Setelah Menyelesaikan Pembayaran Kontraktor
BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berjanji akan melaksanakan kewajibannya terkait pembayaran honor guru ngaji, yang tertunggak selama enam bulan. Hal ini dia sampaikan saat menghadiri pembukaan Training Center (TC) Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Nasional yang diselenggarakan Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di arena Baitul Quran Pisangan, Minggu (19/2) lalu.
“Insya Allah setelah selesai membayar kontraktor sesuai dengan Permendagri 31 tahun 2017 yang jumlahnya 100 miliar lebih ini, barulah saya akan melaksanakan kewajiban saya membayar honor guru ngaji se Bontang,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Kata Neni, tertunggaknya pembayaran honor guru ngaji ini karena memang imbas defisit anggaran yang terjadi saat ini. Neni juga menerangkan, Bontang saat ini kehilangan APBD 1200 Miliar, sebelumnya sebesar 1,9 Triliun, kini hanya tinggal Rp 795 miliar saja. Kendati demikian, Neni berujar jika kondisi Bontang masih jauh lebih baik dari daerah lain, karena masih bisa memberikan honor kepada guru ngaji.
“Memang karena tidak ada uangnya. Apalagi ditambah provinsi juga belum membayar utangnya sebesar dua puluh miliar yang seharusnya bisa digunakan untuk membayar honor para guru ngaji,” terangnya.
Walau demikian, Neni menggaku Pemkot sudah bersurat resmi ke Provinsi Kaltim. Dalam waktu dekat, utang provinsi akan segera disalurkan.
“Sekali lagi saya minta maaf. Namun saya menganggap ini adalah utang pemkot kepada bapak-ibu guru ngaji. Insya Allah jika sudah ada uangnya, akan segera kami bayarkan,” tandasnya. (bbg)







