• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kasus Dugaan Korupsi Perumda AUJ, Pengamat; Tahan Juga Tiga Tersangka Lain

by Redaksi Bontang Post
21 Juni 2022, 13:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Herdiansyah Hamzah

Herdiansyah Hamzah

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kejaksaan Negeri Bontang telah menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi di tubuh Perumda AUJ. Meliputi Yunita Irawati mantan Direktur Bontang Investindo Karya Mandiri, dan Abu Mansyur, Direktur CV Cendana, rekanan Perumda AUJ yang menjalankan proyek fiktif pengaspalan

Namun, ada tiga tersangka lain yang belum ditahan oleh Korps Adhyaksa hingga sekarang. Mencakup Andi Muhammad Amri (mantan direktur PT Bontang Transport), Yudi Lesmana (mantan Direktur BPR Bontang Sejahtera), dan Lien Sikin (mantan Direktur Bontang Karya Utamindo).

Pengamat hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah mengatakan, pernyataan bahwa penyidik masih mencari alat bukti dan saksi dipandang aneh. Mengingat jika statusnya sudah tersangka artinya alat bukti yang cukup sudah di tangan penyidik.

“Jadi tidak masuk akal kalau alasannya masih mencari alat bukti dan saksi,” kata dosen yang akrab disapa Castro itu.

Baca Juga:  PT LBB, Unit Usaha Perumda AUJ Bontang Ditengarai Nunggak Dua Bulan Gaji Karyawan

Selain itu, penahanan tersangka itu ada dua alasan. Berupa subjektif dan objektif. Alasan objektif karena tindak pidananya diancam penjara kurun lima tahun atau lebih. Sementara itu, alasan subjektifnya khawatir tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan alat bukti, dan mengulangi perbuatannya.

“Untuk perkara korupsi seharusnya tersangka segera ditahan. Sebab, dalam banyak kasus, tersangka perkara korupsi kerap melarikan diri ataupun menghilangkan atau merusak alat bukti,” ucapnya.

Pasalnya, perkara korupsi adalah kejahatan yang terorganisasi. Menurut dia, membiarkan tersangka bebas berkeliaran sama dengan memberikan peluang menghilangkan jejak kejahatannya. “Menurut saya, segera ditahan kalau tidak publik akan menanyakan profesionalisme kejaksaan,” tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Yunita Irawati ditahan setelah dilakukan penjemputan oleh penyidik. Pasalnya, pemanggilan selama lima kali secara bersurat tidak digubris. Ketika menjemput, tim melakukan tracking terhadap keberadaan tersangka. Setalah melakukan pendekatan persuasif, akhirnya tersangka mau ditemui dan langsung dibawa ke Bontang.

Baca Juga:  Direktur Perumda AUJ Bontang Akui Perusahaan Berutang Rp 500 Juta

Baca juga; Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Perumda AUJ Bontang Ditahan

Yunita Irawati selaku Direktur PT Bontang Investindo Karya Mandiri (anak Perumda AUJ) mendapat dana penyertaan modal sebesar Rp 3.899.212.000. Namun terdapat penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara Rp 2.445.768.236.  Selain itu, terdapat bukti transfer dari PT Bontang Investindo Karya Mandiri kepada tersangka lainnya dengan total Rp 708.387.000,00. Pun demikian terdapat data pinjaman atas nama LSK kepada PT Bontang Investindo Karya Mandiri Rp 61.250.000.

Tak hanya itu, tersangka dalam mengelola dana yang bersumber dari dana penyertaan modal pada PT Bontang Investindo Karya Mandiri terdapat pengeluaran yang tidak diperoleh dokumen pertanggungjawabannya Rp 1.256.283.936. Sementara Abu Mansyur dipanggil pada akhir pekan lalu.

Baca Juga:  Dua Terdakwa Kasus Korupsi Perumda AUJ Divonis Satu Tahun

Bersangkutan akhirnya memenuhi panggilan pada Senin (13/6). Setelah itu, Abu Mansyur langsung dilakukan pemeriksaan. Peran Abu Mansyur ialah terlibat dalam pengadaan dua videotron fiktif. Menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 1 miliar.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Ali Mustofa mengatakan mengenai tersangka lain yang sudah ditetapkan tetapi belum ditahan, Ali menerangkan kepada publik untuk bersabar. “Pasalnya, penyidik masih mencari alat bukti dan saksi. Sisanya tunggu saja. Ini bertahap,” pungkasnya. (ak/ind/k8)

Tags: Perumda AUJ
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penerapan PPDB Online Dinilai Belum Maksimal

Next Post

Kuota Sisa Bergeser ke Jalur Lain, Proses Seleksi PPDB Tahap Dua Lebih Ketat

Related Posts

Gugatan Perumda AUJ Ditolak Pengadilan, Eksekusi KMP Bontang Express II Berlanjut
Bontang

Gugatan Perumda AUJ Ditolak Pengadilan, Eksekusi KMP Bontang Express II Berlanjut

4 September 2026, 11:41
Pemkot Evaluasi Kinerja Perumda AUJ Bontang Jelang Seleksi Direksi 2027
Bontang

Pemkot Evaluasi Kinerja Perumda AUJ Bontang Jelang Seleksi Direksi 2027

1 Juni 2026, 07:54
Perumda AUJ Gugat Anak Perusahaan PT Bontang Transport Terkait Akta Perdamaian Kapal Roro
Bontang

Perumda AUJ Gugat Anak Perusahaan PT Bontang Transport Terkait Akta Perdamaian Kapal Roro

24 Februari 2026, 13:13
Perumda AUJ Bontang Untung Rp327 Juta, Jauh di Bawah Skala Aset dan Usaha
Bontang

Perumda AUJ Bontang Untung Rp327 Juta, Jauh di Bawah Skala Aset dan Usaha

9 Februari 2026, 08:36
Kasasi Ditolak, Eks Dirut BPR Bontang Sejahtera Tetap Divonis 3 Tahun Penjara
Kriminal

Kasasi Ditolak, Eks Dirut BPR Bontang Sejahtera Tetap Divonis 3 Tahun Penjara

7 November 2025, 11:48
Perumda AUJ Bontang Terus Merugi, Akhir 2023 Capai Rp 370 Juta
Bontang

Perumda AUJ Bontang Terus Merugi, Akhir 2023 Capai Rp 370 Juta

19 September 2024, 09:05

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.