BONTANG – Guna mendukung program pemerintah pusat dalam pemenuhan gizi pangan keluarga, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menggelar sosialisasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Rabu (28/3).
Bertempat di Balai Sekaya Maritim (TPI Tanjung Limau), sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Pemprov Kaltim serta satu dari penyuluh pertanian Bontang. Mereka yaitu Rini selaku Kabid Ketahanan Pangan serta Maya Sari selaku Kasi Penganekaragaman Konsumsi Pangan. Adapun dari Bontang, yakni Bambang Tri Daryono yang juga sekaligus pendamping pertanian tingkat kota.
Sebagai informasi, KRPL ini merupakan terusan dari Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Kementerian Pertanian. Program ini memberikan bantuan modal sebesar Rp 50 juta per kelompok dengan menyasar kelompok dasa wisma atau kelompok tani kewanitaan di bawah naungan kelurahan serta sekolah yang ada di Bontang. Selain itu, bantuan ini juga diberikan ke beberapa sekolah yang ada di Bontang.
Kabid Ketahanan Pangan DKP3, Jarkasi, mengatakan, program ini intinya adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk ditanami jenis tanaman pangan dan dimanfaatkan untuk peternakan. Adapun jenis tanaman pangan yang ditanam, diantaranya tanaman holtikultura, sayur-sayuran, umbi-umbian, rempah-rempah, serta tanaman obat keluarga (toga). Adapun untuk peternakan, hewan yang dipelihara seperti bebek dan ayam.
“Tujuannya, untuk mendekatkan gizi pangan terhadap keluarga serta mengenali pentingnya pemenuhan pangan baik di lingkup rumah tangga maupun di sekolah,” ujarnya.
Tahun ini kata Jarkasi, ada 4 kelompok dasa wisma yang mendapat bantuan. Kelompok tersebut di antaranya, Kelompok Kreatif PKK di Kelurahan Gunung Elai, Kelompok Dasa Wisma Zodya 2 di Kelurahan Gunung Elai, Kelompok Matahari I di kelurahan Bontang Kuala, dan Kelompok Dasawisma Cendrawasih di Kelurahan Belimbing. Adapun bantuan ke sekolah, yang mendapatkan yaitu SMKN 1, SMP Bahrul Ulum, SMK Putra Bangsa, dan SMP Yabis.
“Selama proses pengembangan, kami (DKP3, Red.) dibantu penyuluh pertanian dan pendamping kelompok dari staf kelurahan juga rutin melakukan pembinaan. Program ini juga bekerjasama dengan PKK Bontang dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kaltim-Kaltara,” terangnya.
Jarkasi berharap, kedepan program ini dapat terus berkesinambungan dan dapat memandirikan kelompok dasa wisma serta sekolah yang mendapat bantuan. Selain itu juga diharapkan, kelompok yang sudah mandiri tersebut juga bisa merangkul kelompok-kelompok lain di sekitarnya untuk bersama-sama memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong dengan menerapkan apa yang ada dalam program ini.
“Kalau program ini sukses, tentu selain memenuhi kebutuhan gizi pangan keluarga, juga bisa menambah income mereka,” tukasnya. (bbg)







