SANGATTA – Masifnya kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tahun 2015 lalu menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kutim, terlebih jelang musin panas di tahun ini. Nah, agar kejadian serupa tidak terulang, semua steakholder diminta dapat melakukan pencegahan sejak dini.
Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi), secara khusus telah mengumpulkan dan meminta semua Pemerintah Daerah (Pemda) di Indonesia agar melakukan upaya preventif, serta menginggatkan semua perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Pasalnya, jika ada perusahaan terbukti membakar lahan, maka dipastikan izin operasionalnya akan dicabut. Pemda, salah satunya Pemerintah Kutim juga diminta untuk menerapkan hal serupa. Karena di Kutim terdapat banyak perusahaan perkebunan.
“Ketika ada persoalan demikian (Karhutla, Red), tentu saya harus berkoordinasi dulu dengan Kepolisian dan TNI. Dan kalau dari mereka sudah menyatakan ada perusahaan yang terbukti membuka lahan dengan cara membakar, ya kita ambil sikap (sanksi),” kata Bupati Ismunandar, Rabu (25/1) kemarin.
Meski begitu, sambungnya, dirinya akan mempersilahkan terlebih dahulu pihak penegak hukum untuk menyelidiki persoalan tersebut secara mendalam. Karena dalam kasus karhutla, ada yang terbakar karena faktor alam dan ada juga yang memang sengaja dibakar.
Selain itu, sesuai arahan Presiden Jokowi, semua pemda diminta mengedepankan upaya-upaya preventif terhadap pencegahan karhutla. Termasuk menginggatkan agar semua steakholder mengambil peran masing-masing untuk melakukan pencegahan sejak dini terhadap karhutla.
“Kalau ada api kecil, jangan sampai nunggu besar. Kalau sudah ada tanda titik api, ya harus segera dilakukan pemadaman. Ini yang saya minta dapat dikedepankan semua pihak, termasuk oleh semua perusahaan,” serunya.
Tambahnya, kemungkinan dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan koordinasi membahas kebijakan antisipasi karhutla dengan semua pihak terkait, baik itu dengan Kepolisian, TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Kutim.
“Terus saya juga akan minta partisipasi langsung dari jajaran perusahaan, walaupun tidak dikebun mereka, kalau memang ada kebakaran di lahan masyarakat yang mulai berkembang, harus ikut serta dalam hal itu,” katanya. (drh)







