Komisi II Tekankan Upaya Komunikasi Persuasif
BONTANG – Komisi II menyetujui adanya penertiban toilet di Pulau Beras Basah. Sekretaris Komisi II Suwardi mengatakan, Pemkot Bontang lebih mengedepankan komunikasi persuasif kepada para warga sehingga proses penertiban bisa berjalan lancar.
“Langkahnya mesti dengan pendekatan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Artinya pemerintah yang membangun tetapi masyarakat di sana sebagai pengelolanya,” kata Suwardi.
Diakuinya, sarana dan prasarana seperti itu harus tersedia di tempat wisata. Pasalnya para wisatawan yang berkunjung pasti membutuhkannya. “Kalau pemerintah ingin menertibkan harus ada solusinya,” tambahnya.
Komisi II juga sepakat terkait perbaikan jembatan dan papan nama yang rusak terkena abrasi air laut. Bentuknya, komisi II akan mengawal penganggaran perbaikan tersebut berkenaan dengan salah satu ikon kota Bontang.
“Apa yang direncanakan di APBD saya berharap ini bisa terlaksana supaya ikon Kota Bontang semakin menarik untuk dikunjungi,” ucapnya.
Berkenaan dengan pembuatan dinding penahan abrasi akan dikonsultasikan di tingkat provinsi. Dibutuhkan biaya yang besar sementara posisi keuangan daerah diterpa defisit.
“Memang ini harus kami pikirkan dan mengupayakan langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Salah satunya ke provinsi dan kami bicarakan lagi dengan pemerintah,” tuturnya.
Sebelumnya diwartakan, penertiban area Pulau Beras Basah akan dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dalam waktu dekat. Kadisporapar Bambang Cipto Mulyono mengatakan, maraknya toilet buatan warga yang tinggal di sana tidak tertata rapi, sehingga terkesan kumuh.
“Menyedihkan, dulu Beras Basah ini merupakan salah satu ikon wisatanya Bontang, ini jadi tempat kumuh karena banyak toilet umum yang dibangun oleh masyarakat yang tinggal di Beras Basah dan tenda-tenda ini akan ditertibkan, tidak bisa dibiarkan begini,” kata Bambang dalam lawatannya bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, Minggu (19/11) lalu.






