Malam ini Kembali ke Makkah, Persiapan Laksanakan Tawaf Ifadah
BONTANG – Jemaah haji Bontang bersama jemaah kloter 4 embarkasi Balikpapan lainnya hingga, Minggu (3/9) kemarin masih melakukan pelontaran jamarat pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Musdalifah, Mina (Armina). Pelemparan jamarat sendiri sudah dilakukan sejak Jumat (1/9) lalu dan akan berakhir Senin (4/9) hari ini.
Jumat (1/9) lalu, jemaah melaksanakan pelontaran jumrah aqabah sebelum Subuh, yakni sekira pukul 04.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Selanjutnya dari Sabtu (2/9) hingga Senin (4/9) hari ini, jemaah melaksanakan pelemparan jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Hari ini, pelemparan jumrah dilakukan pada pukul 02.00 WAS.
Jarak yang mereka tempuh menuju lokasi pelontaran jamarat pun tak tanggung-tanggung. Jemaah harus berjalan kaki sejauh 7 kilometer. Namun karena rasa ikhlas dan sabar, para jemaah haji pun tetap semangat melaksanakannya.
“Alhamdulillah jemaah yang sakit bisa diatasi oleh tim kesehatan. Hari ini (kemarin, Red.) ada empat lansia yang sudah bisa melontar memakai kursi roda dan didorong beramai-ramai oleh jemaah Bontang,” ujar Taufik Idris, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Bontang.
Kata Taufik, usai melontar jumrah, malam ini jemaah akan langsung diangkut kembali ke hotel di Makkah untuk bersiap-siap melaksanakan tawaf ifadah di Masjidil Haram. Tawaf Ifadah ini merupakan tawaf yang wajib dilakukan jemaah, lantaran merupakan bagian dari rukun haji. Tawaf Ifadah dilakukan setelah meninggalkan Arafah.
Sebagai informasi, seluruh jemaah kloter 4 Balikpapan masuk ke kemah di Arafah pada Rabu (30/8) lalu tepat pukul 15.30 WAS. Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) kloter 4 Balikpapan Tasnim Muin mengatakan, perjalanan dari hotel di Mekkah menuju Arafah tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja saat di dalam tenda kemah, ditemukan beberapa kendala diantaranya, tenda kemah tidak dapat menampung jemaah. Solusinya, jemaah diminta untuk merapatkan barisan agar semua jemaah bisa masuk ke kemah. Belum lama di dalam kemah, di Arafah terjadi badai pasir. Akhirnya kata Tasnim, jemaah diminta untuk menggunakan masker dan kacamata.
“Tenda jemaah di maktab 48 tidak ada yang roboh. Yang roboh hanya kemah petugas maktab saja,” terang pria yang juga sebagai Kasi Pendidikan Islam Kemenag Bontang itu.
Di dalam tenda, jemaah haji laki-laki dan perempuan dipisah. Namun bagi jemaah yang sakit, diperbolehkan ditemani oleh suami ataupun istrinya.
Sebelumnya diberitakan, tahun ini sebanyak 145 jemaah calhaj Bontang tergabung dalam Kloter 4 embarkasi Balikpapan bersama 32 jemaah dari Balikpapan, 100 jemaah Kutai Barat, dan 173 jemaah Kutai Timur.
Mereka terbang Rabu (2/8) lalu dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan sekira pukul 21.00 Wita, menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 4104. Dijadwalkan jemaah akan kembali ke Tanah Air, Selasa (12/9) dan sampai di Bontang keesokan paginya, Rabu (13/9) mendatang. (bbg)







