• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Dikelilingi Dua Perusahaan Raksasa 

by BontangPost
7 November 2018, 16:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Sutardi(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Sutardi(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

DESA Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi lokasi penambangan batu bara dua perusahaan besar. Ada pula perusahaan kecil yang mengangkut emas hitam itu di desa yang tak jauh dari jalur II Samarinda-Tenggarong itu.

Pada Senin (6/11) lalu, Metro Samarinda menemukan dua lubang tambang yang berlokasi di RT 9, Desa Bukit Raya. Tiga hari yang lalu, lubang itu menjadi saksi bisu kematian Ari Wahyu (12).

Informasi yang dihimpun media ini, di desa tersebut terdapat PT Bukit Baiduri Energi (BBE) yang beroperasi. Data yang dirilis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, sejak 2016 lalu, perusahaan itu dipimpin Matheus Rukmasales Arif. Di jajaran komisaris dan direktur, terdapat mantan Kapolda Kaltim dan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Perusahaan itu masih aktif melakukan penambangan di desa tersebut. Selain itu, ada pula PT Multi Harapan Utama (MHU). Namun luas lahan yang digarap perusahaan itu, tidak seluas lahan garapan PT BBE.

Baca Juga:  Sofyan Susul Nusyirwan 

Dari pantauan Metro Samarinda, di sebelah selatan desa itu terdapat hamparan sawah. Sekira 700 meter dari kantor desa, terlihat gundukan tanah bekas tambang.

Warga setempat berinisial TR (35) mengaku pernah mempersoalkan keberadaan dua perusahaan tersebut. Perusahaan menggunakan jalan umum untuk pengangkutan batu bara. Warga kerap terganggu karena debu yang bertebaran pada musim kemarau.

“Sempat ada polisi yang datang ke sini. Tetapi truk-truk pengangkut batu bara itu tiba-tiba hilang begitu saja,” ungkapnya.

Kepala Desa Bukit Raya, Sutardi menyebut, dua perusahaan itu beroperasi di lahan pertanian warga. Hal itu dianggap mengganggu pengembangan pertanian di wilayah itu.

“Kalau mengganggu, jelas mengganggu ya. Tetapi kami serba repot di desa ini. Karena sudah ada perizinan dari Dinas Pertambangan. Kami sudah sampaikan, kalau bisa perusahaan menghindari lahan pertanian,” jelasnya.

Baca Juga:  Swasembada Butuh Kerja Bersama 

Kata Sutardi, lahan yang digunakan perusahaan itu pada umumnya bekas ladang warga. Sementara sawah, belum ada yang beralih fungsi menjadi lahan pertambangan batu bara. “Kalau PT BBE ini hanya menggunakan bekas ladang saja. Sedangkan sawah, masih utuh. Sekarang sawah luasnya 520 hektare. Itu enggak masuk lahan pertambangan,” terangnya.

Meski sawah belum digarap dua perusahaan itu, bukan berarti tidak ada keluhan dari penduduk setempat. Sutardi kerap menerima kritikan warga terkait kebisingan.

“Selain itu, warga mengeluhkan air keruh. Tetapi itu enggak sering sih. Terkadang petani juga meminta perawatan saluran irigasinya diperhatikan perusahaan. Kalau gangguan tanaman, sejauh ini belum ada,” ucapnya.

Tak sedikit pula warga yang meminta penghentian operasi perusahaan batu bara di Desa Bukit Raya. Namun sebagian penduduk setempat merasa diuntungkan atas aktivitas pengerukan emas hitam itu.

Baca Juga:  Siapa Duduk di Kursi Wawali? 

Di tengah pro dan kontra itu, Sutardi menyerahkan pengambilan kebijakan pada pemerintah provinsi. “Kami taat pada undang-undang. Kalau dari pemerintah provinsi mau menutup tambang itu, silakan saja,” katanya.

Dia menyebut, perusahaan sering memberikan bantuan dana pada pemerintah desa. Dana itu digunakan untuk perayaan 17 Agustus, bantuan kepada sekolah, irigasi, perbaikan jalan, dan bantuan pada kelompok budi daya ikan.

“Kalau bantuan untuk warga seperti ganti rugi karena kebisingan, saya belum pernah dengar. Enggak ada bantuan setiap bulan ke warga yang terdampak,” jelasnya. (*/um)

Tags: Eks Lubang TambangMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Eks Lubang Tambang Bikin Dilema 

Next Post

Gagal Tuan Rumah, FHI Bontang Tetap Targetkan Emas 

Related Posts

Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis
Lingkungan

Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis

28 Desember 2025, 13:22
Anggaran Tak Kunjung Diajukan, Dewan Tunda Pembahasan Lokasi Pemakaman Bontang Barat
DPRD Bontang

Komisi III DPRD Bontang Kukuh Air Kolam Bekas Tambang Dialirkan ke Warga

29 Agustus 2023, 10:04
Kebutuhan Area Genangan Bendungan Marangkayu, 535 Hektar Lahan Belum Dibebaskan
Bontang

Banyak Cara Mengairi Bontang

26 Agustus 2023, 16:57
Jatam Sebut Tak Sehat, PDAM Klaim Sudah Diuji
Bontang

Rencana Pemanfaatan Lubang Tambang untuk Penampung Air Baku, Jatam; Legitimasi Kejahatan Lingkungan

4 Desember 2021, 16:01
Air Eks Lubang Tambang Disebut Laik Konsumsi
Bontang

Air Eks Lubang Tambang Disebut Laik Konsumsi

18 Mei 2021, 15:30
Jatam Sebut Tak Sehat, PDAM Klaim Sudah Diuji
Bontang

Tahun Depan, Bontang Manfaatkan Air Eks Lubang Tambang

5 Agustus 2020, 14:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.