Menjadi kepuasan tersendiri bagi Tasnim Muin jika dalam aktivitasnya baik bekerja maupun di kehidupan sosial bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
Bambang, Bontang
Hidup di dalam keluarga yang religius sudah Tasnim rasakan sejak kecil. Ayah dan Ibunya yang merupakan jebolan dari pesantren sangat mempengaruhi karakternya hingga kini. Apalagi sang ayah Tasnim, yang banyak mencontohkan kepada anak-anaknya untuk bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain meski harus dengan kerja keras dan pengorbanan. Prinsip inilah yang hingga saat ini masih terus dibawa baik dalam bekerja maupun di kehidupannya sehari-harinya.
Tidak hanya itu, sikap mandiri pun sudah tertanam dalam diri Tasnim sejak kecil. Bahkan saat duduk dibangku Madrasah Aliyah, karena demi memenuhi kebutuhan ekonomi, Tasnim rela menjadi pemulung setiap pulang dari sekolah. Selain itu, demi menambah biaya kuliah, Tasnim juga rela berjualan sayur hingga menjadi tenaga honorer di salah satu MTs di Balikpapan. Hingga ketika sudah berkeluarga pun, Tasnim juga pernah menjadi tukang ojek sebelum akhirnya diangkat menjadi Pegawai di Kementerian Agama.
Saat menjadi tenaga honorer di salah satu MTs di Balikpapan, suami Puji Sumarliyah itu setiap tahunnya mulai dari tahun 1998-2002 kerap kali diminta Kemenag untuk membantu mengurusi jemaah haji di embarkasi Balikpapan sehingga dari amanah itulah, dirinya mendapat pengalaman menjadi pelayan bagi tamu-tamu Allah.
“Kenikmatan yang saya nikmati selama menjadi pegawai di Kemenag setidaknya ada tiga. Bisa melayani tamu-tamu Allah, memberikan pelayanan kepada kerukunan lintas agama, dan terakhir memberikan pelayanan di dunia pendidikan khususnya di pendidikan Madrasah,” ujar pria kelahiran Pare-pare, 6 Agustus 1974 itu.
Dari pengalaman mengurusi jemaah haji inilah, Tasnim pernah ditempatan di bagian Urusan Agama Islam dan Penyelenggaraan Haji. Bahkan dirinya pun juga pernah diamanahi menjadi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) pada 2007 lalu, dan Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) pada 2011 kemarin. Rencananya, tahun ini pun Tasnim juga akan kembali menjadi TPHI.
Dalam setiap aktivitasnya, bapak empat anak itu selalu berprinsip untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat serta membantu dengan ikhlas tanpa pamrih. Karena baginya, bisa menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain merupakan kepuasan tersendiri.
“Saya berpesan kepada diri saya sendiri dan setiap orang yang berkecimpung dalam hal keagamaan, selalu milikilah lima prinsip budaya. Yaitu memiliki Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Bertangung jawab, dan dapat menjadi teladan,” tutupnya. (bersambung)
Tentang Tasnim
Nama : Tasnim Muin, SH
TTL : Pare-pare, 6 Agustus 1974
Alamat : Jalan MH Thamrin Gang Terompet 3 nomor 4, Bontang Baru
Orang tua : H. Abdul Muin Hamzah (Alm) – Hj. Nadirah
Istri : Hj. Puji Sumarliyah
Anak :
- Amaliah
- Rizky Yuliah
- Zahratul Qolbiyah
- Ummi Marlitza Mumtazah
Riwayat Pendidikan :
- MA Ibnu Kholdun Balikpapan (1992)
- Universitas Tri Darma Balikpapan (1998)
Riwayat Organisasi :
- Wakil Sekertaris Bidang Hukum KNPI Bontang (2012-2015)
- Wakil Ketua KNPI (2015-sekarang)
- Wakil Sekertaris Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Bontang (2012-2015)
- Sekertaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bontang (2012-Februari 2017)
- Anggota FKUB (Februari 2017-Sekarang)
- Mubaligh LDNU Bontang (2010-sekarang)
Hobi : Bulu Tangkis
Pekerjaan : Kasi Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Bontang







