• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Di Balik Antrean Panjang SPBU Bontang, BIN: Jangan Sepelekan Keberadaan Pengetap

by Dwi Kurniawan Nugroho
29 Agustus 2026, 14:40
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Koordinator Wilayah BIN Bontang, Nikolaus. (Nasrullah/Bontang Post)

Koordinator Wilayah BIN Bontang, Nikolaus. (Nasrullah/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Antrean panjang di sejumlah SPBU Bontang dinilai tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan distribusi BBM. Aktivitas pengecer atau pengetap juga diminta menjadi perhatian pemerintah.

Koordinator Wilayah Badan Intelejen Negara (BIN) Bontang, Nikolaus, meminta Pemerintah Kota dan DPRD Bontang menyelesaikan persoalan BBM hingga ke akar masalah. Koordinasi dengan Pertamina juga dinilai diperlukan untuk mendapatkan kejelasan mengenai pola distribusi BBM di daerah.

Menurut Nikolaus, keberadaan pengetap tidak bisa dianggap sepele. Selain berpotensi memengaruhi antrean di SPBU, BBM yang kembali dijual secara eceran membuat harga yang dibayar masyarakat menjadi lebih tinggi.

View this post on Instagram

 

A post shared by Bontang Post (@bontangpost.id)

Ia mencontohkan, Pertalite dengan harga resmi Rp10.000 per liter dapat dijual pengecer sekitar Rp13.000. Sementara Pertamax yang dibanderol Rp16.300 per liter di SPBU bisa mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000 di tingkat pengecer.

Baca Juga:  Sanksi untuk Dua SPBU di Bontang Dicabut 19 Desember

“Memang betul BBM dari pengetap lari ke masyarakat, cuma harganya pasti berubah,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga di tingkat eceran berpotensi berdampak pada sektor lain yang bergantung pada BBM, seperti jasa travel dan kurir. Peningkatan biaya operasional dapat berimbas pada harga barang maupun jasa yang diterima masyarakat.

Nikolaus juga meminta pemerintah dan DPRD memperhatikan aktivitas penjualan BBM secara eceran. Ia mengingatkan bahwa kegiatan niaga BBM memiliki ketentuan perizinan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Penjualan BBM secara eceran melalui Pertamini maupun bensin botolan, kata dia, perlu menjadi perhatian karena tidak seluruhnya memiliki izin resmi.

Baca Juga:  Pemerintah Perbaiki Kebijakan BBM Satu Harga

Selain persoalan legalitas, aktivitas tersebut juga dinilai memiliki risiko keselamatan, terutama potensi kebakaran. Kondisi itu juga dikhawatirkan mengganggu keadilan dalam distribusi BBM.

Nikolaus menyebut penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi memiliki konsekuensi pidana dan denda sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Karena itu, ia menilai persoalan antrean perlu ditangani dari dua sisi. Pemerintah perlu meminta kejelasan terkait distribusi BBM dari Pertamina sekaligus memperketat pengawasan terhadap aktivitas pengetap yang membeli BBM bersubsidi untuk kembali dijual.

Menurutnya, apabila persoalan tersebut dibiarkan berlarut, antrean panjang berpotensi menjadi persoalan yang terus berulang.

“Melihat kejadian di beberapa daerah, hal ini berdampak (antrean panjang) dalam skala jangka panjang,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:  Pemilik Toko Bantah Mengelabui dan Mencampur BBM
Tags: Antrean BBMbbm
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

Next Post

Bontang Dilanda Kemarau, Salat Istisqa Digelar di Tengah Ancaman Karhutla

Related Posts

Harga BBM Pertamina Per 1 Oktober 2026, Simak Rincian Lengkap untuk Wilayah Kaltim
Nasional

Harga BBM Pertamina Per 1 Oktober 2026, Simak Rincian Lengkap untuk Wilayah Kaltim

1 Oktober 2026, 13:00
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Meski Dianggap Ilegal, Pengecer BBM di Bontang Tetap Difasilitasi DPRD
Bontang

Meski Dianggap Ilegal, Pengecer BBM di Bontang Tetap Difasilitasi DPRD

31 Agustus 2026, 11:12
Pertamina Luruskan Isu Kuota Pertalite Bontang, Bukan Dikurangi tapi Diatur agar Cukup hingga Akhir Tahun
Bontang

Pertamina Luruskan Isu Kuota Pertalite Bontang, Bukan Dikurangi tapi Diatur agar Cukup hingga Akhir Tahun

31 Agustus 2026, 09:26
Antrean Pertalite Makin Parah, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Ganjil-Genap
Bontang

Antrean Pertalite Makin Parah, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Ganjil-Genap

28 Agustus 2026, 14:56
DPRD Bontang Geram SBM Pertamina Mangkir Rapat, Jurnalis Disebut Ikut Diblokir
DPRD Bontang

DPRD Bontang Geram SBM Pertamina Mangkir Rapat, Jurnalis Disebut Ikut Diblokir

28 Agustus 2026, 13:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.