• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Dewan Ramai-Ramai Bersuara, Pertanyakan APBD Perubahan dari Silpa hingga Pendapatan Retribusi

by BontangPost
26 September 2018, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi(Net)

ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

“Fraksi PAN meminta pemerintah menjelaskan  rincian pos anggaran mana saja Silpa berasal. Jangan sampai sisa anggaran sangat besar ini merupakan Silpa yang bersumber dari belanja langsung yang notabene untuk kepentingan rakyat.” Muspandi (Ketua Fraksi PAN)

“Kami perlu penjelasan dari pemerintah atas penurunan PAD dari sumber-sumber lainnya seperti retribusi daerah turun 22,77 persen, bagi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan turun sebesar 9,83 persen.” Sarkowi V Zahry (Ketua Fraksi Golkar)

“Fraksi Partai Demokrat mempertanyakan penurunan di bagian retribusi daerah di mana hampir di semua lini retribusi daerah mengalami penurunan antara 21 persen sampai dengan 37 persen dari target yang telah ditetukan.” Jafar Haruna (Juru bicara Fraksi Partai Demokrat)

“Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari anggaran semula sebesar Rp 217,29 miliar berkurang sebesar Rp 21,35 miliar. Turun sebesar 9,83 persen. Hal ini menunjukkan hasil pengelolaan kekayaan daerah masih perlu terus ditingkatkan.” Edy Kurniawan (Anggota Fraksi PDI Perjuangan)

“Masih terlalu besarnya Silpa, menunjukkan banyak kegiatan yang tertunda. Bahkan tidak dapat dilaksanakan. Ini berarti, target yang telah ditetapkan, tidak terealisasi.” Ahmad Rosyidi (Juru bicara Fraksi PPP-NasDem)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyampaikan noda penjelasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018. Anggaran perubahan tersebut telah disepakati senilai Rp 10,13 triliun. Namun demikian, sejumlah pertanyaan dan kritikan ramai dilontarkan semua fraksi di DPRD Kaltim.

Baca Juga:  Proyek Multiyears Serap Anggaran Rp 350 Miliar Per Tahun 

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim, Muspandi mempertanyakan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) senilai Rp 541,26 miliar. Sebab sisa anggaran tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 341,26 miliar dari alokasi rencana APBD 2018.

“Kami meminta kepada pemerintah menjelaskan rincian pos anggaran mana saja Silpa itu berasal. Jangan sampai sisa anggaran sangat besar ini merupakan silpa yang bersumber dari belanja langsung yang notabene untuk kepentingan rakyat,” kata Muspandi, Selasa (25/9) kemarin.

Sebab menurut dia, bila benar Silpa tersebut berasal dari belanja langsung yang bersentuhan dengan kesejahteraan rakyat, justru akan berakibat negatif bagi masyarakat.

Sementara anggota Fraksi Partai Demokrat, Jafar Haruna mempertanyakan penurunan pendapatan di bidang retribusi yang mencapai 21 persen hingga 37 persen. Padahal, sektor tersebut sangat potensial bagi peningkatan pendapatan daerah.

Baca Juga:  Tutupi Kekurangan Anggaran Murni, Kutim Perlu Rp 300 M di APBD Perubahan 

“Kami mempertanyakan penurunan yang terjadi di bagian retribusi daerah. Di mana hampir semua lini retribusi daerah mengalami penurunan antara 21 persen sampai 37 persen dari target yang telah ditentukan,” katanya.

Selain itu, Fraksi Demokrat mempersoalkan minimnya pendapatan Pemprov Kaltim dari penyertaan modal di delapan perusahaan daerah (perusda). Dari sejumlah perusda tersebut, pendapatan pemerintah mengalami penurunan sebesar 9,8 persen atau Rp 21,35 miliar.

“Hanya pendapatan Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera yang mengalami kenaikan Rp 8,87 miliar yang disebabkan kenaikan harga batu bara,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Sarkowi V Zahry mengapresiasi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang disetor pada APBD Perubahan Kaltim 2018. Namun demikian, terdapat sub sektor PAD yang justru mengalami penurunan.

Baca Juga:  Soal Mutasi Kapolresta Samarinda, Kapolda: Tidak Ada Kesalahan!

“Kami perlu penjelasan dari pemerintah atas penurunan PAD dari sumber-sumber lainnya seperti retribusi daerah turun 22,77 persen dan bagi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan turun sebesar 9,83 persen,” tanya Sarkowi.

Kemudian, anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Edy Kurniawan mempersoalkan berkurangnya pendapatan pemerintah daerah di bidang pengelolaan kekayaan daerah.

“Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari anggaran semula sebesar Rp 217,29 miliar berkurang sebesar Rp 21,35 miliar. Turun sebesar 9,83 persen. Hal ini menunjukan hasil pengelolaan kekayaan daerah masih perlu terus ditingkatkan,” ucapnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: APBD-PdprdMetro Samarinda
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kepindahan Herwan Dinilai Rugikan Hanura 

Next Post

Kejar Kursi Wawali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pepet PKS dan Demokrat

Related Posts

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan
Kaltim

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan

18 April 2023, 19:00
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Dinkes-KB Dinilai Kecolongan
Bontang

Dinkes-KB Dinilai Kecolongan

22 Desember 2018, 17:50
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.