bontangpost.id – RSUD Taman Husada Bontang melayangkan surat teguran pertama kepada PT Timorano Putra Mandiri.
Surat teguran tersebut dikeluarkan lantaran 47 Petugas Kebersihan RSUD Taman Husada Bontang mengaku belum menerima gaji selama dua bulan. Yakni Juni dan Juli. Pun, pada periode April gaji baru terbayar setengah.
Kabag Umum dan SDM RSUD Bontang Vicki Rizqi Riadis meminta perusahaan untuk segera membayarkan gaji petugas kebersihan dan THR pekan ini.
Pihak manajemen menyebut dalam dua bulan terakhir ada keterlambatan dari PT Timorano Putra Mandiri dalam melengkapi dokumen pencairan. Sehingga berdampak pada terlambatnya gaji petugas kebersihan.
“Kami meminta komitmen dari perusahaan. Intinya pekan depan sudah harus memenuhi kewajiban,” ujarnya Saat melakukan jumpa pers di lantai 5 RSUD Taman Husada Bontang, Senin (1/8/2022).
Jika dalam kurun sepekan, pihak ketiga tidak membayarkan hak Petugas Kebersihan maka pihak RSUD Taman Husada Bontang kembali melayangkan surat teguran kedua.
“Begitu surat teguran kedua sudah jatuh tempo dan belum diindahkan maka kami akan langsung melakukan blacklist kepada PT Timorano Putra Mandiri,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT Timorano Putra Mandiri Febri Patompo memastikan pekan ini hak petugas kebersihan akan terbayarkan seluruhnya
“Kami mohon maaf sebelumnya dan kami akan memperbaiki kesalahan kami. Tapi, kami terlambat membayarkan bukan karena tidak punya uang. Tapi ada sedikit kendala dalam perputaran uang di perusahaan,” akunya.
Di lokasi yang sama, Pengawas Cleaning Service Asdi mengatakan sebenarnya tidak ada permasalahan. Sejauh ini PT Timorano Putra Mandiri cukup baik mengelola. Namun, persoalan utama ialah pihak perusahaan terkesan tertutup kepada pengawas. Sehingga terjadi miskomunikasi.
“Jangan tutup komunikasi ke kami. Bagaimana kami mau menyampaikan informasi ke teman-teman lain kalau tertutup,” akunya. (*)







