• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Eks Lubang Tambang Bikin Dilema 

by BontangPost
7 November 2018, 16:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
DIPERTAHANKAN: Sejumlah lubang eks tambang mengelilingi Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar. Banyak warga yang mempertahankannya untuk pengairan di sawah saat musim kemarau.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

DIPERTAHANKAN: Sejumlah lubang eks tambang mengelilingi Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar. Banyak warga yang mempertahankannya untuk pengairan di sawah saat musim kemarau.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Terdapat dua lubang tambang di RT 9 Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah lubang itu diduga milik PT Bukit Baiduri Energi (BBE).

Lubang tambang yang digunakan para remaja tanggung pada Ahad (4/11) lalu yang berakhir nahas itu berdekatan dengan pemukiman warga. Di pinggir lubang itu, terdapat kebun yang ditanami ubi kayu dan beragam jenis sayur-sayuran.

Pada hari yang sama, setelah warga mengebumikan jasad Ari Wahyu (12), penduduk setempat menutup lubang tambang tersebut. Sebelumnya, aparat di Kecamatan Tenggarong Seberang telah memasang garis polisi di sekitar lubang itu.

Sekira 200 meter dari lubang tambang tersebut, terdapat satu lubang lain yang diduga milik PT BBE. Dari pantauan Metro Samarinda, sekira 20 meter dari lubang itu, terdapat tumpukan batu bara.

Sejumlah lubang eks tambang tersebut memiliki kedalaman yang berbeda. Lubang yang digunakan mendiang Ari untuk berenang bersama delapan temannya, berkedalaman sekira satu meter.

Kepala Desa Bukit Raya, Sutardi mengatakan, kasus kematian di lubang tambang di kecamatan tersebut tidak hanya terjadi pada Ari. Sebelumnya, dua orang remaja meninggal dunia di lokasi eks tambang di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Baca Juga:  Lampu Hias Setinggi 40 Meter, Patung Kuda, dan Air Mancur

“Dua orang itu bukan warga saya. Tetapi warga di desa sebelah. Memang di lubang-lubang itu enggak ada peringatan dan pengamanan. Makanya anak-anak bisa masuk dan mandi di situ,” katanya, Senin (5/11) lalu.

Sutardi menyebut, lubang-lubang eks tambang itu sengaja tidak ditutup. Alasannya, pada saat musim kemarau, warga menggunakan air di lubang tambang itu untuk mengairi lahan pertanian.

“Bahkan telah ada paket irigasinya. Lubang itu saja bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah seluas 150 hektare,” jelasnya.

Sutardi menyatakan, keinginan warga tersebut diudukung pemerintah desa. Sudah miliaran anggaran digelontorkan untuk pembuatan irigasi demi mengalirkan air dari lubang tambang ke ratusan hektare sawah di Desa Bukit Raya.

Ada pula penduduk setempat yang menggunakannya untuk pengairan empang dan kebutuhan sehari-hari di sejumlah sekolah di desa tersebut. “Untuk mengalirkan air di situ tidak harus pakai mesin. Cukup alirkan pakai pipa. Mudah saja. Mungkin itu alasan warga memanfaatkan air di lubang itu,” katanya.

Baca Juga:  Terkait IUP, Jatam Ancam Gugat Pemprov

Namun tidak sedikit pula warga yang mendesak lubang itu ditutup. Hal itu terbukti setelah tragedi nahas yang terjadi pada Ahad lalu, warga berinisiatif menutup sendiri lubang tambang itu.

Kata Sutardi, pemerintah desa tidak dapat mengambil kebijakan di tengah pro dan kontra tersebut. Karena itu, hanya pemerintah provinsi dan perusahaan yang berhak menutupnya.

“Hasil pertemuan saya dengan warga, mereka ingin mempertahankan lubang itu. Harusnya kalau undang-undang mewajibkan harus ditutup, mau enggak mau harus ikuti aturan. Tetapi di sisi lain, warga juga memanfaatkannya. Ini yang membuat kami serba dilematis,” terangnya.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kukar, Andika Abbas menegaskan, pemanfaatan lubang tambang oleh warga untuk pengairan lahan pertanian tidak dapat dijadikan alasan bagi perusahaan tak menutup lubang tersebut.

Pasalnya, setelah batu bara dikeruk, perusahaan memiliki kewajiban untuk menutup lubang itu. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba serta Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Baca Juga:  Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa

“Kalau perusahaan membiarkan lubang itu dengan alasan dimanfaatkan untuk kepentingan warga, sama saja perusahaan tidak bertanggung jawab,” kata Andika.

“Pemerintah desa bisa mencari alternatif lain untuk pengairan sawah. Dana desa dari pemerintah pusat bisa digunakan untuk pembuat irigasi dan penggalian sumber air untuk pertanian serta kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.

Andika berpendapat, kematian anak-anak dan remaja sebanyak 31 orang di lubang tambang yang tersebar di Kaltim, mestinya mendorong pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk segera mendesak perusahaan menutup ribuan lubang tambang di Benua Etam.

“Selain itu, meskipun kewenangan penindakan perusahaan yang melanggar aturan itu ada di pemerintah provinsi, bukan berarti pemerintah kabupaten lepas tangan. Harus ada langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Andika juga meminta DPRD kabupaten/kota dan provinsi menggunakan fungsinya. Harapannya tidak ada lagi korban yang meninggal di lubang tambang. “Selama ini, fungsi kontrol dewan itu sangat lemah terhadap perusahaan tambang batu bara. Sekarang kami tagih wakil rakyat turun tangan,” pungkas dia. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Eks Lubang TambangMetro Samarinda
Share43TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kenaikan PAD Punya Aturan 

Next Post

Dikelilingi Dua Perusahaan Raksasa 

Related Posts

Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis
Lingkungan

Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis

28 Desember 2025, 13:22
Anggaran Tak Kunjung Diajukan, Dewan Tunda Pembahasan Lokasi Pemakaman Bontang Barat
DPRD Bontang

Komisi III DPRD Bontang Kukuh Air Kolam Bekas Tambang Dialirkan ke Warga

29 Agustus 2023, 10:04
Kebutuhan Area Genangan Bendungan Marangkayu, 535 Hektar Lahan Belum Dibebaskan
Bontang

Banyak Cara Mengairi Bontang

26 Agustus 2023, 16:57
Jatam Sebut Tak Sehat, PDAM Klaim Sudah Diuji
Bontang

Rencana Pemanfaatan Lubang Tambang untuk Penampung Air Baku, Jatam; Legitimasi Kejahatan Lingkungan

4 Desember 2021, 16:01
Air Eks Lubang Tambang Disebut Laik Konsumsi
Bontang

Air Eks Lubang Tambang Disebut Laik Konsumsi

18 Mei 2021, 15:30
Jatam Sebut Tak Sehat, PDAM Klaim Sudah Diuji
Bontang

Tahun Depan, Bontang Manfaatkan Air Eks Lubang Tambang

5 Agustus 2020, 14:00

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.