• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Syuriansyah (Noey) – (274); Pernah Trauma karena Ancaman Dibunuh

by BontangPost
5 Juni 2017, 17:42
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Syuriansyah (Noey)

Syuriansyah (Noey)

Share on FacebookShare on Twitter

Syuriansyah, pemuda asli Bontang ini tak pernah menduga bakal menggeluti dunia perwasitan. Berawal hari hobinya ‘memasukkan bola ke dalam keranjang,’ kini ia salahsatu wasit berlisensi nasional yang dimiliki Provinsi Kaltim.

Yusva Alam, Bontang

Prestasi itu tidaklah datang tiba-tiba. Perjalanan panjang nan berliku harus dilalui Noey, sapaan akrabnya hingga mampu meraih lisensi B1 Nasional. Tak hanya di Bontang,  bahkan di tingkat Kaltim saja dapat dihitung dengan jari wasit basket yang memilikinya.

Noey bercerita, bagaimana awal kisahnya hingga kini mampu memimpin pertandingan basket untuk skala nasional.

Sejak awal Noey memang sangat menyukai olahraga bola basket. Hingga duduk di bangku SMU, ia kerap menjadi atlit basket. Bermain dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Namun atas nasehat almarhum sang pelatih, Noey justru tidak disarankan untuk meneruskan bakatnya tersebut sebagai seorang atlit, tetapi diarahkan untuk menggeluti profesi  wasit.

Hal tersebut disebabkan faktor ukuran tubuh yang tidak sesuai standar rata-rata pemain basket.  Noey memiliki ukuran tubuh pendek, tidak menjulang tinggi seperti atlit basket umumnya.

“Almarhum pelatih saya, Irmunanto, saat itu melihat ukuran tubuh saya tidak berkembang. Sehingga mengarahkan untuk jadi wasit. Alhamdulillah, berkat nasehat tersebut kini saya dapat menikmatinya,” ujarnya.

Baca Juga:  Guru Seni Pertama di Bontang, Buat Seni jadi Pelajaran Menyenangkan 

3 tahun pasca kelulusan SMU, Noey memutuskan berkarir sebagai pengadil lapangan. Kebetulan saat itu, organisasi Pemuda Muhammadiyah mengadakan sebuah pelatihan wasit untuk lisensi C. Tak menyia-nyiakan kesempatan, ia mengikutinya. Tak lama berselang ia memimpin kompetisi Kelompok Umur (KU)-16. Inilah kompetisi pertama secara resmi ia sebagai wasit.

“Kala itu saya mendapat arahan dari provinsi untuk mencari pengalaman memimpin hingga 100 pertandingan. Agar bisa mengikuti lisensi berikutnya yang lebih tinggi. Alhamdulillah lagi, saat itu banyak turnamen digelar di Bontang. Sehingga saya cepat memenuhi prasyarat tersebut,” kenang Noey.

Selanjutnya, ia mendapatkan peluang untuk mendapatkan lisensi B2 yang diadakan oleh provinsi di Samarinda. Dari Bontang hanya 3 wasit yang berhasil mendapatkannya, termasuk dirinya. Setelah itu, dirinya mulai naik level. Dipercaya memimpin beragam turnamen tingkat provinsi. Seperti Poprov, Porda, dan 02SN.

“Rata-rata wasit di Bontang hanya memiliki lisensi C. Jarang sekali yang punya lisensi di atas Lisensi C. Saya bertekad untuk terus meraih lisensi tertinggi,” ungkapnya antusias.

Hingga tahun 2013, lagi-lagi dirinya mendapat peluang mengambil lisensi B1 Nasional di Jakarta. Namun untuk meraihnya, banyak jalan terjal yang harus dilaluinya. Ia dipaksa memilih antara karirnya sebagai wasit, atau pekerjaannya di salahsatu perusahaan swasta di Bontang. Pilihan yang berat. Namun dirinya sudah bertekad bulat untuk menekuni dunia wasit. Sehingga ia memilih keluar dari pekerjaannya, dan meneruskan karir wasitnya.

Baca Juga:  Utamakan Kepuasan Pelanggan, Berdakwah lewat Pengobatan

“Setelah mendapat lisensi B1 nasional, saya mulai naik satu level lagi. Mulai sering memimpin pertandingan untuk skala nasional. Pasca lulus, saya dipercaya memimpin pra session liga nasional NBL-WNBL. Bahkan di tahun 2015 saya terpilih mewakili Kaltim memimpin pertandingan di Popnas, Bandung,” bebernya.

Noey mengaku, saat ini benar-benar menikmati profesinya tersebut. Baginya, menjalankan pekerjaan yang sesuai hobi merupakan kebahagiaan tersendiri. Tak hanya dari segi materi yang didapatkan, Ia mengaku banyak mendapat manfaat dari profesinya ini. Mulai dari banyak relasi dan pertemanan, hobi yang tersalurkan, hingga bisa mengunjungi daerah-daerah yang belum pernah didatanginya.

“Karena profesi ini saya bisa menginjakkan kaki di Pulau jawa,” katanya.

Namun begitu, pengalaman pahitpun pernah dirasakannya. Hingga ia pernah berniat untuk menghentikan karirnya tersebut. Saat itu ia memimpin pertandingan di Poprov sekira tahun 2009 di Samarinda. Saat memasuki babak semifinal, kru salahsatu tim yang bertanding mengancamnya untuk bisa memenangkan timnya. Ia sampai mengalami ancaman fisik, dicekik oleh kru tersebut. Bahkan sampai diancam bunuh.

Baca Juga:  Hobi Membuahkan Hasil, Jadi Sarana Mengabdi 

“Syukur setelah saya lapor komisi wasit hal ini bisa diatasi. Saya juga tidak diijinkan memimpin laga, karena trauma yang saya alami,” ujarnya.

Dengan trauma yang dialaminya itu, ia berpikir ulang untuk berhenti. Ia menyayangkan, kalau hanya gara-gara kejadian tersebut, dirinya dapat mengorbankan perjuangannya selama ini. Demi karirnya ia bertekad meneruskan kembali profesinya.

Kini Noey masih bersemangat meningkatkan levelnya. Targetnya, memimpin liga tertinggi di Indonesia, yaitu Indonesian Basket Ball League (IBL). Serta meraih lisensi A dan FIBA.

“Kalau saya bisa dapat lisensi FIBA, saya bisa memimpin pertandingan tingkat asia bahkan dunia,” ungkapnya dengan semangat.

Dirinya pun berpesan kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar tidak memandang sebelah mata profesi wasit. Karena profesi ini kalau ditekuni juga cukup menjanjikan. Tak hanya itu, yang terpenting baginya, dari profesi ini mampu merubah kepribadiannya. Dari negatif menjadi positif. Termasuk penampilan, yang dulunya urakan sekarang lebih rapi.

“Perubahan attitude ini yang paling bermakna dari yang saya dapatkan sebagai pengadil lapangan,” pungkasnya. (*)

TENTANG SYURIANSYAH (Noey)

Nama: Syuriansyah (Noey)

TTL: Bontang, 3 November 1985

Profesi: Wasit basket

Lisensi: B1 Nasional

Prestasi :

  • POPDA Kaltim
  • POPROV Kaltim
  • 02SN Nasional
  • DBL Series Kaltim
  • POPNAS Bandung
Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Latihan Hari Kedua di Bulan Ramadan, Bontang FC Pertajam Penyelesaian Akhir 

Next Post

Nobar Final Liga Champions Meriah, Kalahkan Juventus, Real Raja Eropa 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.