• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pemisahan PT BPR dan LBB dari Perumda AUJ Ditarget Rampung Tiga Bulan

by Redaksi Bontang Post
2 Mei 2023, 10:38
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Anak usaha Perumda AUJ, PT BPR Bontang Sejahtera

Anak usaha Perumda AUJ, PT BPR Bontang Sejahtera

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Wacana pelepasan PT BPR Bontang Sejahtera dan PT Laut Bontang Bersinar (LBB) dari Perumda AUJ terus bergulir. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan, pihaknya telah melakukan perjanjian kerja sama dengan Universitas Indonesia Timur.

Perjanjian itu terkait kajian naskah akademik dari rencana tersebut. “PKS sudah untuk kedua anak usaha Perumda AUJ dijadikan BUMD tersendiri,” kata Arif.

Ia menargetkan, penyusunan naskah akademik itu rampung dalam kurun tiga bulan ke depan. Selanjutnya, hasil tersebut akan diajukan kepada DPRD untuk pembahasan raperda. Ia pun belum mengetahui apakah rencana ini sudah masuk program legislasi daerah (prolegda) tahun ini. “Kalaupun masuk prolegda, setidaknya naskah akademik sudah disiapkan,” ucapnya.

Kerangka acuan terkait penyusunan naskah akademik ini menjadi ranah Bagian Perekonomian dan SDA Setkot. Sementara pelaksana kegiatan ialah Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang), sehingga terkait anggaran penyusunan naskah akademik ini berada di tupoksi Bapelitbang.

Baca Juga:  Dua Terdakwa Kasus Perumda AUJ Jalani Sidang Perdana

Rencananya bagian perekonomian akan melakukan pertemuan pekan depan dengan kedua anak usaha ini. Sehubungan dengan kesiapan data penunjang untuk penyusunan naskah akademik.

Sebelumnya, Dirut Perumda AUJ Abdu Rachman menyerahkan sepenuhnya kepada pemegang saham terkait wacana ini. Dalam hal ini Pemkot Bontang. “Itu tergantung pemegang saham. Mau sahamnya diakuisisi itu hal yang lazim. Tentunya melalui prosedur rapat umum pemegang saham,” kata Abdu Rachman.

Terpenting ialah jika dipisah dari Perumda AUJ, perusahaan itu menjadi sehat, harapannya bisa berkontribusi terhadap pendapatan kas daerah. Hanya, nantinya salah satu kendala ialah turunnya regulasi dari pemerintah pusat terkait pelarangan pembentukan BUMD baru.

“Salah satu benturannya di situ. Tetapi kalau dipandang normal dan sepakat dalam RUPS maka keputusan mutlak di pemegang saham,” ucapnya.

Baca Juga:  Masalah Klasik Terus Terulang, Gaji Karyawan PT LBB Belum Dibayar

Ia pun membenarkan konteks akuisisi ini berbeda dengan PT BPR Bontang Sejahtera. Sebab, unit usaha itu diatur dalam Peraturan OJK dan Bank Indonesia. Sementara untuk PT LBB landasannya hanya UU Perseroan Terbatas.

Belum lagi secara usia, PT BPR Bontang Sejahtera sudah lama terbentuk. Berbeda dengan PT LBB yang baru berdiri beberapa tahun belakangan ini. Abdu Rachman belum mengetahui kapan rencana itu direalisasikan. Termasuk penyelenggaran RUPS juga belum diketahui.

Diketahui DPRD sebelumnya memiliki pandangan lain terhadap rencana ini. Ketua Komisi II DPRD Rustam sepakat bila BPR Bontang Sejahtera dipisahkan dari induk perusahaannya. Mengingat itu merupakan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Naskah akademiknya kami tunggu. Kalau sesuai regulasi itu lebih baik. Tetapi secara pribadi saya mendukung,” ucapnya.

Baca Juga:  Dukung PT LBB Naik Status, AH Minta Pemkot Lakukan Dua Kajian

Pemisahan ini supaya kekuatan manajerial perusahaan bisa terlihat karena harus melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) sendiri. Tidak dijadikan satu dengan induk perusahaan. Pasalnya, anak usaha Perumda AUJ ada tujuh. Bahkan politikus Partai Golkar ini yakin jika dipisahkan, warga yang ingin menjadi nasabah lebih berani berinvestasi di bank tersebut.

Namun, terkait rencana pemisahan PT Laut Bontang Bersinar (LBB), ia belum banyak berkomentar. Apalagi unit usaha ini baru terbentuk. “Kami lihat dulu apa semangatnya, ada apa sebenarnya lihat kajiannya dulu. Jika itu urgen, maka tidak apa-apa,” tutur dia.

Rustam menilai seyogianya PT LBB ini menjadi penopang induk perusahaan dulu. Konteksnya tentu berbeda dengan BPR karena itu menjadi ketentuan yang diatur OJK. Apalagi peraturan terbaru bahwa daerah tidak diperkenankan membentuk BUMD baru. “Itu yang nanti kami pertimbangkan,” pungkasnya. (ak)

Tags: Perumda AUJPT BPRPT LBB
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Belum Ada Laporan Dugaan Pelecehan Oknum Honorer, Polres Bontang Tempuh Upaya Persuasif

Next Post

Pemkot Bontang Pastikan Tak Perpanjang Kontrak Oknum Honorer yang Diduga Lecehkan Anak Tiri

Related Posts

Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa
Bontang

Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa

28 Oktober 2026, 13:43
PT LBB Lunasi Tunggakan ke Pemkot Bontang, Kini Fokus Bagi Hasil
Bontang

PT LBB Lunasi Tunggakan ke Pemkot Bontang, Kini Fokus Bagi Hasil

4 September 2026, 17:37
Gugatan Perumda AUJ Ditolak Pengadilan, Eksekusi KMP Bontang Express II Berlanjut
Bontang

Gugatan Perumda AUJ Ditolak Pengadilan, Eksekusi KMP Bontang Express II Berlanjut

4 September 2026, 11:41
Mantan Direktur PT LBB Bontang Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp1,7 Miliar
Bontang

Mantan Direktur PT LBB Bontang Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp1,7 Miliar

26 Agustus 2026, 09:52
PT LBB Siap Lunasi Utang Rp2,9 Miliar, Tapi Ogah Bayar Bunga karena Alasan Ini
Bontang

PT LBB Siap Lunasi Utang Rp2,9 Miliar, Tapi Ogah Bayar Bunga karena Alasan Ini

4 Juli 2026, 14:30
Pinjaman Dana 2005 Dipersoalkan, Dua OPD Bontang Digugat Rp7,3 Miliar
Bontang

PN Bontang Kabulkan Eksepsi, Gugatan Eks Dirut PT LBB Kandas

10 Juni 2026, 09:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.