• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Hindari Kompres Dingin, Ini Pertolongan Pertama saat Anak Kejang Demam

by M Zulfikar Akbar
12 April 2020, 10:27
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kejang demam memang rentan terjadi pada anak. Terutama pada anak di atas usia 6 bulan hingga 5 tahun. Tak jarang, para orang tua pun dibuat khawatir hingga panik karena tak tahu harus berbuat apa.

Dokter Ahli Anak Hardiono Pusponegoro menerangkan, ada 3 langkah penanganan dan pertolongan pertama jika terjadi kejang demam pada anak.

Penanganan pertama, berilah minuman yang cukup kepada anak. Ini dilakukan agar dia tidak mengalami dehidrasi sebab demam membuat cairan tubuh berkurang.

Kedua, minumlah obat penurun demam. Seperti parasetamol atau ibuprofen dengan dosis yang sesuai dengan anak.

“Dosisnya 10-15 mg/kgBB/kali. Kalau berat anak 10 kilogram, kasih 100-150 miligram,” kata dia.

Namun dalam situasi pandemi seperti saat ini, lebih baik hanya berikan parasetamol karena ibuprofen tidak disarankan untuk korona. Parasetamol bisa diberikan hingga empat kali sehari karena masa kerjanya hanya enam jam.

Baca Juga:  Hari Kanker Sedunia, Ini 6 Penyakit Mematikan di Indonesia

Ketiga, turunkan demam anak dengan kompres air hangat. Ketika diberi kompres hangat, tubuh akan berpikir suhu di luar tubuh lebih panas sehingga tubuh jadi berkeringat dan panas anak menurun. Sehingga jika selama ini jika demam diberikan kompres dingin itu tidaklah benar.

“Beri air hangat yang lebih panas dibandingkan suhu tubuh,” kata dia.

Pertolongan ketika kejang demam

Ketika anak kejang, usahakan untuk tidak panik. Biasanya, 80-90 persen kejang berhenti sendiri di bawah durasi lima menit.

Pertolongan pertama, miringkan tubuh anak. Ini dilakukan agar bila anak muntah, cairannya tak membuatnya tersedak. Longgarkan baju anak dan jangan menahan tubuhnya karena bisa membuat tulang patah.

Baca Juga:  Jangan Abaikan, Bangun Tidur Pakai Alarm Bisa Timbulkan Hormon Stres

“Jangan masukin jari atau sendok ke mulut,” dia menegaskan.

Lantas gunakan obat. Kejang demam bisa diobati dengan obat diazepam yang dimasukkan lewat dubur. Jika dalam waktu 5 menit kejang tak berhenti, ulangi lagi.

“Saat menarik keluar obat, pegang lubang anusnya dan tahan hingga dua menit agar cairan obatnya tidak keluar lagi,” ujarnya.

Bila kejang tak kunjung berhenti setelah dua kali memberikan obat, segara bawa ke rumah sakit. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Jawa Pos
Tags: demamkesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Roket Long March Meledak dan Hancur Berkeping-Keping, Satelit Palapa 2 Gagal Mengorbit

Next Post

Bolu Pandan, Camilan Mengenyangkan Saat WFH

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.