• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Kutai Timur Punya Empat Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Ini Daftarnya

by BontangPost
13 Juli 2026, 18:52
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Empat tradisi asal Kutai Timur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, mulai Hudoq hingga Belian Kutai Semega.

Empat tradisi asal Kutai Timur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, mulai Hudoq hingga Belian Kutai Semega.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Sangatta – Empat budaya dan tradisi asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya yang diwariskan turun-temurun melalui praktik, ritual, seni pertunjukan, hingga tradisi lisan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Ilham mengatakan, hingga kini terdapat empat budaya asal Kutim yang telah memperoleh pengakuan WBTb Nasional.

“Ini prestasi besar. Kenapa menjadi prestasi besar? Kita di Kutai Timur telah membukukan empat warisan budaya tak benda,” ujar Ilham, Minggu (12/7).

Budaya pertama yang memperoleh pengakuan adalah Hudoq pada 2013. Tradisi masyarakat Dayak Wehea di Kecamatan Muara Wahau itu merupakan ritual tari bertopeng yang digelar dalam pesta adat Lom Plai sebagai bentuk doa memohon kesuburan sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen.

Baca Juga:  Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung

Penarinya mengenakan topeng kayu berbentuk hewan atau roh pelindung yang dipadukan dengan balutan daun pisang sebagai simbol alam.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 2015, Lom Plai juga ditetapkan sebagai WBTb. Tradisi tersebut merupakan pesta adat pascapanen masyarakat Dayak Wehea yang menjadi rangkaian syukur sekaligus pelestarian nilai budaya.

Selanjutnya pada 2021, Bekenjong memperoleh pengakuan sebagai WBTb. Ritual pengobatan tradisional masyarakat Kutai itu dipimpin seorang pawang menggunakan mantra, tarian Ngenjong, iringan musik klentangan, serta sesaji. Tradisi tersebut dipercaya sebagai sarana penyembuhan, penolak bala, sekaligus media komunikasi dengan alam gaib.

Sementara itu, pada tahun ini Belian Kutai Semega dari Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, juga resmi masuk daftar WBTb Nasional. Ritual tersebut bertujuan memohon keselamatan, membersihkan kampung dari marabahaya, serta ditutup dengan prosesi Mengolor Prahu Naga atau larung ke laut sebagai simbol pelepasan bala.

Baca Juga:  Perbaiki Kapal, Warga Diterkam Buaya

Selain empat budaya yang telah diakui, Disdikbud Kutim menyiapkan sejumlah usulan baru untuk diajukan sebagai WBTb. Salah satunya adalah Emuang Panas Pelas yang direncanakan kembali diusulkan pada 2027.

“Walaupun sebenarnya tahun lalu sudah kami usulkan. Tahun ini sudah diusulkan tetapi ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi,” jelasnya.

Tradisi lain yang juga disiapkan untuk diusulkan ialah Seksiang, permainan tradisional perang-perangan di atas perahu yang menjadi bagian dari Festival Lom Plai, serta Beang Bit, kudapan tradisional khas Suku Dayak Wehea yang menyerupai dodol.

“Namun perlu diketahui bahwa usulan warisan budaya tak benda Indonesia itu harus melalui kajian akademis,” pangkasnya. (juf/kpg)

Tags: kebudayaan lokalkutai timurPelestarian BudayaWarisan budaya Indonesia
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Posko TNI Berdiri di Bontang Lestari, Ini Penjelasannya

Next Post

Kabur ke Kaltim, Tiga Tersangka Pembunuhan Polisi Katingan Ditangkap di Jalan Poros Samarinda-Bontang

Related Posts

12 Warisan Budaya Indonesia ini Diakui UNESCO
Nasional

12 Warisan Budaya Indonesia ini Diakui UNESCO

2 Februari 2022, 13:00
Menikmati Potensi Wisata di Desa Batu Lepoq Kutim: Dari Air Terjun Kembar Siapat sampai Gua Mengkuris
Bontang

Menikmati Potensi Wisata di Desa Batu Lepoq Kutim: Dari Air Terjun Kembar Siapat sampai Gua Mengkuris

5 Juli 2020, 17:00
Mengenal Tani Muda Santan: Membangun Desa, dari Konsumtif kembali Produktif
Feature

Mengenal Tani Muda Santan: Membangun Desa, dari Konsumtif kembali Produktif

8 Juni 2020, 15:05
Daya Dukung Memenuhi, Sangkima Jadi Tempat Pilihan Lepasliarkan Orangutan
Bontang

Daya Dukung Memenuhi, Sangkima Jadi Tempat Pilihan Lepasliarkan Orangutan

1 Juni 2020, 18:00
Cerita Pasien Covid-19 Asal Kutim: Sembuh Berkat Dukungan Tim Medis, PHBS, dan Berdoa
Bontang

Cerita Pasien Covid-19 Asal Kutim: Sembuh Berkat Dukungan Tim Medis, PHBS, dan Berdoa

7 April 2020, 18:00
Buaya
Kaltim

Hilang di Sungai, Ibu Dua Anak Diduga Diterkam Buaya

2 Maret 2020, 16:00

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Bontang Pecat Aipda IM, Positif Sabu hingga Terjerat Banyak Utang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.