• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa

by BontangPost
20 September 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi(Net)

Ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

“Sebelumnya sudah ada MoU dengan Disdikbud Kaltim. Bilangnya insentif Rp 700 ribu per bulan itu akan dibayar 12 bulan. Uangnya sudah disiapkan. Semakin ke sini, kok enggak ada realisasinya. Apalagi sekarang, Disdikbud seolah sembunyi tangan.” Nurhayati (Guru SMA di Samarinda)

“Kami memiliki rekaman bahwa ada janji dari Disdikbud. Masih ada kok videonya. Pak Idhamsyah bilang akan bayar 12 bulan. Kepala Disdikbud Kaltim Bu Dayang bilang sudah ada anggaran Rp 32 miliar. Tetapi sekarang ini kami dengar dana yang cair hanya untuk empat bulan. Kami merasa kecewan.” Martin (Guru SMA di Kutai Barat)

“Kami tidak percaya dengan Disdikbud Kaltim. Selama insentif Rp 700 ribu itu belum dicairkan, kami enggak bisa lagi percaya. Kalau hanya dari mulut saja tanpa bukti, kami takut hanya janji saja. Sama saja itu namanya hoax. Kami sudah trauma karena sering dijanjikan.” Siti Hasnah (Guru SMA di Kutai Timur)

“Kami berharap di pertemuan lanjutan hari Jumat nanti, Kepala Dikbud Kaltim Bu Dayang bisa hadir. Jangan lagi ada perwakilan. Supaya bisa dijelaskan duduk permasalahannya.” Donny (Guru SMA di Mahakam Ulu)

SAMARINDA – Kebijakan terbaru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim yang memberikan tambahan gaji Rp 700 ribu untuk empat bulan kepada guru honorer yang mengajar di SMA/SMK Negeri, mendapatkan tanggapan beragam dari para guru di Banua Etam.

Baca Juga:  Pemerintah Masih Tarik Ulur Relokasi Warga di Bantaran SKM 

Martin, guru SMA Negeri di Kutai Barat, menyatakan sangat menyesalkan kebijakan dari dinas tersebut. Pasalnya, pertengahan tahun 2018 ini, pihaknya telah mendapat kepastian dari Kepala Disdikbud Kaltim Dayang Budiati, bahwa tambahan gaji akan segera dibayarkan.

“Kami memiliki rekaman bahwa ada janji dari Disdikbud. Masih ada kok videonya. Pak Idhamsyah bilang akan bayar 12 bulan. Kepala Disdikbud Kaltim Bu Dayang bilang sudah ada anggaran Rp 32 miliar. Tetapi sekarang ini kami dengar dana yang cair hanya untuk empat bulan. Kami merasa kecewa. Artinya Disdikbud tidak konsisten dengan ucapnnya,” ucap dia, Rabu (19/9) kemarin.

Kata  Martin, dengan adanya tambahan gaji untuk 12 bulan tersebut, dapat menutupi minimnya pendapatan guru. Pasalnya, sejak kewenangan penggajian dialihkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, umumnya guru honorer hanya menerima gaji Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta.

Baca Juga:  Perusahaan Ogah Penuhi Permintaan Nelayan

“Waktu ditangani kabupaten dulu, kami dapat gaji Rp 2,3 juta. Pindah ke provinsi tinggal Rp 1,5 juta. Itu kan sangat jauh sekali. Ini namanya tidak adil. Mereka yang mengajar di SD saja digaji kabupaten Rp 2,3 juta,” jelasnya.

Dia berharap, ke depan Pemprov Kaltim menjalankan amanah undang-undang yang memerintahkan agar gaji guru honorer sesuai standar Upah Minimun Provinsi (UMP). Sesuai dengan UMP Kaltim 2018, mestinya guru menerima gaji Rp 2,5 juta.

“Idealnya segitu yang dikasih. Karena suka atau tidak suka, itu sudah ketetapan undang-undang. Mestinya kan malu dengan pemerintah di Jawa yang menggaji guru honorer sesuai UMP. Padahal APBD di Jawa itu lebih kecil daripada Kaltim,” ucapnya.

Guru honorer lainnya yang mengajar di salah satu SMA Negeri di Samarinda, Nurhayati menyatakan, Disdikbud Kaltim bersama para guru honorer telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk pembayaran gaji 12 bulan tersebut.

“Sebelumnya sudah ada MoU dengan Disdikbud Kaltim. Bilangnya insentif Rp 700 ribu per bulan itu akan dibayar 12 bulan. Uangnya sudah disiapkan. Semakin ke sini, kok enggak ada realisasinya. Apalagi sekarang, Disdikbud seolah sembunyi tangan. Waktu pertemuan kemarin di DPRD, mereka enggak hadir,” bebernya.

Baca Juga:  Syarat Keterwakilan Perempuan Terpenuhi

Kebijakan itu juga telah menggerus kepercayaan para guru pada Disdikbud Kaltim. Hal itu diungkapkan guru honorer yang mengajar di salah satu SMA Negeri di Kutai Timur, Nurhayati.

“Kami tidak percaya dengan Disdikbud Kaltim. Selama insentif Rp 700 ribu itu belum dicairkan, kami enggak bisa lagi percaya. Kalau hanya dari mulut saja tanpa bukti, kami takut hanya janji saja. Sama saja itu namanya hoax. Kami sudah trauma karena sering dijanjikan,” tegasnya.

Sementara itu, guru honorer di Mahakam Ulu, Donny menyatakan, pada Jumat (21/9) besok, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan Disdikbud dan DPRD Kaltim. Dia berharap, masalah tersebut dapat dijelaskan oleh Kepala Disdikbud Kaltim, Dayang Budiati.

“Kami berharap di pertemuan lanjutan hari Jumat nanti, Kepala Disdikbud Kaltim Bu Dayang bisa hadir. Jangan lagi ada perwakilan. Supaya bisa dijelaskan duduk permasalahannya. Kenapa hanya empat bulan tambahan gaji itu dibayarkan? Supaya semuanya jelas,” imbuhnya. (*/um)

Tags: Gaji Guru HonorerMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembukaan CPNS Samarinda Diundur

Next Post

Diduga Terlibat Kasus Persekusi Tagar Ganti Presiden 2019, Tiga Legislator Samarinda Dituntut Mundur 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.