Kisah Inspiratif Warga Bontang: Fitrihariyanti (209)
Fitrihariyanti menerima Surat Keputusan (SK) penempatan tugas di SDN 015 Bontang Selatan Selangan, setelah dinyatakan lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010. Ditempatkan di wilayah pesisir, menjadi tantangan tersendiri bagi Fitrihariyanti. Sudah 7 tahun dijalani. Ia terus berusaha meningkatkan pendidikan wilayah pesisir Bontang.
Veri Sakal, Bontang
Terlahir sebagai warga Bontang membuat Fitrihariyanti bangga. Hal ini membuatnya ingin mengabdikan dirinya pada kota ini, dengan memilih berkarier menjadi guru. Pasalnya dengan menjadi guru, berarti ia mendukung Bontang dalam meningkatkan pendidikan.
Kemauan ini pun didukung pula dengan gelar sarjana pendidikan (S,Pd) yang diraihnya sebagai lulusan FKIP Bahasa Inggris di Universitas Mulawarman Samarinda pada 2009.
“Begitu ikut tes CPNS di sini (Bontang, Red) akhirnya saya lolos dan mendapat SK Penempatan di SD Negeri 015 Bontang Selatan di Selangan pada 2010,” kenangnya, Kamis (30/3).
Fitri menceritakan, saat ditugaskan di daerah pesisir, awalnya ia merasa takut karena untuk menempuhnya harus melewati jalur laut yang luas dan cukup jauh. Bahkan diakuinya, saat berangkat kerja ia pun sering diterpa hujan dan ombak yang cukup besar. Namun saat ini Fitri mengaku tak lagi memiliki rasa takut. Ini karena sering melalui jalur laut bila ke tempat kerja. “Berangkat kerja kalau hujan sudah biasa, karena saya sudah menjalaninya hampir tujuh tahun,” ujarnya.
Mengajar murid-murid di pesisir, diakuinya harus memiliki kesabaran. Ini karena cara mereka menangkap pelajaran sedikit lebih lambat dibandingkan dengan anak yang tinggal di kota. Maka dari itu, caranya adalah mereka harus diajarkan secara perlahan-perlahan. Yakni dengan mengulang pelajaran sebelumnya di keesokan harinya agar mereka tidak cepat lupa.
Mengenai lambatnya menangkap pelajaran, sebenarnya karena anak-anak di pesisir tidak hanya fokus belajar. Sebab, setelah pulang sekolah, mereka langsung membantu orang tua mencari ikan atau hasil laut lainnya. “Bila ini dikerjakan, tentunya tidak akan sempat lagi mereka mengulang pelajaran di rumah ketika pulang sekolah,” katanya.
Selain itu, penyebabnya juga kurangnya pedampingan dari orang tua karena melihat latar belakang pendidikan mereka. “Yang membuat saya senang mengajar di sini adalah anak-anaknya tidak ada yang nakal dan para orang tua mereka ramah-ramah serta sangat mendukung anaknya bersekolah,” ungkapnya.
Awalnya, ia hanya mengajar 25 murid dan memegang kelas VI SD. Sebab saat itu, ia satu-satunya PNS di sekolah ini di antara kelima guru lainnya. Namun seiring berjalannya waktu yang ditunjang pula berhasilnya program Keluarga Berencana (KB) di wilayah ini, kini jumlah murid SD tinggal 10 orang dan tidak memiliki murid kelas I. “Murid kelas I ini nanti ada ketika memasuki penerimaan murid baru yang berasal dari PAUD yang didirikan di Selangan ini,” paparnya.
Ibu dua anak ini mengaku, anggaran yang diterima sekolah juga tidak banyak karena muridnya hanya 10 orang. Karena itulah, bila ada pelajaran yang memerlukan bahan prkatik, namun sekolah tidak memilikinya, ia pun mensiasatinya dengan menggunakan gambar.
Kemudian bila ada pelajaran Matematika menghitung balok, ia pun akan menyediakan balok sungguhan agar anak – anak dapat mengetahuinya langsung tanpa harus membayangkan lagi. Hal inilah yang diakuinya bersama lima guru lainnya diterapkan di sekolah tersebut agar para murid dapat mengerti pelajaran yang diberikan.
“Sekarang banyak juga murid kami yang lulus dari sini, bisa sekolah di sekolah negeri,” pungkasnya. (***)
Tentang Fitri
Nama : Fitrihariyanti
TTL : Bontang, 6 Juni 1986
Orang Tua: Sumanto – Suwarni
Suami: M Imam Safii’
Anak Pertama: M Adly Ghaisan
Anak Kedua: Anindya Adila Ghaisani
Kakak: Agus Hariyanto
Alamat: Jalan Di Panjaitan Gang Piano 6, RT 03 Kelurahan Bontang Baru.







