• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Dari Cleaning Service Kini Jadi Lurah 

by BontangPost
28 Februari 2017, 13:02
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Chahyo Hadi Wicaksono (BAMBANG/BONTANG POST)

Chahyo Hadi Wicaksono (BAMBANG/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

 

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Chahyo Hadi Wicaksono (178)

Roda kehidupan terus berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Begitulah yang dirasakan sosok Chahyo. Bekerja sebagai cleaning service (CS) pernah dilakoni. Berkat tekatnya yang kuat, akhirnya nasibnya berubah.

Bambang, Bontang

Usai menyelesaikan pendidikan di bangku Aliyah, Chahyo remaja memiliki keinginan yang besar untuk merantau. Kota pilihannya tertuju pada Bontang, lantaran kala itu dia memiliki paman yang tinggal di Kota dengan motto Kota Taman tersebut.

Namun keinginannya kurang disetujui orang tuanya, terutama dari sang ayah. Hal ini karena pada tahun 1979-1981 silam, sang ayah pernah merasakan sulitnya pergi ke Bontang.

“Mungkin karena saat itu medannya sulit dijangkau, sehingga Bapak tidak merekomendasikan saya merantau ke Bontang,” ujarnya.

Namun dari penuturan orang tuanya, terucap kata-kata “Kalau Bisa Jangan”. Dari itulah, akhirnya suami Ghena Sapta Martiana ini memiliki celah untuk melakukan diskusi dengan kedua orang tuanya mengapa alasannya sehingga dia tidak direkomendasikan untuk merantau ke Bontang. Chahyo pun memberikan penjelasan, dimana pun dia berada, maka rezekinya sudah diatur Allah SWT.

“Kalau seandainya kala itu orang tua melarang berangkat, saya tidak akan berangkat. Namun usai memberikan pemahaman, akhirnya saya mendapat restu orang tua merantau,” bebernya.

Baca Juga:  Mintarike Asteria, dari Abon Tuna hingga Bandar Oleh-Oleh

Pergi merantau tahun 2002, karena tak ingin menyusahkan pamannya, sehingga pertama kali Chahyo menginjakkan kaki di Bontang, dirinya bertekad mencari pekerjaan. Awal kerjaan yang pertama kali dia lakoni adalah cleaning service  di Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang.

Berbagai tugas dia jalani seperti bersih-bersih kantor, mencuci motor, memotong rumput, hingga ikut memasang rambu-rambu lalu lintas di Bontang. “Intinya semua pekerjaan semua saya kerjakan saat itu,” ucapnya.

Melakoni pekerjaan itu kurang lebih setahun, di tahun 2003, dirinya mendapatkan informasi penting. Bermula dari iklan di koran yang saat itu mengumumkan jika ada program sekolah gratis, dirinya pun iseng-iseng mencoba program tersebut. “Saya tidak tahu jika program itu ternyata adalah kuliah. Saat dijalani, baru saya tahu jika pengumuman sekolah gratis itu adalah program kuliah,” ungkapnya.

Berbagai tahapan pun dia lalui untuk bisa mengikuti program tersebut, mulai dari mencari informasi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bontang terkait persyaratannya, tes psikologi yang dilaksanakan di Unmul Samarinda, tes Samapta di Korem 091/ASN Samarinda, tes kesehatan di RSUD Wahab Sjahranie Samarinda, dan tes akademis di BKD Provinsi Kaltim.

Usai mengikuti semua tahapan dan dinyatakan lolos, akhirnya dirinya diberangkatkan ke Jatinangor Sumedang untuk menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor. Namun anehnya, selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, Chahyo tidak pernah memberitahukan kedua orang tuanya.

Baca Juga:  Diva Dangdut Asal Bontang yang Merambah Nasional

Kedua orang tuanya baru tahu jika anaknya menempuh kuliah saat diundang dalam acara pengukuhan praja dari pihak kampus. Di acara pengukuhan ini, orang tua bertugas untuk memasangkan tanda pangkat kepada anak-anak mereka sebagai tanda telah lulus menempuh pendidikan.

“Jadi saat itu kami yang berjumlah 1.200 praja dibariskan di lapangan. Sementara orang tua bertugas mencari anaknya masing-masing. Saat menemukan saya, disitulah orang tua saya terharu bangga serta tidak pernah menyangka jika anaknya berhasil menempuh pendidikan kuliah,” terangnya.

Usai menempuh pendidikan itulah, tak lama Chahyo dikukuhkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Presiden SBY. Usai menjalani itu semua, dirinya akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bontang.

Sudah merasakan ditempatkan di berbagai instansi, per 31 Desember 2016, dirinya akhirnya ditunjuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang untuk memimpin Kelurahan Bontang Baru. Baginya bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat adalah tujuan utamanya.

“Kami juga di Bontang Baru memfokuskan untuk melakukan pembinaan ke anak-anak muda. Karena kami yakin, masa depan tentu akan ditentukan oleh masa sekarang. Jika saat ini masa depan generasi muda bagus, tentu di masa depan juga akan bagus. Begitu juga sebaliknya. Ini juga sekaligus dalam rangka mendukung visi misi Pemkot Bontang,” pungkasnya (bersambung)

Baca Juga:  Perjuangan Nandang Yang Jajakan Pisau hingga Tanah Seribu Sungai

Tentang Chahyo

Nama                                      : Chahyo Hadi Wicaksono

TTL                               : Kudus, 2 Januari 1984

Pekerjaan                      : Lurah Kelurahan Bontang Baru

Alamat                                    : Jalan Kladi 1, Nomor 9 RT 4 Kelurahan Gunung Elai

Istri                                         : Ghena Sapta Martiana

Anak                                       : Aisyah Al-Humaira, Fatima Az-Zahra, Muhammad Amirul Hakim Al-Ghifary

Orang tua                                  : Sugondo- Yuana Ernayanti

Pendidikan                              : Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Al-Tanbih Kudus

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’ahid Kudus

Madrasah Aliyah (MA) Negeri 2 Kudus

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Riwayat Tugas

  • Staf Pembantu Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang 2002
  • Staf Pembantu Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bontang 2007
  • Pelaksana harian (Plh) seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan Tanjung Laut 2007 – 2008
  • Kasi Tata Pemerintahan Api-api 2008 – 2009
  • Sekretaris Kelurahan Satimpo 2009 – 2010
  • Sekretaris Gunung Telihan 2010 – 2012
  • Sekretaris Gunung Elai 2012 – 2014
  • Kasi Pengembangan Obyek Wisata (POW) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

(Disbudpar) Bontang 2014 – 2016

  • Lurah Bontang Baru 2016 – sekarang

Motto Hidup                          : Berfikir besar, Bekerja Untuk yang Besar, Syukuri hasilnya

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rita Kejar Rusmadi

Next Post

Soal Masalah Lahan Perumahan Korpri di Bontang Lestari, Neni: Masih Proses

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.