• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

PAD Kaltim Bertambah Rp 180 M

by BontangPost
24 September 2017, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Rusmadi. (DOK METRO SAMARINDA)

Rusmadi. (DOK METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

Naik 4,52 Persen di APBD Perubahan

SAMARINDA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim direncanakan bakal mengalami pertambahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2017. Bila semula direncanakan sebesar Rp 3,987 triliun, dalam APBD Perubahan direncanakan mengalami penambahan sebesar Rp 180,13 miliar atau mengalami kenaikan 4,52 persen.

“Sehingga pada APBD Perubahan ini menjadi sebesar Rp 4,167 triliun,” kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi saat membacakan nota penjelasan keuangan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD Perubahan dalam sidang paripurna DPRD Kaltim, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, perubahan ini terjadi pada komponen pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta komponen lain-lain PAD yang sah. Estimasi dari masing-masing target pendapatan meliputi pada bagian pajak daerah yang terdiri penerimaan PKB, BBNKB, dan PBBKB direncanakan bertambah sebesar Rp 240,54 miliar.

“Atau 7,93 persen dari rencana alokasi pajak daerah pada APBD murni 2017 sebesar Rp 3,034 triliun. Sehingga pada APBD Perubahan ini menjadi sebesar Rp 3,275 triliun,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bentang Tengah Ditarget November 

Pada bagian retribusi daerah, terjadi penurunan sebesar Rp 3,56 miliar, atau menurun 15,43 persen dari rencana semula sebesar Rp 23,13 miliar. Sehingga pada perubahan ini menjadi sebesar Rp 19,56 miliar.

Kemudian pada bagian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari anggaran semula sebesar Rp 161,56 miliar, bertambah sebesar Rp 50,77 miliar. Sehingga menjadi sebesar Rp 212,33 miliar atau naik sebesar 31,43 persen.

“Selanjutnya pada bagian lain-lain PAD yang sah diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar Rp 107,61 miliar. Atau menurun 14,01 persen dari rencana pada anggaran murni sebesar Rp 768,16 miliar. Sehingga pada APBD Perubahan ini menjadi sebesar Rp 660,55 miliar,” beber Rusmadi.

Bila PAD mengalami penambahan, lain halnya dengan dana perimbangan. Komponen pendapatan daerah ini mengalami pengurangan sebesar Rp 77,18 miliar dari yang semula direncanakan Rp 4,092 triliun, atau persentase penurunannya sebesar 1,89 persen. Sehingga pada perubahan ini direncanakan menjadi Rp 4,014 triliun.

Baca Juga:  Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas

Rusmadi merinci estimasi dari masing-masing target penerimaan, yaitu untuk bagi hasil pajak yang terdiri dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak penghasilan (PPh) pada APBD Perubahan 2017 menjadi sebesar Rp 861,98 miliar. Mengalami peningkatan sebesar Rp 99,27 miliar. “Atau 13,02 dari target murni APBD 2017 sebesar Rp 762,71 miliar,” sebut Rusmadi.

Lantas untuk bagi hasil bukan pajak yang terdiri dari PSDH, IIUHPH, landrent, royalti, minyak bumi, gas alam pada APBD Perubahan 2017 menjadi sebesar Rp 1,369 triliun. Mengalami penurunan sebesar Rp 176,46 miliar atau 11,41 persen dari target murni APBD 2017 sebesar Rp 1,545 triliun.

Untuk Dana Alokasi Umum (DAU), tetap sebagaimana target APBD murni 2017 sebesar Rp 649,65 miliar. Begitu pula dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBD Perubahan 2017, tidak mengalami perubahan dari target semula yaitu sebesar Rp 1,133 triliun.

Baca Juga:  Dewan Cium Ada Oknum Pejabat Bermain 

Sementara dari bagian lain-lain pendapatan daerah yang sah semula direncanakan Rp 19,40 miliar, bertambah sebesar Rp 7,88 miliar. Sehingga menjadi Rp 27,28 miliar. “Penambahan ini diperoleh terutama dari bantuan keuangan kabupaten/kota untuk tambahan biaya tenaga pendidik dan kependidikan dan Bosda SMA/SMK/SLB sebesar Rp 11,15 miliar,” jelasnya.

Rinciannya dari Bontang sebesar Rp 3,23 miliar, Mahakam Ulu sebesar Rp 7,06 miliar, dan Kutai Barat (Kubar) sebesar Rp 864 juta. Selain dari bantuan keuangan ini, lain-lain pendapatan daerah yang sah juga berasal dari pendapatan hibah yang semula sebesar Rp 11,90 miliar, berkurang Rp 3,27 miliar menjadi Rp 8,62 miliar.

“Dan dana insentif daerah dari Kementerian Keuangan tetap sebesar Rp 7,5 miliar,” tandas Rusmadi. (luk)

Tags: Metro SamarindaPAD
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sumber Silpa Jadi Pertanyaan

Next Post

Iming-Iming Ngawur Lulusan Cum Laude

Related Posts

Target PAD Bontang Tahun Ini Turun Rp 3 Miliar
Bontang

Target PAD Bontang Tahun Ini Turun Rp 3 Miliar

13 Juli 2023, 14:22
Tahun Ini PAD Bontang Lampaui Target
Bontang

Tahun Ini PAD Bontang Lampaui Target

27 Desember 2022, 14:08
Masih Ada Rp 41 Miliar Tunggakan Pajak di Bontang
Bontang

Proyeksi di APBD Perubahan, PAD Naik Rp 31 Miliar

27 Juli 2022, 17:00
Belasan Tahun Plasa Taman Tak Setor Retribusi, Pemkot Bontang Berpotensi Merugi Miliaran
Bontang

Belasan Tahun Plasa Taman Tak Setor Retribusi, Pemkot Bontang Berpotensi Merugi Miliaran

29 April 2022, 11:00
Mulai Tahun Ini, Plaza Taman Bontang Sumbang PAD Rp 250 Juta ke Kas Daerah
Bontang

Mulai Tahun Ini, Plaza Taman Bontang Sumbang PAD Rp 250 Juta ke Kas Daerah

28 Maret 2022, 14:57
Genjot PAD, Ketua RT Bakal Dilibatkan sebagai Agen Pajak
Bontang

Genjot PAD, Ketua RT Bakal Dilibatkan sebagai Agen Pajak

25 Januari 2022, 12:28

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.