• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Bocah 6 Tahun di Samarinda Jalani Operasi Usus Buntu, Orang Tua Duga Salah Diagnosis di Puskesmas

by BontangPost
28 Juli 2026, 14:02
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Sulung Nugroho ketika menunjukkan bukti rekaman video di Puskesmas Lempake.

Sulung Nugroho ketika menunjukkan bukti rekaman video di Puskesmas Lempake.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Seorang bocah berusia enam tahun di Samarinda, Kalimantan Timur, harus menjalani operasi usus buntu setelah sebelumnya beberapa kali menjalani pemeriksaan di Puskesmas Lempake.

Orang tua pasien menduga terjadi kekeliruan diagnosis yang menyebabkan penanganan terlambat hingga kondisi usus buntu anaknya memburuk dan pecah.

Ayah korban, Sulung Nugroho, menuturkan anaknya mulai mengeluhkan sakit perut pada Rabu (8/7/2026) malam. Karena keluhan muncul di luar jam praktik klinik, keluarga memutuskan membawa sang anak ke Puskesmas Lempake sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdaftar dalam program BPJS Kesehatan.

“Anak saya dibawa ke Puskesmas Lempake. Awalnya diberikan obat. Saya pikir tidak masalah karena mungkin masih pemeriksaan pertama,” kata Sulung kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Menurut Sulung, setelah mengonsumsi obat kondisi anaknya tidak kunjung membaik. Saat kembali berobat, dokter disebut mendiagnosis anaknya mengalami diare dan gangguan lambung. Keluarga diminta melanjutkan pengobatan dan kembali jika kondisi pasien belum membaik.

Namun, rasa sakit yang dialami anaknya justru semakin berat. Keluarga kemudian kembali mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Lempake untuk meminta surat rujukan ke rumah sakit.

“Kenapa tanggal 13 kami ke rumah sakit, itu karena tanggal 12 hari libur. Jadi setelah dari puskesmas tanggal 11, kami baru dapat surat rujukan di tanggal 13,” ujarnya.

Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda pada Senin (13/7/2026), dokter spesialis menyatakan anaknya menderita radang usus buntu dengan kondisi yang sudah bernanah dan hampir pecah. Sehari berselang, pasien langsung menjalani operasi.

“Dokternya bilang, ‘Kenapa bawanya baru sekarang? Ini sudah mau pecah.’ Padahal kami merasa tidak terlambat karena sejak awal sakit langsung kami periksakan,” tutur Sulung.

Jalani Perawatan di ICU

Usai menjalani operasi, bocah tersebut harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU selama hampir satu pekan sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Sulung menduga keterlambatan penanganan terjadi karena saat pemeriksaan kedua di puskesmas tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium, meskipun kondisi anaknya saat itu disebut sudah semakin lemah.

Menurutnya, beberapa tenaga medis di rumah sakit menyampaikan kondisi tersebut seharusnya dapat terdeteksi lebih awal apabila dilakukan pemeriksaan penunjang ketika keluhan tidak kunjung membaik.

“Kalau tanggal 11 itu menurut saya harusnya sudah ada pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui sebenarnya sakit apa,” katanya.

Ia juga mengaku baru mengetahui dokter yang menangani anaknya merupakan dokter internship. Selain itu, hingga kini dirinya mengaku belum memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan dokter yang memeriksa anaknya untuk meminta penjelasan.

“Kekecewaan saya kenapa anak saya yang sudah datang dua kali tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah benar sakit lambung atau justru usus buntu,” ucapnya.

Sulung menambahkan, saat pemeriksaan kedua kondisi anaknya sudah sangat lemas dan sulit berdiri. Meski demikian, menurut dia, anaknya kembali diberikan obat tanpa pemeriksaan laboratorium. Keluarga akhirnya yang meminta agar pasien dirujuk ke rumah sakit.

Puskesmas Sebut Pelayanan Sudah Sesuai Prosedur

Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Lempake, Komang Ayu Indah Ardhani, memberikan tanggapan singkat. Ia menyatakan seluruh pelayanan yang diberikan kepada pasien telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Saya hanya bisa menyampaikan bahwa kami puskesmas sudah melayani sesuai prosedur,” kata Komang. (*)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembangunan Lanjutan RS Taman Sehat Bontang Tertunda, DPRD Minta Perizinan Segera Dituntaskan

Next Post

Antrean Pertalite Mengular, Wawali Bontang Sebut Banyak Kendaraan dari Luar Daerah Ikut Mengisi

Related Posts

Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri
Bontang

Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

30 Oktober 2026, 20:19
Solar Subsidi Tak Cukup, Nelayan Bontang Harus Berebut Jatah
Bontang

Solar Subsidi Tak Cukup, Nelayan Bontang Harus Berebut Jatah

30 Oktober 2026, 18:52
Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal
Bontang

Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

30 Oktober 2026, 15:44
Perceraian di Indonesia Tembus 438 Ribu Kasus, Judi dan Zina Kian Mengkhawatirkan
Nasional

Perceraian di Indonesia Tembus 438 Ribu Kasus, Judi dan Zina Kian Mengkhawatirkan

30 Oktober 2026, 15:30
Seragam Pramuka Bakal Masuk Paket Bantuan Sekolah Gratis Bontang Tahun Depan
Bontang

Seragam Pramuka Bakal Masuk Paket Bantuan Sekolah Gratis Bontang Tahun Depan

30 Oktober 2026, 14:21
Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

30 Oktober 2026, 12:56

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.