• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Buah Tangan Khas Borneo Sepi Peminat 

by BontangPost
10 Maret 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
SEPI PENGUNJUNG: Barang pedagang yang menjual souvenir atau makanan khas Kaltim di Samarinda kesulitan menjual barang dagangan mereka.(ILUSTRASI)

SEPI PENGUNJUNG: Barang pedagang yang menjual souvenir atau makanan khas Kaltim di Samarinda kesulitan menjual barang dagangan mereka.(ILUSTRASI)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Awal tahun 2018 ini menjadi waktu yang cukup berat bagi sebagian besar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Samarinda. Pasalnya, usaha kerajinan yang mereka miliki sepi peminat. Akibatnya berdampak pada ikut menurunnya omset yang mereka miliki.

Ria, salah satu pelaku UKM di Samarinda mengaku, dirinya sekarang cukup kesulitan memasarkan barang dagangan miliknya. Bahkan sejak awal Januari lalu, hanya sedikit pembeli yang berkunjung ke tokonya. Terutama mereka yang merupakan para wisatawan luar Kaltim, maupun dari mancanegara.

“Kalau dibandingkan tahun 2017 lalu, sekarang jumlah mereka (wisatawan) yang datang membeli barang untuk oleh-oleh tidak seberapa lagi. Makanya, omset yang saya dapatkan pun sekarang juga ikut menurun,” kata wanita yang berjualan di Jalan Slamet Ryadi, Teluk Lerong Ulu ini, Jumat (9/3) kemarin.

Baca Juga:  Tugas Berat, Dilakukan Bertahap

Ia menyebut, jika dibandingkan tahun lalu, omset yang mampu dia dapatkan bisa mencapai Rp 4-5 juta perbulan. Sedangkan dalam tiga bulan terakhir menurun drastis. Setiap bulannya kini ia hanya mendapatkan omset Rp 1 juta.

“Bahkan ada sampai Rp 800 ribu saja. Makanya, kami mulai khawatir. Karena, untuk membayar biaya kontrakan ruko yang kami tempati ini setahun sampai Rp 35 juta,” ungkapnya.

Beberapa diantara buah tangan yang kemasan makanan yang dijual para pedagang di sepanjang Jalan Slamet Ryadi, Samarinda yakni,  kerupuk amplang, keminting, abon ikan, kue cincin, dan dodol. Makanan olahan khas Benua Etam tersebut dibandrol mulai harga Rp 5 ribu hingga Rp 60 ribu.

Baca Juga:  Golkar Cari Pendamping Rita

Selain itu, beberapa diantara pelaku UKM juga ada yang menjual pernak-pernik. Misalnya, manik, bening, anjat, seraung, dan perisai atau kelabing yang merupakan ciri khas suku Dayak. Ada juga beberapa jenis kain dan pakaian khas Borneo.

Para pelaku UKM di Kota Tepian berharap adanya dukungan yang nyata dari Pemerintah Kota (Pemnkot) Samarinda, ataupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Terutamanya dalam meningkatkan jumlah pariwisata yang berkunjung ke Kaltim. Karena dengan naiknya jumlah wisatawan, maka barang dagangan bisa dipasarkan secara maksimal.

“Selama ini dukungan dari pemerintah masih sangat kurang. Belum ada solusi atau pembekalan yang diberikan kepada kami para pedagang. Misalnya, seperti saat ini, kami juga jadi bingung kenapa tiba-tiba pembeli sepi. Kami jadi bingung mau menjual barang yang kami punya,” kata Ria.

Baca Juga:  Lolos Verifikasi Berkas dan Kesehatan, Rizal Sah Dampingi Sofyan Hasdam di Pilgub Kaltim 

Dia menambahkan, umumnya para pedagang mulai berjualan dari pukul 09-00 Wita sampai pukul 21.00 Wita. Dari waktu itu, dalam seharinya hanya ada tiga atau empat pembeli yang membeli barang dagangannya. Kebanyakan dari mereka hanya membeli kerupuk amplang, ikan abon, atau kue cincin.

“Kami sangat berharap Pemkot Samarinda maupun Pemprov Kaltim memberikan solusinya dan bimbingan kepada kami para pedagang. Kami tidak ingin sampai harus berhenti berjualan. Sebab hanya dari usaha ini kami bekerja dan dari mencari makan,” pungkasnya. (*/aj/drh)

Tags: Metro SamarindaSovenirUMKM
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pesawat Angkatan Laut Singgah di Bontang

Next Post

Harga TBS Periode Maret Turun, Ini Penyebabnya….

Related Posts

Bontang Targetkan Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal, UMKM Jadi Prioritas
Pemkot Bontang

Bontang Targetkan Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal, UMKM Jadi Prioritas

7 Agustus 2026, 11:00
DKUMPP Bontang Data Pelaku UMKM, Asdar; Tahap Awal via WhatsApp
Bontang

DKUMPP Bontang Data Pelaku UMKM, Asdar; Tahap Awal via WhatsApp

3 Juli 2025, 13:20
Kabar Gembira untuk UMKM, Perbankan Genjot KUR Lebih Banyak Tahun ini
Nasional

Kabar Gembira untuk UMKM, Perbankan Genjot KUR Lebih Banyak Tahun ini

26 Januari 2024, 16:00
Pelaku Bisnis Kerajinan Tak Bisa Maksimalkan Potensi Pelaksanaan MTQ
Bontang

Pelaku Bisnis Kerajinan Tak Bisa Maksimalkan Potensi Pelaksanaan MTQ

10 Juni 2021, 15:31
1.262 UMKM Diajukan Terima BLT
Bontang

1.262 UMKM Diajukan Terima BLT

22 September 2020, 07:27
Pangan Stabil Jelang Ramadan
Bontang

Dongkrak Ekonomi Usai Pandemi, Kadin Siapkan Strategi Bisnis

14 Mei 2020, 21:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.