• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Janji Netanyahu Caplok Sepertiga Tepi Barat Bikin Resah

by M Zulfikar Akbar
16 September 2019, 12:00
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Benjamin Netanyahu menjelaskan rencananya saat jumpa pers di Tel Aviv, Israel, Selasa (10/9). (ODED BALILTY/AP)

Benjamin Netanyahu menjelaskan rencananya saat jumpa pers di Tel Aviv, Israel, Selasa (10/9). (ODED BALILTY/AP)

Share on FacebookShare on Twitter

Benjamin Netanyahu berjanji mencaplok Lembah Jordan dan Laut Mati Utara jika kembali terpilih sebagai perdana menteri (PM) Israel. Janji itu membuat berang warga Palestina dan dunia.

SITI AISYAH, Jawa Pos

”INI bukan hal baru.” Ahmed Atiyat mengatakannya sambil memandang ladang yang menghampar luas di depannya. Penduduk Ras Ain Al Auja, Lembah Jordania, Tepi Barat, Pelestina, tersebut kian resah setelah mendengar pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu Selasa (10/9). Yaitu, dia akan mencaplok Lembah Jordania dan Laut Mati Utara jika kembali terpilih sebagai PM.

Politikus yang biasa dipanggil Bibi itu memang butuh banyak dukungan agar bisa meraup banyak suara pada pemilu 17 September. Sejatinya, pemilu sudah digelar April. Partai yang digawangi Netanyahu dan lawan politiknya, Benny Gantz, sama-sama mendapat 35 di antara 120 kursi di parlemen.

Untuk bisa membentuk pemerintahan, dibutuhkan minimal 61 kursi. Netanyahu dan Gantz sama-sama tidak berhasil membentuk koalisi untuk mendapatkan jumlah kursi yang diperlukan. Pemilu ulang pun akhirnya harus kembali diadakan Selasa mendatang.

Baca Juga:  Hamas-Fatah yang Rekonsiliasi, Israel yang Meradang

Netanyahu tak ingin kembali terjerumus pada masalah yang sama. Karena itulah, dia mengumbar janji. Harapannya, orang-orang sayap kanan dan mereka yang pro pendudukan bisa ramai-ramai memberikan dukungan untuknya.

Bibi tak peduli meski PBB dan beberapa pemimpin dunia mengecam aksinya. Toh, selama ini tidak ada sanksi yang dijatuhkan kepada Israel jika menggerogoti wilayah Palestina. Pemilu itu juga menjadi pertaruhan kemerdekaannya. Sebab, jika Gantz menang, dia tidak akan lolos dari kasus korupsi yang membelitnya.

Jika rencana Netanyahu terealisasi, Ras Ain Al Auja termasuk yang akan diambil paksa. Ada 350 keluarga yang tinggal di desa itu. Jauh sebelum pernyataan kontroversial Netanyahu muncul, sudah banyak permukiman Israel yang didirikan secara ilegal di Lembah Jordan.

”Tanah kami sudah dicaplok dan kami hidup di bawah pendudukan Israel,” terang Atiyat. Pria 48 tahun itu mengungkapkan bahwa ladang kurma yang membentang di hadapannya hingga ke Laut Mati adalah milik Israel.

Baca Juga:  Israel Bangun Penghalang Baru Di Perbatasan Gaza

Penduduk Ras Ain Al Auja sudah bisa membayangkan deretan nestapa yang harus mereka hadapi. Sebab, saat ini pun Israel sudah membatasi akses air bersih. Penduduk Palestina dan lembaga HAM Israel mengungkapkan bahwa pemerintahan Netanyahu melarang penduduk Palestina tinggal di Lembah Jordan dan area lain di Tepi Barat. Akses terhadap lahan, air, dan listrik dibatasi sehingga kondisi penduduk kian sulit.

”Secara de facto, Israel telah mencaplok Lembah Jordan,” terang Roi Yellim, direktur lembaga HAM B’Tselem seperti dikutip Al Jazeera.

”Ada upaya terus-menerus yang dilakukan Israel untuk membuat kondisi kehidupan penduduk Palestina di Lembah Jordan sulit sehingga mereka meninggalkan tanahnya,” tambahnya.

Kota Jericho yang juga terletak di Lembah Jordan akan jadi pengecualian. Ada ribuan penduduk Palestina yang tinggal di kota itu. Jika mencaploknya, Netanyahu harus memikirkan status mereka. Kota itu kini terancam terpisah dari kota-kota Palestina lainnya di Tepi Barat.

Baca Juga:  Israel Putus Hubungan dengan 12 Negara

Lembah Jordan yang ingin dikuasai Netanyahu merupakan 30 persen dari keseluruhan luas Tepi Barat. Total ada 65 ribu penduduk Palestina dan 11 ribu pemukim ilegal Israel yang tinggal di area tersebut. Wilayah itu tergolong subur dan penting bagi perekonomian Israel.

Rencana Netanyahu juga mengancam rencana pendirian negara Palestina. Sebab, bisa dipastikan Israel tidak akan mungkin mau mengembalikan wilayah yang sudah dicaploknya. Lambat tapi pasti, wilayah Palestina habis digerogoti.

Kehidupan di Lembah Jordan memang sulit. Namun, Atiyat dan ribuan penduduk Palestina lainnya sudah punya tekad bulat. Mereka tidak akan menyerahkan tanahnya. ”Kami lebih baik mati di sini daripada diusir dari tanah kami sekali lagi,” tegas Atiyat. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: benjamin netanyahuisraelpalestina
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Pengguna Jasa Transportasi Udara Sabar

Next Post

Kota-Kota Dilanda Kabut Asap: Mata Perih, Dada Sesak, Muntah-Muntah

Related Posts

Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza setelah 15 Bulan Perang
Internasional

Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza setelah 15 Bulan Perang

16 Januari 2025, 14:46
Hamas-Fatah yang Rekonsiliasi, Israel yang Meradang
Internasional

Hamas-Fatah yang Rekonsiliasi, Israel yang Meradang

25 Juli 2024, 11:38
Berikut Daftar 25 Kurma Israel yang Diboikot Saat Ramadan 2024
Internasional

Berikut Daftar 25 Kurma Israel yang Diboikot Saat Ramadan 2024

12 Maret 2024, 14:39
MUI; Haram Mendukung Agresi Israel
Bontang

MUI; Haram Mendukung Agresi Israel

11 November 2023, 18:15
Sebulan, Tentara Israel Bunuh 4.237 Anak Palestina
Internasional

Sebulan, Tentara Israel Bunuh 4.237 Anak Palestina

9 November 2023, 17:00
Ramai Ajakan Aksi Boikot Produk Pro Israel, Berikut Daftar Barang yang Diimpor ke Indonesia
Nasional

Ramai Ajakan Aksi Boikot Produk Pro Israel, Berikut Daftar Barang yang Diimpor ke Indonesia

2 November 2023, 14:33

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Korupsi Bimtek Dishub Bontang: Jaksa Sebut Terdakwa Gerakkan Kasubag dan LPK untuk Perkaya Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.