• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Sudah Luluskan Ratusan Orang, Tak Boleh Batasi Usia dan Ijazah

by BontangPost
20 September 2018, 11:50
in Feature
Reading Time: 4 mins read
0
BERI BIMBINGAN: Zakki (kiri) tengah memeriksa hasil kerja salah seorang anak didiknya.(LUKMAN/BONTANG POST)

BERI BIMBINGAN: Zakki (kiri) tengah memeriksa hasil kerja salah seorang anak didiknya.(LUKMAN/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang di Jalan Prestasi, Bontang Lestari telah beroperasi sejak 2013. Tak banyak yang tahu ratusan tenaga kerja terampil telah dididik UPTD di bawah binaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Ketika media ini memasuki kompleks BLKI Bontang, suasana kesunyian segera menyergap. Deretan rumah serta bangunan dalam kompleks ini begitu lengang, seakan tak ada aktivitas kegiatan pelatihan sebagaimana mestinya. Ditambah lagi rerumputan tampak terlihat tumbuh tinggi di berbagai sudut kompleks, seakan lingkungannya tak terawat dan lama ditinggalkan.

Hingga kemudian ketika media ini masuk lebih dalam ke lingkungan kompleks, bertemu dengan Zakki Anggara, instruktur jurusan teknik las/welder yang tengah duduk di samping sebuah bangunan kelas. Dia tengah menanti dua anak didiknya menyelesaikan tugas yang diberikan.

“Kemarin baru tutup dua paket pelatihan masing-masing jurusan listrik dan otomotif. Untuk yang ini (las) Rabu ini (kemarin, Red.) bakal tutup. Tapi kami sudah akan masuk lagi dua paket pelatihan untuk jurusan listrik dan las,” terang Zakki kepada Bontang Post.

Dalam kunjungan Bontang Post Senin (17/9) lalu, memang kelas las yang dilatih Zakki tinggal menyisakan dua peserta dari total 16 peserta yang mengikuti paket pelatihannya. Kata Zakki, dua peserta tersisa masih belum menguasai materi yang diajarkan, sehingga masih membutuhkan bimbingan.

“Kami latih sampai bisa, sampai kompeten menguasai bidangnya masing-masing,” tambah pria asal Samarinda yang baru bertugas di BLKI Bontang sejak 2015 ini.

Zakki mengamini ketika ditanya kondisi kompleks BLKI yang tampak tak terawat dengan banyaknya rerumputan tinggi. Hal ini lantaran pihaknya masih kekurangan staf dalam hal perawatan lingkungan kompleks. Zakki bersama para staf lainnya sejatinya telah berupaya membersihkan secara gotong royong.

Namun luasnya kompleks BLKI Bontang yang mencapai 34.106 meter persegi membuat upaya pembersihan lingkungannya tak bisa berjalan maksimal. “Ketika sudah kami bersihkan, beberapa hari kemudian sudah tinggi lagi rumputnya. Memang idealnya ada petugas kebersihan setidaknya tiga orang,” urai Zakki.

Baca Juga:  Tularkan Etos Kerja Tinggi, Harap Dirikan Wadah Difabel di Bontang

Keterbatasan anggaran memang menjadi kendala bagi BLKI Bontang dalam memaksimalkan perawatan lingkungan. Tetapi hal tersebut sejauh ini tak mengganggu proses pelatihan kerja yang dilakukan. Buktinya, sejak beroperasi lima tahun lalu, BLKI Bontang telah meluluskan ratusan lebih tenaga kerja terampil pada bidangnya masing-masing.

Malahan, 16 di antaranya telah bersertifikasi nasional sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI. “Untuk program sertifikasi BNSP ini baru kami mulai tahun ini. Kalau sertifikat dari BLKI berlaku seumur hidup, sementara sertifikasi BNSP memiliki masa kedaluwarsa tiga tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut Zakki memaparkan, di 2018 ini terdapat sebelas paket pelatihan yang dijalankan BLKI Bontang. Sepuluh paket merupakan bantuan dari APBN dengan rincian empat paket pelatihan teknik las, empat paket pelatihan teknik listrik, dan dua paket pelatihan otomotif. Sementara satu paket dari APBD Provinsi yaitu paket pelatihan teknik listrik.

“Lamanya paket pelatihan bergantung jurusannya masing-masing. Kami menghitungnya dengan jam pelatihan. Kalau teknik listrik dan otomotif itu bisa tujuh pekan, sementara kalau las bisa sembilan pekan. Pelatihannya hari kerja Senin sampai Jumat, dari pukul 07.30 sampai 15.00 Wita,” sebut Zakki.

Namun pekan pelatihan bisa bertambah bila didapati hari libur misalnya libur Idulfitri. Pasalnya, jadwal pelatihan yang bertepatan hari libur mesti diganti pada hari lainnya. “Misalnya libur Lebaran kemarin, paket pelatihannya bisa sampai 12 mingguan,” imbuhnya.

