• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Budidaya dan Perkenalkan Tanaman Obat Asli Kaltim

by BontangPost
25 Maret 2017, 12:46
in Feature
Reading Time: 5 mins read
0
Hery (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Hery (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Cerita Hery Romadan, Owner CV Abihira Herba Center

Hutan tropis Kaltim kaya akan beragam potensi, salah satunya tanaman obat tradisional. Potensi inilah yang dilihat Hery Romadan. Melalui CV Abihira Herba Center, pria kelahiran Samarinda 42 tahun lalu ini mengembangkan budidaya tanaman asli Kaltim menjadi produk obat berkhasiat.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Ketertarikan Hery kepada tanaman obat sudah muncul kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Ketika kawan-kawannya sibuk melakukan riset kayu-kayu di Kaltim, Hery justru lebih tertarik meneliti tanaman obat. Menurutnya potensi hutan Kaltim bukan hanya kayu, melainkan juga tanaman-tanaman yang dapat diolah menjadi obat mujarab.

“Salah satunya tahongai, tanaman perdu yang berkhasiat untuk mengatasi kolesterol, hepatitis, dan diabetes. Juga anti kanker. Tanaman ini banyak ditemukan tumbuh liar di hutan, namun banyak yang belum tahu khasiatnya,” ujar Hery saat ditemui Metro Samarinda (Kaltim Post Group) di kediamannya, Kamis (23/3) kemarin.

Ketertarikan itulah yang membuat Hery kerap melakukan penelitian kandungan-kandungan tanaman yang oleh masyarakat dipercaya menjadi obat. Contohnya daun alpukat yang menurut kepercayaan masyarakat mampu menyembuhkan kesurupan. Setelah ditelitinya, rupanya daun ini memiliki kandungan zat penenang.

“Dengan mengetahui kandungan-kandungan tanaman ini, bisa dibuat produk obat-obatan untuk berbagai masalah kesehatan manusia,” tambahnya.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Lempake, Samarinda Utara, Hery kerap melihat orang-orang yang datang untuk meminta tanaman obat tradisional Kaltim. Tanaman-tanaman obat seperti pasak bumi lantas diberikan warga dalam wujud aslinya yang belum diolah. Dari situ Hery berpikir alangkah lebih baik bila tanaman-tanaman tersebut sudah diolah dalam bentuk obat jadi siap konsumsi.

“Dari situlah timbul keinginan saya untuk memproduksi obat herba dari tanaman-tanaman asli Kaltim,” kenang Hery.

Berbekal pengetahuan yang didapatkannya semasa kuliah, Hery mulai merintis usaha produksi obat herbalnya. Apalagi sebelumnya dia juga sempat berdagang obat-obatan herbal. Belum adanya produk obat herbal asli Kaltim semakin membuat Hery bersemangat merintis usahanya. Menurutnya selama ini obat-obatan herbal yang beredar di pasaran banyak berasal dari Jawa.

“Saya juga ingin mengenalkan potensi daerah Kaltim. Bahwa Kaltim juga memiliki obat-obatan tradisional yang berdaya jual,” jelasnya.

Baca Juga:  September, Kaltim Alami Deflasi

Hery lantas memulai usahanya dengan mendirikan CV Abihira Herba Center di tahun 2007. Pada mulanya dia membuat produk jahe merah dan pasak bumi yang diproduksi dalam skala rumahan. Barulah di tahun 2010, setelah mempelajari banyak riset, dia membuat produk teh kesehatan dari daun tahongai. Rupa-rupanya tahongai adalah tanaman obat yang khasiatnya belum banyak diketahui masyarakat.

“Banyak riset tentang daun tahongai di universitas. Namun tidak ada yang menggunakan riset tersebut untuk mengembangkan potensinya. Saya pun tergerak mulai membuat produk tahongai dengan merek Tahongai,” sebut Hery.

Bermodalkan Rp 300 ribu, perlahan usaha pembuatan produk obat herbalnya mulai berkembang. Tanaman-tanaman obat yang menjadi bahan baku produknya didapatkan dengan mencari di hutan dan di berbagai tempat lainnya. Sempat bekerja sebagai petugas bagian pemetaan di lembaga konservasi orang utan membuat Hery banyak tahu lokasi-lokasi tahongai di hutan.

“Saya menyadari potensi tahongai. Karenanya sejak saat itu saya mulai membudidayakannya sendiri,” ungkap ayah dua anak ini.

Di lahan seluas 1,5 hektare miliknya, Hery mulai mengembangkan budidaya tahongai. Selain sebagai bahan untuk produk herbalnya, juga untuk melestarikan keberadaan tanaman ini. Kata dia, di antara tanaman-tanaman obat lainnya, tahongai yang paling banyak menghasilkan. Pasalnya, daun tanaman ini lekas tumbuh kembali setelah dicabut. Berbeda dengan tanaman obat lainnya seperti pasak bumi yang membutuhkan waktu lama untuk tumbuh.

“Saya belum tahu apakah tahongai merupakan endemik Kaltim. Tapi tanaman ini merupakan tanaman asli Kaltim. Karena itu sebagai warga Kaltim, saya ingin ikut melestarikannya,” papar Hery.

Oleh Hery, daun tahongai diolah sedemikian rupa menjadi minuman teh. Prosesnya meliputi pengeringan daun setelah dipanen. Setelah kering, digiling untuk kemudian masuk tahap pengadonan, lantas dilakukan pengovenan. Setelah selesai, dilakukan pengantongan untuk kemudian pengemasan. Barulah setelah produk hadir dalam kemasan, dilakukan penjualan baik secara online maupun offline.

“Penjualan paling banyak datang dari penjualan online. Kami melayani penjualan ke seluruh Indonesia. Saat ini kami perwakilan kami baru di Samarinda, Balikpapan, dan Makassar,” jelas pria yang pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran ini.

