• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Boyke untuk Dampak Ma’erot 

by BontangPost
22 Juli 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
DAHLAN ISKAN

DAHLAN ISKAN

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Saya seperti tidak sabar. Ingin segera kembali ke Samarinda. Ketemu dokter Boyke Soebhali lagi. Yang akan mencopot “selang” yang masih tertinggal di saluran kemih istri saya.

Juga untuk melihat apakah di dalam ginjal istri saya sudah benar-benar bersih. Dari sisa-sisa pecahan batunya. Yang dihancurkan tiga minggu lalu.

Istri saya pernah pingsan beberapa hari. Gara-gara batu ginjal. Yang sudah keluar sendiri dari ginjal. Tapi nyanggrok di saluran kemih. Berhenti di situ. Bikin luka. Dan bernanah. Dan tidak ketahuan.  Tiba-tiba pingsan.

Di Surabaya istri saya sudah berhasil mengatasi yang gawat itu: meski harus lewat pingsan.

Tapi untuk mengeluarkan batu ginjal yang lain tidak mudah. Alat yang cocok hanya ada di RS A.W. Syahranie Samarinda.  Dokter Boyke Soebhali yang ahli menjalankannya.

Belakangan sudah ada beberapa RS lain yang punya alat itu. Tapi saya sudah memutuskan ke Samarinda. Sekalian pulang kampung.

Ternyata masih ada dua batu lagi di ginjal istri saya. Semua sudah dikeluarkan. Di Samarinda itu.

Dari mana dokter Boyke belajar mengoperasikan alat itu? Ia memang urolog alumni Unair. Tapi alat itu belum ada saat ia lulus spesialis ginjal.

Baca Juga:  Wajah Baru Jalan Thamrinku

”Saya ini suka magang,” ujar Boyke.

Untuk keahliannya itu ia magang di Korea.

Tapi mengapa dokter Boyke masih ambil PhD di Erasmus University Rotterdam, Belanda?

”Profesor Doddy, guru saya di Unair juga bertanya seperti itu,” ujar Boyke.

Padahal di Indonesia untuk ambil doktor urologi tidak kalah baiknya.

”Tapi disertasi saya nanti kan di bidang rekonstruksi saluran kencing. Termasuk rekonstruksi alat kelamin laki-laki,” katanya.

Di Indonesia, kata Boyke pada gurunya itu, belum ada yang bisa jadi pembimbing. Prof Doddy akhirnya setuju. Berangkatlah dokter Boyke ke Rotterdam. Membawa proposal penelitian bidang rekonstruksi. Diterima.

Maka Boyke harus mondar-mandir Samarinda-Rotterdam.

Alasan lainnya: Boyke akan menggunakan penelitian klinis. Bukan penelitian ilmu dasar.

Di Indonesia, katanya, kini  sudah beda: sudah sulit. Tidak bisa lagi mengajukan proposal yang bukan penelitian ilmu dasar.

Dokter Boyke memang banyak punya bahan dari prakteknya sehari-hari.

Samarinda itu, katanya, memiliki pasien yang sangat banyak. Yang memerlukan rekonstruksi alat kelamin laki-laki. Banyak pasien yang mengalami kerusakan kelamin.

”Di Riau teman saya hanya menangani pasien jenis ini beberapa saja. Di Samarinda dalam waktu yang sama saya menangani ratusan kasus,” katanya.

Baca Juga:  Menunggu Putusan Sabrina

Waktu yang sama itu, maksudnya, enam tahun.

Mengapa Samarinda begitu tidak membanggakan? Kampung istri saya itu? Di bidang penis?

Ternyata praktik memperbesar penis lebih banyak terjadi di Kaltim. Dampak jangka panjang pembesaran penis itu negatif. Bagian luar penis jadi mengeras. Kulit penis rusak.

Dokter Boyke sendiri kelahiran Samarinda. Sampai SMA masih di tepian Mahakam itu: tahu persis mengapa orang Samarinda begitu.

Begitu lulus dari Unair dulu ia langsung bertugas di Samarinda. Selesai spesialisasi urologi pun balik lagi ke Samarinda. Tahu persis budaya orang Kaltim. Termasuk budaya peninggalan suku pedalaman.

Awalnya memperbesar kemaluan itu untuk emosi kenikmatan. Termasuk atas keinginan pihak wanita. Tapi keburu nafsu. Kurang bijak.

Dokter Boyke menemukan begitu banyak kasus kerusakan penis itu.

Ia pun memperdalam itu: bagaimana merekonstruksi fisik penis yang rusak. Kalau tidak, ini akan menyiksa. Wanitanya kesakitan. Laki-lakinya begitu juga.

Praktik memperbesar kemaluan itu umumnya dengan cara suntik. Dilakukan oleh pedagang obat. Bukan oleh tenaga medis.

Baca Juga:  Irawati

Yang disuntikkan itu ternyata sejenis minyak. Banyak macamnya. Ada yang dibilang minyak kasturi. Minyak bulus. Minyak Ma’erot.

Suatu kali dokter Boyke mendapatkan pasien korban Ma’erot. Pertanyaan detilnya: benarkah Ma’erot hanya memijit-mijit penis? Hanya mengoleskan minyak? Tidak adakah Ma’erot minta pasien memejamkan mata? Lalu adakah dirasakan sakit seperti ditusuk? Saat Ma’erot memijit-mijit penis?

Si pasien ternyata mengakui  semua itu. Hanya saja ia tidak tahu. Tidak menyadari. Karena lagi terpejam. Saat dipijat-pijat itu ternyata ada rasa sakit.

Seperti disuntik. Bukan hanya rasa nikmat. Nikmat campur sakit. Tapi dikira itu bagian dari keahlian Ma’erot memijit.

Rupanya jarum suntiknya disembunyikan. Dirahasiakan. Agar si empunya penis tidak  takut. Kalau sejak semula diberitahu akan ada suntikan ia tidak akan percaya lagi pada Ma’erot. Yang terlanjur dipercaya punya keahlian misterius.

Tapi apa hubungannya Ma’erot dengan ilmu urologi? Ternyata kasus seperti itu masuk ranah ilmu urologi. Karena, definisi urologi, adalah: ilmu yang mempelajari saluran kemih pria dan wanita serta saluran reproduksi pria.

Itu bukan berarti Anda boleh ke Ma’erot lagi. Dengan alasan: toh sudah ada dokter Boyke. (dis)

Tags: dahlan iskan
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Pendirian Minimarket, Dewan Minta Pemkot Tegas

Next Post

Kejari Lebih Utamakan Pencegahan 

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Ancam Bakar Rumah, Ayah di Samarinda Perkosa Anak Kandung Puluhan Kali Selama 7 Tahun

    Mantan Pimpinan Pondok Pesantren di Bontang Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.