Tunggu Hasil Audit BPK, Pembahasan Diperkirakan Mulai Juli
BONTANG – Jika APBD murni 2017 senilai Rp 865 miliar, kini Pemkot Bontang berharap ada kenaikan pada APBD Perubahan (APBD-P). APBD-P pun diperkirakan bisa dilakukan pembahasan bulan Juli mendatang. Pasalnya, pembahasan APBD-P dilakukan jika pemeriksaan BPK sudah selesai.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BPKD) Bontang Amiluddin mengatakan, pemeriksaan BPK akan berakhir di Mei ini. “Perkiraan tanggal 15 Mei pemeriksaan selesai,” jelas Amiluddin saat ditemui di Auditorium Wali Kota Bontang, Rabu (10/5) kemarin.
Setelah selesai pemeriksaan BPK, lanjut dia, akan ada review lagi untuk perbaikan. Sehingga kemungkinan, di bulan Juli mulai pembahasan APBD-P. Sedangkan target selesai pembahasan tak bisa diprediksi waktunya. “Yang jelas kami akan lihat dulu kondisi keuangan Bontang setelah hasil audit BPK selesai,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dari hasil audit BPK itu pula, nantinya Pemkot Bontang bisa merumuskan perencanaan yang harus dilaksanakan di APBD perubahan. Untuk tahapan penyusunannya pun, diawali dari pembahasan terlebih dahulu. Pasalnya, penyusunan anggaran harus dimasukkan kembali dalam batang tubuh APBD. “Jadi berapa silfa-nya nanti, nah itulah yang akan dimasukkan,” imbuhnya.
Disinggung soal rencana Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberikan subsidi biaya operasional untuk PDAM Tirta Taman, Amiluddin mengatakan pihaknya akan melihat terlebih dahulu. Kalaupun benar, maka secara otomatis masuk ke APBD-P karena harus masuk dulu ke dalam batang tubuh APBD-P. “Nominalnya belum tahu persis. Tetapi harapan kami mudah-mudahan bertambah dari APBD murni 2017,” tutupnya.(mga)







