• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Bimbing Siswa SLB Hasilkan Karya, Telaten Jadi Kunci Utama

by M Zulfikar Akbar
14 Maret 2017, 13:02
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Weny Emelia Masitoh. (Fahmi Fajri/Bontang Post)

Weny Emelia Masitoh. (Fahmi Fajri/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Weny Emelia Masitoh (192)

Memiliki kemampuan dalam bidang tata busana, selain digunakan Weny untuk mendesain gaun atau pakaian yang bagus, juga dimanfaatkan untuk membimbing anak didiknya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bontang . Maski tak mudah, namun lewat kesabaran dan keuletannya, kini siswa-siswinya yang menyandang disabilitas itu mampu menghasilkan berbagai macam karya berupa kerajinan tangan.

Bambang, Bontang

Menjadi pengajar di SLB tentulah berbeda jika dibandingkan dengan guru di sekolah umum. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan yang tinggi dalam menghadapi anak-anak penyandang keterbatasan (difabilitas). Hal inilah yang juga dirasakan sosok Weny Emelia Masitoh.

Walau dalam kondisi kekurangan, namun tak pernah menyurutkan niat wanita kelahiran Tulungagung, 22 Oktober 1991 itu untuk mentrasfer ilmunya kepada anak-anak didiknya di SLB Bontang.

Baca Juga:  Peran Ibu dalam Mencetak Generasi Peradaban

Memegang mata pelajaran tata busana dan prakarya, dengan penuh kesabaran wanita berparas ayu itu selalu membimbing setiap muridnya untuk membuat suatu kerajinan tangan hingga membuat pakaian. Hasilnya pun, tak kalah bagus dengan buatan orang normal pada umumnya.

“Awalnya memang sedikit kesulitan dalam menghadapi mereka. Terutama dalam hal komunikasi. Namun karena lama kelamaan sudah terbiasa, akhirnya sekarang sudah lebih mudah untuk mengarahkan,” ujarnya.

Meski sebelumnya tak pernah menempuh pendidikan khusus untuk menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), namun bagi Weni — panggilan akrabnya –, dengan memperhatikan kebiasaan masing-masing muridnya yang memiliki beragam karakter, disanalah baru bisa dirinya menentukan metode apa yang tepat. Sehingga apa yang dia sampaikan, bisa sampai ke anak didiknya.

Berkat tangan dinginnya itulah, kini siswa-siswi SLB Bontang mampu membuat aneka karya mulai dari kerajinan tangan hingga pakaian. Di antaranya baju, keset, sarung tangan, rok, kemeja, taplak, ikat rambut, dan aneka kerajinan kain lainnya.

Baca Juga:  Perempuan dan Diskriminasi
Tampak salah satu siswa SLB menunjukkan baju hasil karyanya. (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Sementara untuk skill, anak didiknya kini juga sudah bisa menggunting, merangkai kerajinan, membuat pola pakaian, hingga menjahit.

“Penerapannya lebih ke berkesinambungan. Jadi siswa tubagrahita hanya dibebankan tugas yang ringan-ringan saja karena memang kemampuannya yang terbatas. Barulah selanjutnya pekerjaan itu dilanjutkan oleh siswa tunarungu,” terang anak pertama dari pasangan Anwar Sanusi dan almarhumah Lilik Warsini itu.

Selain menjadi guru, Weny juga merupakan seorang fashion desaigner. Dia mengaku, sejak kecil dirinya sudah menyukai menggambar dan mendesain sesuatu. Berkat rekomendasi dan restu dari orang tua, akhirnya bakat Weny tersebut dia kembangkan di bangku kuliah.

Bahkan saat memasuki semester akhir, Weny berhasil meraih Best Sewing dalam ajang kompetisi pembuatan produk sendiri berupa baju tingkatan Adibusana.

Baca Juga:  Tabuh Drum sejak Usia 3 Tahun, Andalkan Ingatan dalam Berlatih

Usai lulus kuliah, dirinya juga sempat bergabung di manajemen Batik Kuntul Perak Bontang. Saat di sana, dirinya juga pernah dipercaya untuk merancang dan membuatkan baju untuk ajang Puteri Pariwisata 2014-2015 di perhelatan bertajuk “Pelangi Nusantara”.

Tak jarang, dirinya juga kerap kali menerima pesanan pembuatan pakaian dari orang lain. Diluar itu, Weny juga kerap kali diminta untuk memberikan pelatihan keterampilan tata busana di LPK Ayulia yang berlokasi di Bontang Baru.

“Ke depan, harapannya bisa membuat lembaga pelatihan sendiri. Semacam rumah jahit ekslusif. Saat ini masih tahap mengumpulkan dana. Semoga saja bisa terwujud,” pungkasnya. (bersambung)

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Akhirnya, Sinkronisasi Data Usai, BNI Life Siap Dicairkan

Next Post

Besok, Guru Swasta Kutim Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.