Setelah Enam Tahun Berdiri, Akhirnya di Resmikan
SANGATTA-Akhirnya Masjid Agung Sangatta yang berdiri di perkantoran Bukit Pelangi mempunyai nama. Ialah Masjid Agung Islamic Center Al Faruq.
Nama ini sudah final. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang meresmikannya secara langsung. Peresmian dilaksanakan tadi pagi (19/10) sekira pukul 10.30 wita.
Nama Al-Faruq di nisbatkan kepada Bupati Kutim pertama yakni Awang Faroek Ishak. Cukup pantas nama ini diambilkan dari sepenggal nama gubernur Kaltim tersebut.
Pasalnya, Awang Faroek Ishak memiliki jasa yang besar untuk membangun Kutim. Terlebih politisi Nasdem itu merupakan bupati pertama di Kutim serta pencetus berdirinya masjid Al Faruq ini.
“Dengan mengucapkan bismillahirohmanirrahim, Masjid Agung Al Faruq saya resmikan,” lantang mantan Politisi Golkar itu.
Sebagai gambaran, masjid ini berdiri di atas tanah 10.000m2 dengan luas bangunan 500m2. Sedikitnya menghabiskan anggaran Rp 281,3 miliar. Dalam ruangannya bisa menampung sekira 5 ribu jamaah.
Masjid Agung Al Faruq didominasi warna hijau. Dibangun dengan arsitektur Timur Tengah modern. Terdapat banyak keindahan masjid terbesar di Kutim ini. Seperti menara Asmaul Husna memiliki 17 lantai dengan tinggi 99 meter. Disampingnya terdapat pula empat menara setinggi 66 meter.
Tidak hanya itu, terdapat pula fasilitas penunjang lainnya. Seperti parkir, taman, gudang, tempat penitipan sepatudan sandal, Aula Serba Guna, Perpustakaan, Kantor Sekretariat, penyejuk udara, sound system dan multimedia, pembangkit listrik, kamar mandi dan WC, tempat wudhu serta sarana ibadah.
Didalamnya ada aktivitas lainnya seperti manasik haji, pemberdayaan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf, pengajian rutin, dakwah, tablig tabliq akbar, hari besar islam,sholat jumat, dan ibadah sholat fardhu. (dy) berdiri di perkantoran Bukit Pelangi mempunyai nama. Ialah Masjid Agung Islamic Center Al Faruq.
Nama ini sudah final. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang meresmikannya secara langsung. Peresmian dilaksanakan tadi pagi (19/10) sekira pukul 10.30 wita.
Nama Al-Faruq di nisbatkan kepada Bupati Kutim pertama yakni Awang Faroek Ishak. Cukup pantas nama ini diambilkan dari sepenggal nama gubernur Kaltim tersebut.
Pasalnya, Awang Faroek Ishak memiliki jasa yang besar untuk membangun Kutim. Terlebih politisi Nasdem itu merupakan bupati pertama di Kutim serta pencetus berdirinya masjid Al Faruq ini.
“Dengan mengucapkan bismillahirohmanirrahim, Masjid Agung Al Faruq saya resmikan,” lantang mantan Politisi Golkar itu.
Sebagai gambaran, masjid ini berdiri di atas tanah 10.000m2 dengan luas bangunan 500m2. Sedikitnya menghabiskan anggaran Rp 281,3 miliar. Dalam ruangannya bisa menampung sekira 5 ribu jamaah.
Masjid Agung Al Faruq didominasi warna hijau. Dibangun dengan arsitektur Timur Tengah modern. Terdapat banyak keindahan masjid terbesar di Kutim ini. Seperti menara Asmaul Husna memiliki 17 lantai dengan tinggi 99 meter. Disampingnya terdapat pula empat menara setinggi 66 meter.
Tidak hanya itu, terdapat pula fasilitas penunjang lainnya. Seperti parkir, taman, gudang, tempat penitipan sepatudan sandal, Aula Serba Guna, Perpustakaan, Kantor Sekretariat, penyejuk udara, sound system dan multimedia, pembangkit listrik, kamar mandi dan WC, tempat wudhu serta sarana ibadah.
Didalamnya ada aktivitas lainnya seperti manasik haji, pemberdayaan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf, pengajian rutin, dakwah, tablig tabliq akbar, hari besar islam,sholat jumat, dan ibadah sholat fardhu. (dy)







