SANGATTA – Pemkab Kutim mengelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah, di Masjid Agung Al-Faruq, Bukit Pelangi, Sangatta, kemarin.
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad pada malam hari dari Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaksa di Baitulmukadas dengan kendaraan burrak.
Sedangkan Mikraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidilharam ke Masjidilaksa, langsung ke Sidratul-muntaha pada malam hari untuk menerima perintah salat lima waktu.
Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Ismunandar, tersebut membawa tema
“Sifat Jujur, Disiplin, Tawaddhu, dan Sabar”.
Pada acara tahunan tersebut, mayoritas jamaah berasal dari pegawai. Baik PNS maupun TK2D. Bahkan hampir semua pimpinan OPD dan FKPD memadati masjid agung tersebut.
Yang menjadi sorotan ialah masalah tema yang diusung. Tentu saja, tema ini merupakan sentilan halus untuk semua pegawai di Kutim. Pasalnya, tema ini mengisyaratkat kepada pegawai agar berkata jujur, disiplin dalam bekerja, bersabar dalam menghadapi keadaan saat ini, dan rendah hati.
“Yang hadir banyak dari pegawai terutama pejabat eselon. Semoga dengan menghadiri acara ini iman dan ketaqwaan kita bertambah,” harapnya Bupati Ismu.
Ismu meminta kepada warga yang hadir dapat menyimak dengan seksama ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Sayyid Safaruddin Latief yang juga merupakan Wakil Ketua STAI DDI Mangkoso Sulawesi Selatan.
“Semoga lewat ceramah ini mampu menjadi bekal untuk menambah keimanan kita,” sambung Ismu.
Ustaz Sayyid Safaruddin Latif dalam ceramahnya juga meminta kepada semua jamaah yang hadir agar dapat berkata jujur dalam ucapan, disiplin dalam bekerja, rendah hati kepada Allah dan sesama, dan bersabar dalam menghadapi masalah dan ujian.
“Semua itu merupakan sifat Nabi Muhammad. Kita wajib meneladaninya secara keseluruhan,” ajak Ustaz Sayyid.
Menjadi hal penting lainnya ialah masalah ibadah yang diperintahkan kepada semua ummat muslim di dunia Inilah merupakan inti dari perjalanan Nabi Muhammad tersebut.
“Sesibuk apapun kita dalam bekerja, jangan lupakan salat. Karena salat merupakan kewajiban. Salat adalah tiang agama. Jadikan salat kita menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi dalam setiap waktunya,” pesannya.
Tak kalah penting, dirinya mengajak semua pegawai dan masyarakat agar dapat memakmurkan masjid dalam setiap waktunya. Karena sangat disayangkan, jika masjid yang seindah ini tak dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Makmurkan masjid. Karena hal itu merupakan salah satu perbuatan nabi. Mari kita contoh. Karena sebaik-baik teladan  ialah Rasulullah,” katanya. (dy)







