• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Mengabdi jadi Guru, Ingin Tingkatkan Pendidikan di Wilayah Pesisir

by BontangPost
1 April 2017, 12:51
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Fitrihariyanti(Veri Sakal/Bontang Post)

Fitrihariyanti(Veri Sakal/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Fitrihariyanti (209)

Fitrihariyanti menerima Surat  Keputusan (SK) penempatan tugas di SDN 015 Bontang Selatan Selangan, setelah dinyatakan lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010. Ditempatkan di wilayah pesisir, menjadi tantangan tersendiri bagi Fitrihariyanti. Sudah 7 tahun dijalani. Ia terus berusaha meningkatkan pendidikan wilayah pesisir Bontang.

Veri Sakal, Bontang

Terlahir sebagai warga Bontang membuat Fitrihariyanti bangga. Hal ini membuatnya ingin mengabdikan dirinya pada kota ini, dengan memilih  berkarier menjadi guru. Pasalnya dengan menjadi guru, berarti ia mendukung Bontang dalam meningkatkan pendidikan.

Kemauan ini pun didukung pula dengan gelar sarjana pendidikan (S,Pd) yang diraihnya  sebagai  lulusan FKIP Bahasa Inggris  di Universitas Mulawarman Samarinda pada 2009.

“Begitu ikut tes CPNS di sini (Bontang, Red) akhirnya saya  lolos dan mendapat SK Penempatan di SD Negeri 015 Bontang Selatan di Selangan pada 2010,” kenangnya, Kamis (30/3).

Baca Juga:  Aktif Sejak di PIK-M, Miris Lihat Kenakalan Remaja

Fitri menceritakan, saat ditugaskan di daerah pesisir, awalnya ia merasa takut karena untuk menempuhnya harus melewati jalur laut yang luas dan cukup jauh. Bahkan diakuinya, saat berangkat kerja ia pun sering diterpa hujan dan ombak yang cukup besar. Namun saat ini Fitri mengaku tak lagi memiliki rasa takut. Ini karena sering melalui jalur laut bila ke tempat kerja. “Berangkat kerja kalau hujan sudah biasa, karena saya sudah menjalaninya hampir tujuh tahun,” ujarnya.

Mengajar murid-murid di pesisir, diakuinya harus memiliki kesabaran. Ini karena cara mereka menangkap pelajaran sedikit lebih lambat dibandingkan dengan anak yang tinggal di kota. Maka dari itu, caranya adalah mereka harus diajarkan secara perlahan-perlahan. Yakni dengan mengulang pelajaran sebelumnya di keesokan harinya agar mereka tidak cepat lupa.

Mengenai lambatnya menangkap pelajaran, sebenarnya karena anak-anak di pesisir tidak hanya fokus belajar. Sebab, setelah pulang sekolah, mereka langsung membantu orang tua mencari ikan atau hasil laut lainnya. “Bila ini dikerjakan, tentunya tidak akan sempat  lagi mereka mengulang pelajaran di rumah ketika pulang sekolah,” katanya.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Andika Tobing (239); Beri Motivasi Pesepak Bola Muda, Fokus Kembangkan Usaha 

Selain itu, penyebabnya juga kurangnya pedampingan dari orang tua karena melihat latar belakang pendidikan mereka. “Yang membuat saya senang mengajar di sini adalah anak-anaknya tidak ada yang nakal dan para orang tua mereka ramah-ramah serta sangat mendukung anaknya bersekolah,” ungkapnya.

Awalnya, ia hanya mengajar 25 murid dan memegang kelas VI SD. Sebab saat itu, ia satu-satunya PNS di sekolah ini di antara kelima guru lainnya. Namun seiring berjalannya waktu  yang ditunjang pula berhasilnya program Keluarga Berencana (KB) di wilayah ini, kini jumlah murid  SD tinggal 10 orang dan tidak memiliki murid kelas I. “Murid  kelas I ini nanti ada ketika memasuki penerimaan murid baru yang berasal  dari PAUD yang didirikan di Selangan ini,” paparnya.

Baca Juga:  Mengenang Korban Lion Air JT 610

Ibu dua anak ini mengaku, anggaran yang diterima sekolah juga tidak banyak karena muridnya hanya 10 orang. Karena itulah, bila ada pelajaran yang memerlukan bahan prkatik, namun sekolah tidak memilikinya, ia pun mensiasatinya dengan menggunakan gambar.

Kemudian bila ada pelajaran Matematika menghitung  balok, ia pun akan menyediakan balok sungguhan agar anak – anak dapat mengetahuinya langsung tanpa harus membayangkan lagi. Hal inilah yang diakuinya bersama lima guru lainnya diterapkan di sekolah tersebut agar para murid dapat mengerti pelajaran yang diberikan.

“Sekarang banyak juga murid kami yang lulus dari sini, bisa sekolah di sekolah negeri,” pungkasnya. (***)

Tentang Fitri

Nama     : Fitrihariyanti

TTL         : Bontang, 6 Juni 1986

Orang Tua: Sumanto – Suwarni

Suami: M Imam Safii’

Anak Pertama: M Adly Ghaisan

Anak Kedua: Anindya Adila Ghaisani

Kakak: Agus Hariyanto

Alamat: Jalan Di Panjaitan Gang Piano 6, RT 03 Kelurahan Bontang Baru.

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Aturan Pilgub Harus Jelas, Gubernur Minta Segera Disosialisasikan

Next Post

Tiga Perwira Polres Bontang Dimutasi

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.