BONTANGPOST.ID, Bontang – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kota Bontang hingga Mei 2026 tercatat mencapai 16.617 kiloliter (KL). Angka tersebut setara 40,01 persen dari total kuota tahunan yang dialokasikan pemerintah sebesar 41.531 KL.
Dari total realisasi tersebut, Pertalite masih menjadi jenis BBM subsidi yang paling banyak disalurkan. Hingga akhir Mei, distribusi Pertalite mencapai 9.679 KL atau sekitar 58,3 persen dari total penyaluran BBM subsidi di Bontang.
Sementara itu, penyaluran Solar subsidi tercatat sebanyak 6.938 KL atau 41,7 persen dari total distribusi BBM subsidi.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Eko Arisandi, mengatakan serapan kuota hingga pertengahan tahun masih berada dalam kategori aman.
“Realisasi penyaluran masih sekitar 40 persen dari total kuota yang tersedia,” ujarnya.
Menurut Eko, sisa kuota yang masih tersedia diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Meski demikian, pengawasan distribusi tetap dilakukan secara ketat agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.
Berdasarkan data yang dihimpun DKUMPP, SPBU Kopkar menjadi penyalur Pertalite terbesar dengan kontribusi 23,6 persen dari total distribusi. Posisi berikutnya ditempati SPBU Kilo 3 dengan pangsa 19,2 persen dan SPBU Tanjung Laut sebesar 18,4 persen.
Adapun untuk Solar subsidi, SPBU Kilo 3 menjadi penyalur terbesar dengan kontribusi mencapai 31,6 persen. Disusul SPBU Tanjung Laut sebesar 24,3 persen dan SPBU Kilo 8 sebesar 23,3 persen.
Eko menegaskan, pemerintah terus melakukan pengawasan melalui pemantauan transaksi serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.
“Kami ingin distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (ak)







