• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang Kriminal

Kasus Dugaan Korupsi Potensi Dihentikan, Pengamat; Logika Aparat Mesti Diluruskan

by Redaksi Bontang Post
3 Januari 2023, 09:08
in Kriminal
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kasus dugaan korupsi pembangunan RS Tipe D ditemukan oleh Satreskrim Polres Bontang. Namun berdasarkan perkembangan waktu pihak kepolisian berencana menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Meskipun waktunya belum ditentukan secara jelas.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan saat ini pihaknya merampungkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Salah satunya perihal dokumen pengembalian kerugian negara.

“Kalau itu sudah lengkap semua, ya ada potensi dihentikan,” katanya.

Langkah ini dilakukan berdasarkan arahan Kapolri. Penanganan kasus korupsi yang paling diutamakan ialah pengembalian kerugian negara. Oknum yang bersangkutan diberi tenggat waktu selama 2 bulan untuk mengembalikan keuangan negara.

Baca juga; Kasus Dugaan Korupsi RS Tipe D Berpotensi SP3 

“Kalau dalam kurun waktu 2 bulan itu tidak ada itikad baik, kasusnya diproses, tapi untuk ini, yang bersangkutan sudah mengembalikan kerugian negara sebelum jatuh tempo waktu yang diberikan,” ucapnya.

Baca Juga:  Kasus Kredit Fiktif BPR, Pengacara Terdakwa Tuding OJK Tak Cermat

Adapun kasus ini dalam tahap lidik. Polisi pun belum menetapkan tersangka. Diketahui, modus korupsi yang merugikan negara, yakni adanya temuan pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi. Sehingga menimbulkan kerugian negara senilai Rp 289 juta lebih.

“Pihak Inspektorat sudah melakukan penghitungan kerugian negara,” katanya.

Diketahui, pengerjaan bangunan ini dimulai pada 2019. Kala itu, Pemkot Bontang mengucurkan anggaran sebesar Rp 7,3 miliar untuk pembangunan di eks Kantor Diskes melalui APBD. Pengerjaan dilakukan oleh CV Tajang Jaya. Pembangunan ini dilakukan karena diskresi wali kota saat itu. Setahun berselang kembali digelontorkan anggaran sebesar Rp 11,6 miliar. Tender dimenangkan oleh PT Kanza Sejahtera.

Sementara Pengamat Politik dan Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah mengatakan logika aparat penegak hukum mesti diluruskan. Pasalnya dua perkara yang ditangani oleh kepolisian dan kejaksaan berakhir dengan situasi yang sama.

Baca Juga:  Berkas Dua Tersangka KJKS Halal Rampung, Suratman Mengakui Banyak Pihak Terlibat

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Bontang juga menghentikan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi di tubuh Perumda AUJ. Dua orang yakni Andi Muhammad Amri dan Lien Sikin yang ditetapkan tersangka sebelumnya dicabut. Pasalnya kejari menyatakan alat bukti keduanya tidak cukup.

Berdasarkan laporan perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk tersangka LSK harus mengembalikan uang senilai Rp 50 Juta. Kemudian per 19 September lalu sudah dikembalikan ke Bank Kaltimtara.

Sementara untuk Andi Muhammad Amri berdasarkan BPKP tidak ada nominal yang perlu dikembalikan. Alhasil, perkara tindak pidana korupsi penyertaan modal tidak dapat dilanjutkan. Meski begitu, proses perkara tersebut bisa kembali digelar setelah ada alat bukti yang cukup.

“Mereka (polisi dan jaksa) harusnya patuh terhadap Undang-Undang. dalam UU Tipikor jelas pengembalian kerugian negara tidak menghapus pidananya,” tutur dosen yang akrab disapa Castro ini.

Baca Juga:  Alat Kesehatan Perlu Miliaran Rupiah, Waktu Operasional RS Tipe D Belum Pasti

Terkait temuan dugaan korupsi di RS Tipe D ia sudah menduga sebelumnya. Poinnya, anggaran yang tidak sesuai peruntukan, sudah pasti berpotensi korupsi. Dan sekarang terkonfirmasi dengan penyidik kepolisian. Persis, penyidik jangan sampai masuk angin. ia menyatakan jangan berharap melawan korupsi, jika aparat penegak hukumnya yang justru tidak konsisten menangani perkara.

“Tidak akan akan efek jera kalau setiap perkara yang sudah sangat terang adalah kasus korupsi, tapi justru dilepaskan oleh penyidik. Jangan sampai kepercayaan publik semakin menurun terhadap kepolisian,” sebutnya.

Ia menduga juga peran yang menyelewengkan keuangan negara bukan dari satu pihak. Karena lazimnya kasus korupsi, pasti selalu melibatkan persekongkolan banyak orang. Jadi penyidik jangan hanya menyasar pelaku lapangan. “Tapi juga yang menyuruh melakukan serta yang turut serta melakukan kejahatan,” pungkasnya. (ak)

Tags: kasus korupsirs tipe d
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tak Terima Ibu Menikah Lagi, Anak Bacok Ayah Tiri

Next Post

Diduga Mengantuk, Pengendara Mobil Tabrak Trotoar di Jalan Cipto Mangunkusumo

Related Posts

Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan
Bontang

Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan

24 Oktober 2026, 13:10
Defisit Anggaran, Pemkot Bontang Tunda Pembangunan RS Tipe D dan Revitalisasi GOR Taman Prestasi
Pemkot Bontang

Defisit Anggaran, Pemkot Bontang Tunda Pembangunan RS Tipe D dan Revitalisasi GOR Taman Prestasi

14 Juli 2026, 18:32
Isu Dua RS Swasta Bontang Turun Kelas, Dinkes: Kami Masih Tunggu Hasil Resmi
Bontang

Isu Dua RS Swasta Bontang Turun Kelas, Dinkes: Kami Masih Tunggu Hasil Resmi

19 Juni 2026, 08:58
RS Taman Sehat Bontang Lanjut, Disiapkan Jadi Back Up RSUD Taman Husada
Bontang

RS Taman Sehat Bontang Lanjut, Disiapkan Jadi Back Up RSUD Taman Husada

10 April 2026, 11:36
Benahi RS Taman Sehat Bontang, Neni Moerniaeni Gas Penguatan SDM dan Revitalisasi UGD
Bontang

Benahi RS Taman Sehat Bontang, Neni Moerniaeni Gas Penguatan SDM dan Revitalisasi UGD

7 Januari 2026, 15:07
Anggaran Terbatas, Pembangunan Lantai Tiga Parkir RS Tipe D Bontang Tertunda
Bontang

Anggaran Terbatas, Pembangunan Lantai Tiga Parkir RS Tipe D Bontang Tertunda

3 Januari 2026, 15:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.