SAMARINDA –Duet antara Syaharie Jaang dan Rizal Effendi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 mulai tampak terlihat. Baik dengan bertebarnya banyak spanduk dan alat peraga kampanye lainnya. Namun hal itu ternyata belumlah final. Pasalnya, duet keduanya belum mengantongi restu petinggi Demokrat di pusat.
Dari pantauan Metro Samarinda, dalam dua pekan terakhir, spanduk duet Jaang dan Rizal memang sudah banyak bertebaran di jalan. Terutama di beberapa persimpangan jalan protokol di Samarinda.
Bahkan duet Wali Kota Samarinda dan Wali Kota Balikpapan ini sudah banyak viral di media sosial. Mulai dari media sosial facebook, instagram, hingga twitter yang mengatasnaman tim atau sahabat Jaang dan Rizal. Keduanya pun telah memiliki semboyan ‘Jari’ (Jaang-Rizal).
Terkait itu, Syaharie Jaang mengaku tidak mempermasalahkannya. Menurutnya semua umbul-umbul dibuat tim yang menginginkan dirinya berduet dengan Rizal, serta kreatifitas dari para pengurus Demokrat Kaltim.
Selain itu, dia mengaku tidak sedikitpun pernah memerintah tim atau sahabat Jaang untuk memasang umbul-umbul tersebut. Kendati demikian, Ketua DPD Demokrat Kaltim tersebut menghargai hal itu dan berterima kasih.
“Setelah beberapa spanduk naik (terpasang) baru mereka laporkan kepada saya. Ya, saya kira itu enggak masalah,” kata Jaang ditemui usai menghadiri salah satu acara di Hotel Aston, Senin (11/9) kemarin.
Meski begitu, Jaang menyebut duet antara dirinya dan Rizal belumlah sikap resmi dari Demokrat. Karena dari DPP Demokrat pun belum memberikan restu alias surat rekomendasi.
“Demokrat dengan teman-teman, dengan tim sudah bicara. Komunikasi dengan pak Rizal selama ini juga cukup intensif,” tuturnya.
Namun seiring dengan dinamika politik semua masih dapat berubah. Karena itu, Jaang juga enggan menutup diri dan ruang komunikasi untuk mencari figur terbaik yang akan mendampingi dirinya di Pilgub Kaltim.
“Kapan deklarasi dan sebagainya, nanti kita lihatlah waktu yang tepat. Dan saya kira untuk saat ini belum waktunya,” ucapnya.
Jika harus memilih, Jaang berharap, dirinya memang bisa berduet dengan Rizal. Selain adanya kesamaan visi dan misi. Jaang menilai Rizal adalah figur yang tepat sebagai rekan dalam membangun Kaltim lima tahun mendatang. “Semoga Allah memberikan kemudahan dan jalan terbaik bagi kami,” pintanya.
Diakui, komunikasi politik ke partai lain terus dilakukan pihaknya. Mengingat Demokrat hanya mempunyai 4 kursi. Sementara dibutuhkan 11 kursi di legislatif Karang Paci supaya bisa melenggang dikontestasi demokrasi Betua Etam 2018.
“Yang pasti komunikasi jalan terus. Karena kita tahu, selain melalui jalur independen. Kan ada jalur partai juga. Nah itu yang sedang kami upayakan,” katanya.
Hanya saja, Jaang enggan menyebutkan dengan partai mana dirinya sudah menjalin komunikasi politik. Khususnya yang membahas langkah koalisi di Pilgub Kaltim 2018. “Rahasia dulu lah. Kalau rahasia itu disebut sekarang, tentu bukan lagi strategi,” ujarnya. (drh)