Baca Juga:  Dorong Kaum Hawa Mandiri, Terlibat di Perlindungan Anak

Saat pertama kali diperkenalkan, Teh Tahongai produksi CV Abihira Herba Center langsung mendapat perhatian dari masyarakat. Salah satunya saat Hery ikut dalam event Penas 2011 di Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam pameran tersebut, Hery memperkenalkan salah satu khasiat Teh Tahongai yaitu dapat menjadikan badan segar saat bangun pagi. Rupa-rupanya ada salah seorang pengunjung yang tertarik menjajalnya.

“Besoknya orang itu datang lagi bersama teman-temannya. Katanya teh saya benar-benar manjur. Teman-temannya ikut memesan. Produk saya sampai habis laku terjual dan saya mesti memproduksi kembali karena permintaannya banyak,” ceritanya.

Kata Hery, pada awalnya penjualan produk-produknya tidaklah berjalan signifikan dan biasa-biasa saja. Diakui, kala itu dia belum mengetahui bagaimana ilmu bisnis dan pemasaran. Produk-produknya pun dijual dengan harga relatif sama dengan produk-produk sejenis. Namun setelah mengetahui ilmu bisnisnya, Hery mulai yakin dengan produk miliknya. Harga yang dibanderol pun sesuai dengan khasiat yang dimiliki produk tersebut.

“Saya menerapkan dua jenis harga. Yaitu harga secara nasional dan harga khusus Kaltim. Harga khusus Kaltim lebih murah daripada harga nasional. Syaratnya pembelian dilakukan secara langsung di Kaltim,” urai Hery.

Kini Hery memiliki enam produk obat herbal hasil produksinya. Yaitu Teh Celup Tahongai, Jahe Merah Sahira, Teh Celup Cantikafara, Teh Celup Dara, Magkids, dan Madu Abihira. Jenis produknya ini direncanakan bakal bertambah ke depannya. Dalam hal ini, Hery terus melakukan riset dalam memproduksi produk-produk obat dari tanaman asli Kaltim yang belum diberdayakan.

“Untuk produk-produk yang sudah ada, saya berencana membuat varian yang lebih praktis dan murah. Sasarannya untuk dijual di pusat oleh-oleh khas Kaltim,” bebernya.

Dalam menjalankan usahanya, Hery memiliki tujuh pegawai tetap yang kesemuanya perempuan. Sementara untuk proses produksi, dia memberdayakan warga sekitar. Sehingga usahanya kini bisa menciptakan lapangan pekerjaan masyarakat di lingkungannya. Padahal sebenarnya Hery telah memiliki mesin produksi sendiri. Akan tetapi mesin tersebut kini tidak lagi digunakan karena pertimbangan tenaga kerja.

“Mesinnya saya istirahatkan di rumah. Karena kalau saya pakai mesin, saya tidak bisa menciptakan lapangan kerja,” sebut pria yang sempat bercita-cita di bidang teknik sipil ini.

Baca Juga:  Tak Terdaftar, Bawaslu Bakal Panggil LSI 

Memang, Hery bukan sekadar memikirkan keuntungan duniawi semata dalam berbisnis. Dia pun turut memikirkan kebutuhan rohani para pegawainya. Dalam hal ini dia mendidik para pegawainya untuk menghapal kitab suci Alquran. Peraturannya, selepas salat Asar semua kegiatan kerja dihentikan. Para pegawai mesti belajar menghapal Alquran bersama-sama. Secara khusus Hery merekrut guru ngaji untuk kegiatan ini.

“Saya ingin para pegawai saya bisa hapal Alquran. Termasuk yang ada di cabang. Untuk pegawai yang ada di cabang, mereka setor hapalan Quran lewat WA (WhatsApp, Red.),” tutur Hery.

Di tengah menjamurnya bisnis obat-obatan herbal, Hery mengaku tidak memikirkan persaingan yang ada. Melainkan mesti fokus pada target pasar produk-produknya. Dia tidak khawatir dengan persaingan yang ada. Karena dia yakin dengan kualitas dan khasiat produk-produk miliknya. Buktinya usahanya semakin berkembang bahkan mendapat penghargaan-penghargaan dari pemerintah.

Di antaranya dua kategori penghargaan Grand Award Produk Pertanian tahun 2014. Yaitu kategori holtikultura, pionir temuan baru yang belum dibudidayakan, serta kategori kelas bisnis atas dengan omzet di atas Rp 1 miliar. Dari Kementerian Perdagangan, CV Abihira Herba Center juga diganjar penghargaan UKM Pangan Award 2014, untuk produk minuman kesehatan.

“Rencana saya, selain budidaya dan produksi tanaman obat asal Kaltim, saya juga akan membuat tempat wisata herbal. Saat ini sudah saya rintis, dengan menanam aneka tanaman obat. Jadi anak-anak sekolah nantinya bisa belajar dengan melihat langsung contoh tanaman dan membaca apa saja khasiat yang dimilikinya,” tandas Hery yang berprinsip ingin membuat orang lain bahagia ini. (***)

LUKMAN/METRO SAMARINDA

Tentang Hery

Nama: Hery Romadan

TTL: Samarinda, 14 September 1975

Jumlah Anak: Dua

Pendidikan:

  • SDN 018 Samarinda
  • SMP 013 Samarinda
  • SMA 2 Samarinda
  • Jurusan Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda

Pekerjaan:

  • Owner CV Abihira Herba Center
  • Owner Jaringan Toko Jafar Herbal Indonesia
  • Owner jafarherbal.net

Alamat: Jalan Sukorejo Lempake Samarinda

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Awang Ferdian Ditempel Ketat

Next Post

Pemilu Meksiko Lebih Maju

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.