BONTANG – Sebelum memasuki waktu panen, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) rutin melaksanakan kegiatan survei ubinan padi. Seperti yang dilakukan Kamis (22/3) di Kelompok Tani Sabar Menanti, Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari.
Kepala DKP3 Aji Erlynawati melalui Kasi Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Bontang, Debora Kristiani mengatakan, kegiatan survei ubinan ini bertujuan untuk mengukur produksi tanaman pangan per hektarnya (10 ribu meter persegi). Yang mana setelah dilakukan ubinan, dapat diketahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen.
Ubinan kata Debora, dapat diterapkan pada budidaya tanaman padi dengan cara mengukur beberapa meter untuk dijadikannya tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil perpetak sawah yang ingin diketahui hasilnya.
“Kali ini kami (DKP3, Red.) mengambil sampel hanya luasan 2×2 meter persegi. Hasilnya, diperkirakan hasil panen dalam satu hektare mencapai sekitar 4,2 ton,” ujarnya.
Debora menyebut, tahun ini hasil produksi di Nyerakat Kiri mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Yang mana jika tahun lalu produksi per hektare-nya sekira 3 ton saja, tahun ini bisa mencapai di angka 4 ton. Adapun jumlah luasannya, yakni 21 hektare. “Meskipun ada beberapa padi yang rusak karena faktor alam, namun secara keseluruhan kualitasnya baik,” sebutnya.
Beberapa kiat-kiat dari DKP3 yang berhasil membuat produksi tahun ini bisa naik dari tahun sebelumnya di antaranya, rutin memberikan pembinaan dan penyuluhan, serta memberikan bantuan pupuk dan obat-obatan pembasmi hama. Dengan upaya yang dilakukan DKP3, Debora berharap, bisa meningkatkan kesejahteraan para petani serta bisa mampu memenuhi ketahanan pangan di Bontang.
“Harapan ke depan ubinan ini bisa mendukung upaya khusus (upsus) dalam meningkatkan komoditas padi, jagung, dan kedelai (pajale) yang ada di Bontang,” pungkasnya. (bbg/adv)







