SAMARINDA – Jerih payah para atlet muda kontingen Bontang akhirnya berbuah manis. Meski dengan persiapan minim tapi mampu meraih peringkat lima dalam Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) Kaltim XV yang dihelat di Kota Samarinda selama sepekan terakhir.
Namun, keberhasilan ini tidak dipercantik dengan hasil akhir di cabang olahraga (cabor) sepak bola yang berlaga di Stadion Sempaja Samarinda, Sabtu (29/9) sore kemarin. Sebab, dalam pertandingan terakhir tersebut cabor sepak bola Bontang kalah dengan skor 2-5 melawan Paser. Dua gol itu berhasil disarangkan oleh M Ali Irwan sebagi kapten di menit ke-60 dan 81.
Meski demikian, Kepala Pelatih Cabor Sepak Bola Bontang, Nurdin mengaku, cukup puas dengan raihan anak-anak didiknya tersebut. Sebab ia menyebut kekalahan pihaknya itu bukan disebabkan oleh buruknya teknik permainan di lapangan. Namun lebih dikarenakan faktor eksternal yang sudah menjadi kebiasaan tuan rumah.
“Saya kecewa dengan keputusan wasit saat melawan tim dari Samarinda kemarin. Karena terkesan berpihak kepada tuan rumah,” ungkapnya, Sabtu (29/9) kemarin.
Ia membeberkan, dikarenakan hal tersebut, mental timnya menjadi down. Selain itu, karena salah satu pemain mendapat kartu merah atas nama M Rahmatullah di menit ke-33 membuat performa pihaknya semakin timpang dalam menghadapi tim lawan.
“Bayangkan saja, sudah mental anak-anak down ditambah kekurangan satu pemain. Jadi kami sepuluh lawan sebelas, sulit untuk menang,” ujarnya.
Sementara di cabor Tenis Lapangan yang berlaga pada, Jumat (28/9) sebelumnya, Bontang berhasil menyumbangkan medali perunggu. Medali itu diraih lewat kelas Ganda Putra Perorangan, M Haikal dan M Alim setelah takluk dari atlet unggun nomor satu Berau.
Kepala Pelatih Cabor Tenis Lapangan Bontang, Pri Mustofa mengaku, dari beberapa kelas yang dipertandingkan, anak asuhnya berhasil menyumbangkan dua medali perunggu. “Walaupun raihan medali ini belum maksimal. Tapi kami tetap bersyukur bisa menorehkan prestasi di tengah minimnya persiapan dan latihan. Ke depan kami akan berupaya meningkatkan lagi raihan prestasi,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengaku, cukup puas dengan raihan atlet-atlet muda Bontang tersebut. Sebab, dalam ajang pekan olahraga pelajar paling bergengsi di Kaltim ini pihaknya memang menarget dapat masuk lima besar.
“Alhamdulillah capaian ini sesuai dengan target. Saya ucapkan terima kasih kepada para atlet Bontang yang sudah berjuang dengan maksimal,” kata dia.
Meskipun sudah sesuai target, Bambang tidak memungkiri banyak hal yang harus di evaluasi ke depannya. Salah satunya dalam hal persiapan. Ia menuturkan, kurangnya anggaran menjadi salah satu penyebab minimnya persiapan yang dilakukan para atlet muda itu. Karena tidak dapat melakukan seleksi maupun training camp (TC).
Selain itu, salah satu cabang olahraga (cabor) yang diandalkan pihaknya pun tidak dapat tampil secara maksimal. “Kalau tahun kemarin kan banyak penyumbang medali emas. Namun, untuk tahun ini seperti Judo salah satu atlet andalan kami sedang cedera, jadi kami juga tidak bisa berharap banyak,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia menarget jika dalam dua tahun ke depan pihaknya dapat masuk tiga besar. “Akan kami siapkan dari sekarang agar lebih matang. Harapannya di 2020 mendatang bisa masuk tiga besar. Mudah-mudahan tidak terkendala di anggaran,” ucapnya. (*/dev/adv)
PEROLEHAN MEDALI ATLET BONTANG
Cabang Olahraga Emas Perak Perunggu
Taekwondo 4 – 1
Judo 2 3 8
Bulu Tangkis 2 2 1
Tinju 2 1 4
Atletik 1 2 2
Panahan 1 1 2
Pencak Silat – 9 3
Tarung Drajat – 1 4
Tenis Meja – 1 2
Karate – – 5
Sepak Takraw – – 4
Tenis Lapangan – – 2
Bola Basket – – 1
Gulat – – –
Angkat Besi – – –
Catur – – –
Voli – – –
Dayung – – –
Sepak Bola – – –
TOTAL 12 20 39






