SAMARINDA – Melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan membuat Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil upaya antisipasi. Di antaranya dengan meninjau langsung pusat-pusat perdagangan di daerah, salah satunya di Samarinda.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan dalam kunjungan kerjanya Selasa (17/4) kemarin menyempatkan diri meninjau langsung ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar di Samarinda. Di antaranya ke Pasar Segiri, pasar modern Lotte Mart Grosir, dan tempat pergudangan milik Badan Urusan Logistik (Bulog) Samarinda di Jalan IR Sutami.
Nurwan didampingi sederet instansi meliputi Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disprindakop) Kaltim, Satuan Tugas (Satgas) Pangan, kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, hingga Bulog.
Dari pantauan kemarin, Nurwan mendapati harga sejumlah stok bahan pokok di Samarinda masih cukup aman. Terutama untuk keperluan selama dua sampai tiga bulan ke depan. Selain itu, Nurwan menilai harga barang-barang di Samarinda juga terbilang cukup stabil dan relatif terjangkau.
Meski begitu, dalam kunjungannya di Pasar Segiri, Nurwan menyoroti harga jual bawang merah dan bawang putih yang dinilai cukup mahal. Pasalnya saat ini harga bawang merah dijual Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih dijual Rp 30 ribu per kilogram.
“Saya minta kepada dinas terkait di Kaltim supaya bulan ini, atau menjelang bulan puasa, harga bawang putih khususnya bisa segera distabilkan di angka Rp 25 ribu. Jangan sampai ada kenaikan lagi,” seru Nurwan.
Sementara untuk stok atau pasokan beras di Samarinda ataupun Kaltim secara umum, Nurwan menyebutkan juga masih terbilang cukup aman untuk keperluan beberapa bulan ke depan. Pasalnya saat ini di Bulog Samarinda sendiri masih memiliki stok sampai 5 ribu ton beras medium. Sedangkan untuk beras premium masih ada 400 ton.
“Saya kira masih cukup kalau hanya untuk keperluan sampai Iduladha. Dari kualitas beras yang dimiliki Bulog juga cukup bagus. Seperti beras medium sekarang dijual Rp 9.950 ribu per kilogram. Kalau untuk premiun dijual Rp 13.300 ribu per kilogram. Harga ini masih cukup terjangkau buat masyarakat,” tuturnya.
Sebelum meninjau pasokan beras milik Bulog di daerah pergudangan, Nurwan juga menyempatkan diri meninjau langsung pasar modern Lotte Mart Grosir di Jalan HM Kadrie Oening. Pada kesempatan itu, Nurwan mendapati adanya perbedaan harga jual bawang putih. Di pasar ini, bawang putih ternyata dijual Rp 28.500 ribu per kilogram.
“Seperti di Pasar Segiri, saya ingin harga jual bawang putih segera ditekan diharga Rp 25 ribu. Harus ada kesamaan harga. Biar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Antar pasar rakyat dan pasar modern harga jualnya tidak boleh terlalu jauh berbeda,” katanya.
Pada kesempatan itu, Nurwan mengingatkan agar para distributor barang tidak bermain-main dengan harga bahan pokok di pasaran. Terutama menjelang bulan Ramadan. Ia menegaskan, jika ada oknum distributor yang bermain-main, maka yang bersangkutan bisa dibawa ke ranah hukum.
“Nanti akan ada tim dari pusat yang kami turunkan untuk mengawasi pasokan bahan pokok di daerah. Terutama dua minggu sebelum puasa dan lebaran. Jika ada harga yang dimainkan, berarti ada distributor yang sedang bermain-main, atau sengaja menimbun barang. Maka yang bersangkutan bisa ditindak secara hukum,” tegasnya. (*/aj)







