• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ferdian “Pasang Dua Kaki”, Pengamat: Pencalonan ke DPD RI Perlu Dievaluasi 

by BontangPost
20 April 2018, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Budiman, Herdiansyah Hamzah(DOK/METRO SAMARINDA)

Budiman, Herdiansyah Hamzah(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Sikap Awang Ferdian Hidayat mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dipertanyakan. Pengamat hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah menilai, langkah politik yang diambil putra Gubernur Kaltim itu perlu dievaluasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim.

Pengajar di Fakultas Hukum Unmul itu menyebut, walau langkah Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kaltim yang berpasangan dengan Syaharie Jaang itu tidak melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, tetapi tidak berarti keputusan tersebut diperbolehkan.

“Memang tidak ada norma yang secara eksplisit melarang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk mendaftar sebagai anggota DPD. Tetapi tidak ada larangan bukan berarti boleh,” kata pria yang karib disapa Castro itu, Kamis (19/4) kemarin.

Baca Juga:  Pengamat Sebut UU Inisiatif Tak Bisa Batalkan Moratorium 

Mengacu pada pasal 7 ayat 2 huruf s undang-undang tersebutu, terdapat syarat bagi anggota DPRD, DPR, dan DPD RI untuk mengundurkan jika memilih mencalonkan diri sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah.

“Maksud pembuat UU menyusun norma itu agar tidak ada konflik kepentingan antara jabatannya dengan posisinya sebagai calon. Seharusnya logika hukum ini bisa dipakai dalam kasus Ferdian. Tidak patut bagi seorang calon pada saat bersamaan turut mendaftar sebagai anggota DPD RI,” terangnya.

Castro menyebut, apabila langkah Ferdian tersebut tidak segera dihentikan, maka akan menjadi citra buruk bagi pemilihan kepala daerah (pilkada) di masa depan. Selain itu, imbasnya akan menjadi preseden buruk bagi calon kepala daerah lainnya.

“Ini mirip dengan hijrah massalnya anggota DPD RI ke partai politik. Memang tidak ada larangan dalam aturan, tetapi itu mengacaukan sistem parlemen dua kamar,” tegasnya.

Baca Juga:  Seleksi Wawali Samarinda Menurut Carolus Tuah

Karena itu, dia menyarankan KPU Kaltim melakukan konsultasi di KPU pusat. Jika belum ada aturan yang mengatur secara tertulis tentang pelarangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD, dan DPD RI, maka konsultasi KPU tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk perbaikan aturan pilkada.

“Mungkin pembuat UU dulu tidak memikirkan ini. Ada pemeo hukum yang mengatakan bahwa terbentuknya suatu peraturan perundang-undangan senantiasa selalu tertinggal dan terbelakang dibandingkan kejadian-kejadian dalam perkembangan masyarakat,” ucapnya.

Pengamat politik dari Unmul Samarinda, Budiman menambahkan, pencalonan diri Ferdian sebagai anggota DPD RI menjadi pintu masuk bagi lawan politiknya untuk menyerang putra Gubernur Kaltim itu dalam debat publik mendatang. Karena Ferdian dianggap mencari pekerjaan di dua tempat yang berbeda.

Baca Juga:  Pemkot Bakal Dinilai Plinplan 

“Pasang dua kaki. Jika salah satunya gagal, maka masih ada peluang di lembaga lain. Istilah seperti ini jadi celah kritik dari pasangan calon (paslon) lain untuk Jaang dan Ferdian,” ucapnya.

Selain itu, imbas lain yang dapat diterima paslon nomor urut 2 yakni pemilih rasional akan beranggapan bahwa Jaang dan Ferdian kalah sebelum bertanding. Pasalnya langkah tersebut dapat ditafsirkan ketidakpercayaan diri dalam pertarungan memperebutkan kursi gubernur dan wakil gubernur.

“Masyarakat akan mempertanyakan etika politiknya. Makanya pemilih rasional akan melihat Pak Ferdian ini tidak percaya diri. Dan ini bisa mempengaruhi pemilih. Dia akan dianggap tidak memiliki komitmen dalam mencalonkan diri sebagai cawagub,” jelasnya. (*/um)

Tags: Awang Ferdian HidayatMetro Samarindapolitik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Delapan Pengedar Narkoba Dibekuk, BNNP Amankan Ratusan Gram Sabu dan Uang Jutaan Rupiah

Next Post

JADI Diduga Bagi-Bagi Sembako, Ferdian Membantah

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.