• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kasus Kredit Fiktif BPR, Pinjaman Cair Duluan, Berkas Menyusul

by Redaksi Bontang Post
27 November 2021, 14:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Majelis hakim Pengadilan Negeri Bontang menggelar persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi perkara dugaan penyaluran kredit fiktif di tubuh PT BPR Bontang Sejahtera.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Bontang menggelar persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi perkara dugaan penyaluran kredit fiktif di tubuh PT BPR Bontang Sejahtera.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kasus dugaan penyaluran kredit fiktif di tubuh PT BPR Bontang Sejahtera menemui babak baru. Persidangan pertama digelar di Pengadilan Negeri Bontang, Selasa (25/11). Agendanya ialah pemeriksaan saksi. Kali ini saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) berjumlah tujuh orang. Mulai dari karyawan bank pelat merah tersebut hingga nasabah yang namanya dicatut.

Pada persidangan saksi berinisial S mengatakan kejadian dugaan penyaluran itu berlangsung dari 2016-2018. Kala itu saksi duduk sebagai teller. Ia menjelaskan pencairan pinjaman tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sesungguhnya. “Cair dulu baru berkasnya diajukan,” kata saksi tersebut.

Ia mengaku berkas yang diduga ditangani oleh terdakwa Yudi Lesmana sebanyak sembilan debitur. Sementara yang diurusi oleh terdakwa Yunita Fedhi berjumlah tujuh berkas. Masing-masing pengajuannya berkisar Rp 50 juta. “Kalau terdakwa Yudi plafon yang dicairkan mencapai Rp 500 juta sedangkan Yunita Rp 360 juta,” ucapnya.

Baca Juga:  Kasus Lahan Bandara Perintis, Diduga Mantan Sekkot Terima Aliran Dana

Saksi juga menjelaskan sempat menerima perintah dari mantan direksi itu untuk melakukan pencairan dari debitur yang diajukan. Perkara nanti pihak yang bertanggungjawab menjadi ranah direksi saat itu. Bahkan, ia juga menyebut bahwa direksi membayar bunga pinjaman dipotong dari gaji. Sementara iuran pokoknya tetap belum terlunasi.

Tak hanya itu, sejumlah jaminan yang dipakai juga milik saksi. Mulai dari surat tanah hingga surat kepemilikan kendaraan bermotor. “Lunasnya setelah ada temuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tutur dia.

Sementara saksi N yang merupakan salah satu nama dari anggota keluarganya yang dicatut datanya, mengaku memang sebelumnya melakukan peminjaman di PT BPR Bontang Sejahtera. Jumlahnya sekira Rp 10 juta. Ia pun tidak menyebutkan waktu persisnya. Tetapi sebelum ada temuan dari OJK sudah dilunasi.

Baca Juga:  Kerugian Negara Kasus BME Susut, Kejari Sebut Inspektorat Hitung Ulang

Tetapi tiba-tiba namanya tidak bisa mengajukan kredit di bank lain. Karena masih tertunggak di PT BPR Bontang Sejahtera. Plafon pinjaman yang tertera Rp 50 juta. Saksi ini kesehariannya sebagai pedagang.

“Saya tahu dari OJK. Ketika mengajukan di bank lain saya kena blacklist,” terangnya.

Saksi juga mengaku tidak menandatangani perjanjian kredit dengan BPR pada 2018 silam. Ia meminta agar nama baiknya dipulihkan dengan kondisi ini. Sementara terdakwa Yudi Lesmana membenarkan soal penyaluran pinjaman ke salah satu anggota keluarga saksi N. Ia mengaku mendapatkan data dari bagian operasional, manajer marketing, dan marketing. Direksi pun juga mengunjungi rumah bersangkutan kala itu.

“Benar saya saat itu minta bantuan untuk penyaluran kredit ini,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidikan sebelumnya dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat. Kemudian berkas ditangani oleh Kejaksaan Agung. Setelah itu Kejari Bontang menerima limpahan penanganan perkara pada 14 Oktober.

Baca Juga:  Banyak Kejanggalan Mantan Bos Perumda AUJ Jadi DPO, Pengamat; Ada Indikasi Dihentikan

Modus yang dilakukan terdakwa ialah penggunaan data lama debitur. Padahal debitur tersebut tidak mengajukan peminjaman dana di PT BPR Bontang Sejahtera. Kurun 2016-2018.

Modus yang dilakukan keduanya tercatat kerugiannya mencapai Rp 500 juta. Dengan total 10 debitur. Di tambah Yunita yang diduga melakukan sendiri dengan kerugian Rp 365 juta sebanyak 8 debitur. Dua berkas akhirnya diajukan oleh jaksa penuntut umum ke Pengadilan Negeri Bontang.

Terdakwa disangka melanggar pasal 49 ayat 1 huruf A UU 10/1998 yang diubah dari UU 7/1992. Dengan ancaman penjara 5-15 tahun. Di tambah denda sepuluh hingga 200 miliar rupiah. Keduanya telah dilakukan penahanan di Lapas Bontang sejak 14 Oktober silam. (*/ak)

Tags: BPR Sejahterakasus korupsi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Resep Corndog Mozzarella, Camilan Hits Teman Nonton Drakor

Next Post

Pria Bersama Motornya Tercebur ke Sungai Mahakam

Related Posts

Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan
Bontang

Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan

24 Oktober 2026, 13:10
Empat Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Ajukan Kasasi Usai Vonis Banding Diperberat
Kriminal

Empat Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Ajukan Kasasi Usai Vonis Banding Diperberat

15 Desember 2025, 16:57
Hasil Survei KPK Tempatkan Kutim Daerah Paling Rentan Korupsi di Kaltim, Ini Kata Bupati
Kaltim

Hasil Survei KPK Tempatkan Kutim Daerah Paling Rentan Korupsi di Kaltim, Ini Kata Bupati

12 Desember 2025, 19:05
Sikapi Survei KPK, Wawali Bontang; Evaluasi Secara Menyeluruh
Bontang

Sikapi Survei KPK, Wawali Bontang; Evaluasi Secara Menyeluruh

12 Desember 2025, 11:11
Hasil SPI KPK 2025 Kaltim; Pemkab Kutim Paling Rentan Korupsi, Berikut Peringkat Bontang
Kaltim

Hasil SPI KPK 2025 Kaltim; Pemkab Kutim Paling Rentan Korupsi, Berikut Peringkat Bontang

10 Desember 2025, 21:36
Kasus Korupsi RPU di Kutim Mengemuka, Bupati Pilih Tidak Berkomentar
Kriminal

Kasus Korupsi RPU di Kutim Mengemuka, Bupati Pilih Tidak Berkomentar

7 Desember 2025, 14:25

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.