• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Meski Tak Lapor, Panwas Bisa Bertindak 

by BontangPost
7 Juli 2018, 11:03
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi(Net)

Ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA- Bagi masyarakat Kutim, diminta untuk tak mengeluarkan pernyataan terkait pelanggaran pilkada jika tak memiliki bukti. Baik terkait politik uang,  kampanye hitam, dan pelanggaran pilkada lainnya.

Sebab, pernyataan tersebut menjadi perhatian Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kutim. Meskipun hanya sebatas perbincangan non formal. Apalagi formal dan disampaikan kepada banyak orang.

“Tanpa harus melaporkan ke bawaslu atau panwaslu, bisa kami telusuri. Bisa banget, bisa sekali (ditelusuri),” ujar Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Panwaslu Kutim,  Budi Wibowo.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Bawaslu RI Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Penanganan Laporan Pelanggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,  Bupati dan Wakil Bupati,  dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Baca Juga:  Lahan Pertanian di Kutim Sisa 870 Hektar, Akibat Alih Komoditi ke Sawit

“Sesuai perbawaslu, penindakan pelanggaran berasal dari dua sumber.  Pertama temuan dan kedua laporan. Termasuk pernyataan seseorang. Nah, kalau laporankan sudah jelas. Yang boleh melapor itu WNI, yang  punya hak pilih, pemantau, sama peserta pemilu,” jelas Budi.

Syarat laporan kata dia,  mesti terpenuhi syarat materil dan formil.  Jika kemudian, tidak terpenuhi, bisa dijadikan informasi awal untuk ditelusuri.

“Hasil penelusuran jika diyakini komisioner ada pelanggaran, maka statusnya menjadi  temuan. Informasi awal ini juga bisa berasal dari obrolan dan statement.  Prosesnya sama, jika informasi awal tersebut diduga kuat ada unsur pelanggaran, maka naik tingkat menjadi temuan. Ini yang terjadi di Samarinda  dengan  kasusnya pak gubernur,” terangnya.  (dy)

Baca Juga:  Bentuk Tim, Kutim Cegah MERS-Cov 
Tags: pilgub kaltim 2018Sangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diduga Gara-Gara Uang Lembur 

Next Post

Hari Ini, WTP KS Tubun Shutdown

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.