 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ini.

Sebagai pembantu direktur bidang kemahasiswaan, Edi punya tugas mengelola lembaga pendidikan Poltekkes sebagai sebuah industri. Meliputi satu rentang dari hulu ke hilir, mulai dari proses rekrutmen mahasiswa hingga pendampingan mahasiswa agar dapat diterima di dunia kerja. Dalam hal ini, Edi turut mendorong mahasiswa untuk bisa berkarya hingga ke luar negeri.

“Itulah mengapa saat ini budaya bahasa Inggris tengah dikembangkan di lingkungan Poltekkes. Agar lulusan-lulusannya dapat berbicara banyak hingga tingkat internasional,” sebut Edi.

Pengalaman paling berkesan bagi Edi yaitu ketika apa yang dia sampaikan bisa memberikan manfaat. Salah satunya ketika ada kalimat-kalimat motivasi yang dia ajarkan ternyata menjadi inspirasi bagi para mahasiswanya setelah mereka terjun ke dunia kerja. Padahal, Edi sudah lupa dengan kalimat-kalimat yang diucapkannya tersebut.

“Saya lantas berpikir, jangan-jangan dari tangan-tangan mahasiswa saya inilah yang bisa menghalangi saya dari siksa kubur. Mudah-mudahan apa yang saya lakukan ini jadi media sarana untuk mendapatkan keberkahan di sisi Allah,” pungkas Ketua III Dewan Kesehatan Kaltim ini. (***)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dewan Setuju Toilet Beras Basah Ditertibkan

Next Post

Arung Jeram Kutim Juara Umum

Related Posts

Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00
Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026
Bontang

12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

2 November 2026, 09:15
Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti
Kriminal

Pria di Muara Badak Diringkus Polisi, Tujuh Paket Sabu Ditemukan di Rumah

2 November 2026, 08:17
Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Hujan dan Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Gang Bakau Indah Bontang Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.