Kuota peserta didik pada masing-masing paket dipatok 16 orang. Dengan jumlah total sebelas paket yang dijalankan di 2018, maka peserta pelatihan yang akan diluluskan BLKI bisa mencapai 176 orang. Dikatakan Zakki, mayoritas peserta pelatihan berasal dari Bontang dan sekitarnya, termasuk dari Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim).

Baca Juga:  Tetap Dilarang Melintas Jalan Hauling, Warga Gelar Demo Pekan Depan

“Peserta paling jauh datang dari sekitar Teluk Pandan. Sebenarnya di Kutim juga ada BLKI, tapi karena jaraknya mungkin lebih dekat ke Bontang, maka mengikuti pelatihannya di BLKI Bontang,” urai Zakki.

Fasilitas asrama telah disediakan bagi peserta yang hendak menginap di kompleks BLKI Bontang. Khususnya bagi peserta yang kediamannya jauh dari BLKI Bontang. “Bagi yang jauh, bisa menginap di asrama. Ada fasilitas air dan listrik, tapi belum termasuk makanannya,” sambung instruktur berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.

Terkait keseriusan peserta didik, Zakki mengungkap mayoritas peserta didik di BLKI Bontang benar-benar ingin belajar mendapatkan ilmu. Dari awal, BLKI selalu menekankan kepada para peserta didik untuk serius mengikuti pelatihan. Pasalnya, tujuan utama belajar di BLKI adalah untuk mencari pekerjaan melalui keterampilan yang dimiliki.

“Sayang kalau dibuat main-main. Karena banyak di luar sana yang ingin masuk belajar di sini tapi belum ada kesempatan. Untuk komitmen mereka, kami juga menggunakan materai. Kami tekankan kalau memang tidak mampu, mending berhenti dari sekarang,” jelas Zakki.

Namun dia juga tak memungkiri bila dalam perjalanan pelatihan, ada perusahaan yang merekrut peserta didik untuk bekerja. Hal ini tidak menjadi masalah bagi BLKI, malahan Zakki menyebut pihaknya bersyukur karena peserta didik telah mendapat pekerjaan sebelum pelatihan usai.

“Saya lihat mereka (peserta didik, Red.) serius (belajar). Setiap pagi mereka datang pukul 07.30 Wita, apel lalu senam pagi, baru masuk kelas,” tambahnya.

Lantas apa saja syarat-syarat untuk belajar di BLKI Bontang? Zakki menjawab, secara administrasi, persyaratannya meliputi fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah terakhir, kartu kuning, dan juga pasfoto. Tak ada batasan ijazah terakhir serta tak ada batasan usia, namun dikhususkan bagi para pencari kerja.

Baca Juga:  Jerat Narkoba di Kota Taman

“Rata-rata di sini (peserta didik) yang belum bekerja atau lulus dari sekolah pengin cari skill lagi, ya ke BLKI. Kemenaker menegaskan tidak boleh ada batasan ijazah, semuanya harus tetap diterima. Pembatasan umur juga tidak boleh, tapi kami juga melihat kemampuan orangnya. Kalau untuk jurusan las dan listrik itu maksimal 45 tahun, tetap kami fasilitasi,” jabar Zakki.

Meski telah meluluskan ratusan lebih pencari kerja, namun diakui Zakki, pihaknya masih belum mengetahui pasti serapan dunia kerja atas alumni BLKI Bontang. Pasalnya baru di tahun ini BLKI Bontang melakukan program pelacakan serapan lulusannya.

“Tahun ini kami sudah punya database. Sehingga kami nanti bisa tahu berapa yang terserap (dunia kerja) dan berapa yang belum,” sebutnya.

Terkait program penciptaan lapangan kerja untuk proyek Kilang Pertamina di Balikpapan, sebagaimana digiatkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Zakki menyatakan BLKI Bontang baru akan berkontribusi di 2019 mendatang. Karena untuk tahun ini, tenaga kerja lokal untuk proyek tersebut dipasok dari jebolan BLKI Balikpapan dan juga BLKI Samarinda.

“Insyaallah tahun depan. Informasinya tahun depan sudah masuk ke BLKI Bontang untuk persiapan Kilang Pertamina di Balikpapan,” tutur Zakki.

Dia mengakui bila fasilitas dan peralatan di BLKI Bontang masih kurang memadai. Dalam hal ini, BLKI masih butuh banyak bantuan untuk melengkapi kekurangan tersebut. Pengajuan tambahan sarana dan prasarana sendiri sudah mulai dilakukan, namun masih sebatas diajukan ke pemerintah pusat. Lantaran untuk pengadaan dari Pemprov sedang sulit terealisasi.

“Tapi fasilitas yang ada sekarang bisa dioptimalkan. Untuk tenaga instruktur, sementara ini ada dua instruktur dari PNS dan satu mekanik dari LPK (Lembaga Pelatihan Kursus, Red.). Insyaallah kebutuhan instruktur akan terisi tahun depan, karena ada pembukaan CPNS, formasi instruktur untuk dua orang,” tandasnya. (***)

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kader PDI Perjuangan Diduga Nodai Khilafah

Next Post

Lahan Obvitnas Diperebutkan 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.