• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Himawan Privat (294); Hobi yang Jadi Duit

by BontangPost
4 Juli 2017, 12:50
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Himawan Privat

Himawan Privat

Share on FacebookShare on Twitter

Usianya masih terbilang muda, 25 tahun, namun Himawan Privat patut disebut salah satu entrepreneur muda berbakat yang dimiliki Bontang. Tak hanya modal paras yang rupawan, dibalik senyum manisnya ia memiliki ilmu bisnis yang tak bisa dipandang remeh.

Ahmad Nugraha, Bontang

Di usianya yang masih terbilang belia ini, Mawan –begitu disapa– telah memiliki perusahaan sendiri, bagi kaula muda Bontang, pasti sudah tak asing dengan nama “Dostip Production”. Ya sebuah perusahaan yang ia rintis sejak tahun 2015  bergerak di bidang jasa pembuatan film, organizer, dan animasi.

Nama Dostip pun ia pillih menjadi ikon nama perusahaannya. Dostip dalam bahasa prokem Bontang berarti (punyaku).

Bisnis jasa  dijajal Mawan, lantaran tak banyak yang melihat prospek bisnis ini begitu menjanjikan, baginya lebih baik menjadi seorang pengusaha, dibanding menjadi karyawan. Sebab menjadi pengusaha ia bisa menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu ia merasa tak pantas menjadi karyawan jika melihat dirinya yang tak bisa mengikuti aturan perusahaan atau instansi pemerintahan yang begitu serba teratur.

Darah bisnis mengalir dari almarhum ayahnya Andi Jufri Chen. Namun ilmu bisnis tak langsung diturunkan begitu saja laiknya ilmu tenaga dalam di film-film. Bisa dibilang suratan takdir, lulus SMA di tahun 2010 Mawan  merantau ke Ibukota Jakarta.

Baca Juga:  Berbagi Pengalaman Marching Band lewat Film Layar Lebar

Memilih jurusan perfilman di Instititut Kesenian Jakarta (IKJ) mawan memang punya niatan ingin  mengembangkan dunia perfilman di kota kelahirannya, Bontang. Kerasnya kehidupan di Ibukota pun ia lalui. Bekerja serabutan sembari kuliah, itu dia lakukan semata-mata untuk bertahan  hidup di perantauan, juga  tidak menambah beban orang tua.

“Waktu itu ditawarin garap-garap event, saya jadi line produser hari ulang tahun yang ke 100 Ismail Marzuki, ini event pertama saya dimana saya ikut terlibat langsung di dalamnya. Di sini juga saya manfaatkan belajar ke senior-senior hebat di sana,” kenangnya.

Cita-cita pemuda kelahiran Bontang 8 November 1991 ini harus terhenti, kala mendapat kabar ayahnya meninggal disebabkan sakit keras yang diderita di tahun 2013. Dengan perasaan yang begitu rapuh ia putuskan kembali ke kampung halaman.

Sepeninggal ayahnya, Mawan sempat dilema, apakah akan kembali melanjutkan studinya atau menetap di Bontang. Di satu sisi ia ingin melanjutkan kuliahnya, di sisi lain ia tak tega meninggalkan ibu dan adik-adiknya yang masih kecil-kecil.

“Saya realistis juga kalau saya ke sana bagaimana mau  lanjut sedangkan biaya untuk kuliah persemesternya kan mahal. Jadi saya putuskan berhenti dan memilih untuk sementra di Bontang melanjutkan usaha almarhum bapak sebagai supplier bahan makanan,” ujarnya.

Baca Juga:  Rutin Komunikasi Via WhatsApp, Jadi Rombongan Paling Tertib

Memegang usaha yang  sebelumnya tak pernah ia kerjakan, terpaksa harus dilakoninya. Belajar dan terus belajar perlahan,  ia mulai mendapat ritme kerja yang dulunya dilakukan almarhum ayahnya. Hanya butuh waktu setahun, Mawan sukses membangun kembali bisnis supplier milik orangtuanya yang sempat vakum akibat sakit yang diderita ayahnya.

Tak hanya sekadar aktivitas keseharian, sembari bekerja ia terus berinovasi demi meningkatkan kepercayaan kepada konsumen. Baginya bisnis kepercayaan merupakan hal yang utama yang harus diajaga dalam dunia bisnis.

“Setelah saya bangun kembali usaha bisnis almarhum, saya percayakan ke adik saya untuk kelola kemudian saya kembali ke Jakarta kerjain even-event, kebetulan ada panggilan teman di sana saya putuskan ke sana selama setahun,” ujarnya.

Setahun di Jakarta, kecintaannya terhadap kampung halaman tak terbendung, apalagi jika mengingat ibu dan adik-adiknya yang selalu memintanya untuk kembali pulang. Bagi Himawan ia tak ingin melewatkan tumbuh kembang adik-adiknya, sebab sejak ayahnya meninggal ialah kepala rumah tangga.

Berkat desakan dari adik-adiknya ia pun kembali ke Bontang, dan memutuskan meniti karir. Sedari awal Mawan memang tak ingin mencari pekerjaan, ia pun memulai peruntungannya dengan membuka usaha kafe, namun sayang usahanya ini tak bertahan lama.

Gagal menjadi pengusaha kafe, pikirannya mulai terbuka kenapa tidak membuka usaha yang sesuai dengan passion-nya. Singkat cerita, ia memberanikan diri memproduksi film bermuatan lokal, mengangkat kisah tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Lika-liku Viko Januardhy Jadi Komisioner KPU Kaltim (2-Habis); Daftar Seleksi Paling Akhir, Teruskan Perjuangan Sang Ayah

“Film ini sebenarnya sudah jadi bahkan kami sudah buat teaser-nya, tapi sayang kami tidak ada pemodal jadi sampai sekarang gagal tayang,” tuturnya.

Tak ingin larut dalam kesedihan, perlahan Mawan mulai membuka jasa pembuatan animasi, untuk bahan presentasi dan aneka macam. Berkat kegigihannya yang tak pantang meneyerah, usaha animasinya mulai diterima khalayak. Tak sedikit politisi, instansi swasta maupun pemerintahan sudah merasakan karya darinya.

“Saya yakinkan kalau presentasi jangan melulu begitu-begitu saja haru ada sentuhan seninya yah salah satunya seni animasi, Alhamdulillah mulai diterima dan karya saya mudah dipahami,” ucapnya.

Disinggung soal omzet dalam sebulan yang berhasil ia kumpulkan, ia tak mau buka-bukaan. Niat awalnya untuk menciptakan lapangan kerja pun sudah terealisasi, tercatat sebanyak 18 orang yang sudah ia pekerjakan. “Semoga sedikit cerita saya bisa menginpirasi pemuda Bontang,” tukasnya. (**)

Biodata : Himawan Privat

Panggilan : Mawan

TTL : Bontang 8 November 1991

Nama Orang Tua : Andi Jufri Chen Ibu, Fatmawati Syahran

Hobi : Main Bola

Motto : Kebahagiaan saya adalah membahagiakan orang lain

SD IT Yabis

SMP IT Yabis

SMA Negeri 1 Bontang

Intitut Kesenian Jakarta

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

AFH Tempel Hasdam

Next Post

Bulan Ini, Tarif PDAM Naik 20 Persen

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.