• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kader PDI Perjuangan Diduga Nodai Khilafah

by BontangPost
20 September 2018, 11:37
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Sulaeman Hattase(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Sulaeman Hattase(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

DUGAAN persekusi pegiat hashtag atau tanda pagar ganti presiden yang melibatkan tiga kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menuai kontroversi di mata ratusan kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Kasus ini mulai mencuat di publik Kaltim setelah beredar luas video berdurasi 43 detik di media sosial belum lama ini.

Dalam tuntutannya di DPRD Samarinda, Rabu (19/9) kemarin, ratusan kader besutan Prabowo Subianto itu menyoal dugaan persekusi itu. Pasalnya, terdapat unsur dugaan penodaan agama Islam yang diduga dilakukan kader PDI Perjuangan yang tak lain anggota dewan di Kota Tepian, Ahmad Vanandzah.

Perdebatan panjang dan panas dalam pertemuan itu turut dijelaskan latar belakang dan dasar yang menguatkan dugaan Partai Gerindra, bahwa pelaku telah melakukan penistaan sistem tata negara dalam Islam.

Baca Juga:  Gubernur Ingatkan Kepala OPD Agar Lebih Berhati-Hati 

Kalimat (maaf) “khilafah kayak tai” diduga diucapkan Ahmad Vanandzah dalam dugaan persekusi yang terjadi pada Sabtu (16/9) lalu. Namun demikian, koordinator aksi Forum Keluarga Besar Partai Gerindra Kaltim, Sulaeman Hattase, tidak mengutip secara lengkap kalimat tersebut.

“Jangan tulis begini, ini ganti sistem. Mau khilafah kayak tai,” demikian bunyi kalimat yang diduga diucapkan Vanadzah.

Sementara dalam salinan kutipan yang dibacakan Sulaeman, tidak menyertakan kalimat “ganti sistem” tersebut. Sehingga yang mendominasi ruang pertemuan antara pimpinan DPRD Samarinda serta kader-kader Gerindra, Vanandzah, dan Suryani, hanya menitikberatkan pada kalimat “khilafaf kayak tai”.

Meski begitu, Sulaemen mengaku memiliki dasar yang kuat. Katanya, sistem khilafah tidak diterapkan di negara Indonesia. Namun diakui sebagai prinsip tata negara yang bersumber dari ajaran Islam.

Baca Juga:  Dishub Ramcek Semua Angkutan Umum 

Gerindra Kaltim mendasarkan argumentasinya pada pendapat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, KH Zaini Naim. “Kata MUI, ini sudah melecehkan agama,” demikian ucap Sulaeman.

Ahad (17/9) lalu, KH Zaini Naim, sebagaimana dimuat prokal.co (Kaltim Post Grup), mengaku telah membahas masalah tersebut di internal MUI Samarinda. Dari keseluruhan pendapatnya, Zaini menyebut ada dugaan pelecehan agama yang dilakukan Vanandzah.

“Perkataan itu, bisa jadi penistaan agama. Saya juga umat muslim. Tetapi kondisinya belum seutuhnya tenang. Sesuatu yang kecil, tidak perlu dibesar-besarkan,” katanya.

Vanandzah tentu saja membantah tuduhan kader Gerindra Kaltim. Sebagai umat Islam, dirinya tidak ada niat untuk melakukan penistaan terhadap agamanya. “Saya tidak punya niat seperti itu. Saya juga Islam,” ucapnya sambil meninggalkan ruangan pertemuan DPRD Samarinda.

Baca Juga:  Video Mesum Mesti Diusut

Senada dengan Sulaeman, Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Andi Harun mengatakan, saat ini sistem khilafah tidak diterapkan di Indonesia. Dia menyebut, sistem tersebut tidak sesuai dengan konstitusi Indonesia.

“Tetapi menyebut sistem khilafah islamiyah adalah tai, itu tidak benar. Karena sistem khilafah itu berlaku di negara-negara muslim. Diakui oleh umat Islam. Kenapa sampai sehina dan sebodoh ini, oknum anggota DPRD menamakan khilafah sebagai kotoran?” ucapnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: #2019 Ganti PresidenMetro SamarindaPersekusi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diduga Terlibat Kasus Persekusi Tagar Ganti Presiden 2019, Tiga Legislator Samarinda Dituntut Mundur 

Next Post

Sudah Luluskan Ratusan Orang, Tak Boleh Batasi Usia dan Ijazah

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.